alexametrics
26.2 C
Kudus
Wednesday, May 18, 2022

Olahan Cendol dari Daun Kelor: Segar dan Menyehatkan

CENDOL tak hanya terbuat dari tepung. Namun, bisa dikombinasikan dengan bahan-bahan lain. Di antara bahan itu, berupa daun kelor. Dengan begitu, selain menghilangkan dahaga, juga bermanfaat untuk kesehatan. Seperti menurunkan kadar gula darah, kolesterol, mencegah sel kanker, hingga kaya antioksidan.

Cara membuat cendol kelor pun tak begitu ribet. Hanya modal daun kelor, es batu, tepung terigu, dan gula jawa. Cocok bikin sendiri di dapur.

Muryati, salah satu pengusaha olahan daun kelor mengatakan, cara membuatnya daun kelor segar dicuci. Kemudian di-blender. Setelah halus dimasak di wajan teflon. Dinginkan. Cetak dengan saringan kelapa. Lalu dikasih santan. ”Simple caranya. Tapi itu untuk konsumsi sendiri. Beda lagi kalau untuk dijual,” jelas.


Dia juga membocorkan tips memilih daun kelor. Lebih baik ambil daun yang tua. Ditandai warnanya yang hijau tua. Daunnya juga harus segar, biar warnanya bagus. ”Nanti warna cendol jadinya tak hijau tua. Tapi hijau pucat,” katanya.

Untuk  produk yang akan dijual, resep dan caranya lebih kompleks. Bahan dasar tepung beras dikasih kapur sirih, lalu dicampur kelor. Kemudian direbus sampai kental. Baru disaring dengan cetakan cendol.

MENYEGARKAN: Muryati, salah satu pengusaha olahan daun kelor menyiapkan cendol kelor untuk siap diminum. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

Di bawah cetakan cendol tadi, dikasih air dan dengan es batu. ”Kalau tidak dikasih air dingin tidak jadi. Nanti mengental lagi adonan kelor tadi. Kalau sudah terbentuk, cendol kelornya siap disajikan,” ujar perempuan beralamat Desa Kedungbulus, Gembong, Pati, ini.

Biasanya, perempuan berusia 45 tahunan itu, menambah nangka dan ketan di minuman buatannya ini. ”Untuk menambah selera pembeli,” katanya.

Dia menuturkan, daun kelor memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Muryati mempelajari khasiatnya dari berbagai sumber. Mulai dari Mbah Google hingga orang-orang yang ahli di bidang jamu herbal. ”Setelah belajar, ternyata banyak sekali manfaatnya (daun kelor). Bisa untuk menurunkan kadar gula darah, kolesterol, menghilangkan capek, mencegah sel kanker, hingga kaya antioksidan. Tujuan membuat olahan kelor ya selain minuman menyegarkan, juga untuk menjaga kesehatannya,” paparnya.

Baca Juga :  Gelato Asli Italia Bikin Nyes di Mulut

Muryati mulai membuat cendol kelor ini, sejak 2011. Alasannya, tak bisa dimungkiri hampir setiap hari tubuh terkontaminasi bahan kimia yang merugikan. Nah, untuk mengurangi kontaminasi itu, diperlukan makanan sehat.

Dia pun kepikiran membuat cendol dari olahan kelor. Daripada hanya tepung. Warnanya cuma putih. Selain itu, juga menghindari memakai pewarna buatan. ”Misi saya untuk mengurangi bahan kimia yang bersarang di tubuh. Jadi, olahan saya tak memakai bahan kimia,” ujarnya.

MENYEGARKAN: Muryati, salah satu pengusaha olahan daun kelor menyiapkan cendol kelor untuk siap diminum. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

Selain menyehatkan, dia juga membantu warga sekitar mendapat penghasilan. Ada 20 anggota kelompok wanita tani dia ajak.

Pesanan cendol kelornya saat ini hanya 100 gelas selama sebulan. Dibandingkan dengan sebelum pancemi Covid-19, sehari saja bisa laku 50 gelas. ”Memang (pandemi) berdampak. Warung saya saja kukut. Ini buat (cendol kelor) kalau ada pesanan saja,” tandangnya.

 

 

Dia promosi olahan kelor ini, hampir setahun di awal usahanya. Setiap ada acara disisipkan makanan olahan daun kelor ini. Awalnya banyak yang ragu soal olahan Muryati. Bahkan, olahan daun kelor ini pernah dibilang makanan kambing. ”Mereka sempat takut. Tapi saya punya prinsip sendiri. Daun kelor dimakan hewan saja tidak beracun. Berarti dimakan manusia aman. Ternyata khasiatnya juga banyak,” ucapnya. (adr/lin)






Reporter: Andre Faidhil Falah

CENDOL tak hanya terbuat dari tepung. Namun, bisa dikombinasikan dengan bahan-bahan lain. Di antara bahan itu, berupa daun kelor. Dengan begitu, selain menghilangkan dahaga, juga bermanfaat untuk kesehatan. Seperti menurunkan kadar gula darah, kolesterol, mencegah sel kanker, hingga kaya antioksidan.

