alexametrics
30.5 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Mongolian BBQ dan Turkish Coffee, Cocok Dinikmati di Tepi Pantai

Menunggu waktu iftar bisa dengan menikmati suasana pantai bersama keluarga. Selain itu, melihat proses memasak barbeque dan kopi yang unik bisa menjadi pilihan.

NIBROS HASSANI, Jepara, Jawa Pos Radar Kudus

API tungku itu tampak menyala. Ada dua perempuan berada disekitarnya sedang mengolah sesuatu. Salah satu perempuan itu, tangannya memegang sebuah teko kopi. Teko itu bukan teko biasa. Tangkainya panjang. Lalu digerakkan teko kopi itu dengan tangkainya berulang kali di atas wajan besar. Maju dan mundur perlahan. Mata wartawan ini terhenti saat melihat isian dalam tungku itu adalah pasir. Sekejap lalu terpana.


Ya, teko kopi itu dimasak dengan menggunakan pasir di atas wajan.

Tidak lama, perempuan yang pertama menuang isi teko ke sebuah cangkir putih. Perempuan satunya menyerahkan cangkir yang sudah terisi itu kepada wartawan. “Ini kak, turkish coffee-nya, silakan kalau mau ditambah gula,” ujar perempuan itu sambil tersenyum.

Turkish coffee, sesuai namanya adalah kopi turki. Pembuatannya khas dengan gaya pembuatan dari turki. Dimasak dengan alat dan metode khas turki. Hanya saja, bahan untuk kopinya tetap menggunakan produk lokal.

Arry Setyawan, executive chef Sekuro Village Beach Resort, Mlonggo, Jepara mengaku sengaja memilih menu itu sebagai menu spesial untuk Ramadan kali ini. Alasannya, karena pengunjung bisa langsung melihat proses memasaknya.

Ia mengatakan, pembuatan kopi ini tergolong menarik. Karena dimasak dengan pasir. Selain itu, ia menilai di Jepara sendiri tidak banyak hotel yang menyajikan menu sekaligus proses memasaknya.

“Jadi, pengunjung tahu persis bagaimana kopi itu dibuat,” imbuhnya.

Kata Arry, biasanya kopi turki menggunakan kapulaga. Sebab, aromanya menjadi lebih khas. Namun kali ini ia tidak menambahkan itu. Karena penggunaan kapulaga masih jarang di Jepara.

Tak hanya turkish coffee, ia juga memilih Mongolian Barbeque (BBQ) sebagai menu spesialnya. Sama dengan turkish coff ee, pengunjung bisa melihat teknik memasak langsung dari juru masaknya. Selain itu, pengunjung juga bisa memilih bahan-bahan yang digunakan sebagai tambahan BBQnya. Seperti berbagai macam sayur: wortel, sawi, brokoli, juga mi, atau jamur.

Seperti namanya–Mongolian BBQ atau BBQ ala Mongolia.

MEMASAK: Teknik penyajian ditampilkan agar pengunjung tahu proses pembuatannya. (NIBROS HASSANI/JAWA POS RADAR KUDUS)

BBQ ini dimasak tidak dengan dibakar. Namun ditumis. Kata Arry, BBQ tidak hanya dibakar seperti pada umumnya. Ditumis juga bisa disebut BBQ. Di Mongolia sana, banyak BBQ dimasak dengan ditumis.

Ia menambahkan, minyak yang digunakan juga tidak sembarang. Namun sudah melalui proses khusus. “Minyaknya kami gunakan minyak bawang agar rasanya juga berbeda,” ujar Arry.

Pengunjung juga bisa memilih daging yang diolah. Ada daging sapi dan daging ayam. Di food stall, pengunjung bisa langsung memilih bahan apa saja yang ingin ditumis. Konspenya all you can eat, atau prasmanan. Cap cip cup, mudah. Pengunjung tinggal pilih. Juru masak nanti yang mengolahnya. Proses masaknya bisa langsung disaksikan.

Baca Juga :  Minuman Berbahan Rempah Wedang Coro, Cocok Karo Hawane Maseeeh…

Saat disantap, daging yang ditumis itu terasa empuk. Ada rasa gurih dan manis pada daging namun rasa itu juga bercampur dengan lezatnya saus. Daging yang sudah diolah dengan saus khas Mongolia itu terasa juicy saat dikunyah. Tidak keras, tidak terlalu lembut. Kenyal dan berair.