Cara membuat cendol kelor pun tak begitu ribet. Hanya modal daun kelor, es batu, tepung terigu, dan gula jawa. Cocok bikin sendiri di dapur.

Muryati, salah satu pengusaha olahan daun kelor mengatakan, cara membuatnya daun kelor segar dicuci. Kemudian di-blender. Setelah halus dimasak di wajan teflon. Dinginkan. Cetak dengan saringan kelapa. Lalu dikasih santan. ”Simple caranya. Tapi itu untuk konsumsi sendiri. Beda lagi kalau untuk dijual,” jelas.

Dia juga membocorkan tips memilih daun kelor. Lebih baik ambil daun yang tua. Ditandai warnanya yang hijau tua. Daunnya juga harus segar, biar warnanya bagus. ”Nanti warna cendol jadinya tak hijau tua. Tapi hijau pucat,” katanya.

Untuk  produk yang akan dijual, resep dan caranya lebih kompleks. Bahan dasar tepung beras dikasih kapur sirih, lalu dicampur kelor. Kemudian direbus sampai kental. Baru disaring dengan cetakan cendol.

MENYEGARKAN: Muryati, salah satu pengusaha olahan daun kelor menyiapkan cendol kelor untuk siap diminum. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

Di bawah cetakan cendol tadi, dikasih air dan dengan es batu. ”Kalau tidak dikasih air dingin tidak jadi. Nanti mengental lagi adonan kelor tadi. Kalau sudah terbentuk, cendol kelornya siap disajikan,” ujar perempuan beralamat Desa Kedungbulus, Gembong, Pati, ini.

Biasanya, perempuan berusia 45 tahunan itu, menambah nangka dan ketan di minuman buatannya ini. ”Untuk menambah selera pembeli,” katanya.

Dia menuturkan, daun kelor memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Muryati mempelajari khasiatnya dari berbagai sumber. Mulai dari Mbah Google hingga orang-orang yang ahli di bidang jamu herbal. ”Setelah belajar, ternyata banyak sekali manfaatnya (daun kelor). Bisa untuk menurunkan kadar gula darah, kolesterol, menghilangkan capek, mencegah sel kanker, hingga kaya antioksidan. Tujuan membuat olahan kelor ya selain minuman menyegarkan, juga untuk menjaga kesehatannya,” paparnya.

Baca Juga :  Kuliner Entog Asap: Low Kolesterol, Empuk dan Gurih

Muryati mulai membuat cendol kelor ini, sejak 2011. Alasannya, tak bisa dimungkiri hampir setiap hari tubuh terkontaminasi bahan kimia yang merugikan. Nah, untuk mengurangi kontaminasi itu, diperlukan makanan sehat.

Dia pun kepikiran membuat cendol dari olahan kelor. Daripada hanya tepung. Warnanya cuma putih. Selain itu, juga menghindari memakai pewarna buatan. ”Misi saya untuk mengurangi bahan kimia yang bersarang di tubuh. Jadi, olahan saya tak memakai bahan kimia,” ujarnya.

MENYEGARKAN: Muryati, salah satu pengusaha olahan daun kelor menyiapkan cendol kelor untuk siap diminum. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

Selain menyehatkan, dia juga membantu warga sekitar mendapat penghasilan. Ada 20 anggota kelompok wanita tani dia ajak.

Pesanan cendol kelornya saat ini hanya 100 gelas selama sebulan. Dibandingkan dengan sebelum pancemi Covid-19, sehari saja bisa laku 50 gelas. ”Memang (pandemi) berdampak. Warung saya saja kukut. Ini buat (cendol kelor) kalau ada pesanan saja,” tandangnya.

 

 

Dia promosi olahan kelor ini, hampir setahun di awal usahanya. Setiap ada acara disisipkan makanan olahan daun kelor ini. Awalnya banyak yang ragu soal olahan Muryati. Bahkan, olahan daun kelor ini pernah dibilang makanan kambing. ”Mereka sempat takut. Tapi saya punya prinsip sendiri. Daun kelor dimakan hewan saja tidak beracun. Berarti dimakan manusia aman. Ternyata khasiatnya juga banyak,” ucapnya. (adr/lin)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/