Menghadirkan menu ini tidak sulit, kata Arry yang juga telah berkecimpung di dunia kuliner selama 15 tahun. Baginya, tidak ada kendala berarti.

“Kita memang pakai minyak khusus, kalo harga ya ikut naik, kayak minyak lainnya” celotehnya.

Arry hanya ingin mencoba menghadirkan berbagai menu di Jepara. Sebab, nantinya warga Jepara dan pengunjung lain bisa merasakan masakan yang beragam. “Tidak itu-itu saja,” ungkap Arry.

Kata warga asli Jawa Timur itu, ia melihat pantai sebagai inspirasi memasaknya. Itu juga tergambar dari suasana yang dimiliki Sekuro Village Beach Resort, Mlonggo, Jepara. Lokasi iftarnya saja berada di area pantai. Tak hanya itu, suasanya pantai juga identik dengan BBQ. Apalagi yang proses memasaknya juga diperlihatkan. Meski saat hujan, pihaknya harus memindah lokasi iftar di dalam ruangan.

“Kopi turki itu kan juga identik dengan pantai, karena ada pasirnya,” imbuh Arry.

Selain Mongolian BBQ dan Turkish Coffee, ia juga menghadirkan opsi lain. Ada juga Rosemary Roast Beef dan Ayam Hongkong.

Karena konsepnya all you can eat, pengunjung juga bisa mencicipi beragam menu lain. Ada kurma, aneka kolak, gorengan dan rebusan untuk appetizernya. Kalau tidak menghendaki special menu, ada juga berbagai macam masakhan khas Indonesia seperti Bihun Goreng, Nasi Goreng Teri Cabe Ijo, Ikan Tahu Tausi, Aneka Sate, dan Fish Katsu.

Berbagai sambal juga dihidangkan sebagai pelengkap. Ada Sambal Colo-Colo, Matah, Embe, Terasi, Korek, Sambal Ijo, dan Teri.

Pengunjung juga tidak akan kehausan karena ada beragam minuman. Mulai dari teh, chilled juice, infused water, dan berbagai es. Sementara itu ada puding, buah-buahan, dan chocolate fountain yang cocok disantap sebagai makanan penutup.

Satu paket all you can eat ini bisa dirasakan dengan merogoh kocek Rp 109 ribu. Banyak pengunjung menikmati paket iftar ini bersama keluarga atau sahabat. Sambil menunggu waktu iftar, pengunjung bisa menikmati indahnya pemandangan pantai di sekitar. (nib/war)

Menunggu waktu iftar bisa dengan menikmati suasana pantai bersama keluarga. Selain itu, melihat proses memasak barbeque dan kopi yang unik bisa menjadi pilihan.

NIBROS HASSANI, Jepara, Jawa Pos Radar Kudus

API tungku itu tampak menyala. Ada dua perempuan berada disekitarnya sedang mengolah sesuatu. Salah satu perempuan itu, tangannya memegang sebuah teko kopi. Teko itu bukan teko biasa. Tangkainya panjang. Lalu digerakkan teko kopi itu dengan tangkainya berulang kali di atas wajan besar. Maju dan mundur perlahan. Mata wartawan ini terhenti saat melihat isian dalam tungku itu adalah pasir. Sekejap lalu terpana.

Ya, teko kopi itu dimasak dengan menggunakan pasir di atas wajan.

Tidak lama, perempuan yang pertama menuang isi teko ke sebuah cangkir putih. Perempuan satunya menyerahkan cangkir yang sudah terisi itu kepada wartawan. “Ini kak, turkish coffee-nya, silakan kalau mau ditambah gula,” ujar perempuan itu sambil tersenyum.

Turkish coffee, sesuai namanya adalah kopi turki. Pembuatannya khas dengan gaya pembuatan dari turki. Dimasak dengan alat dan metode khas turki. Hanya saja, bahan untuk kopinya tetap menggunakan produk lokal.

Arry Setyawan, executive chef Sekuro Village Beach Resort, Mlonggo, Jepara mengaku sengaja memilih menu itu sebagai menu spesial untuk Ramadan kali ini. Alasannya, karena pengunjung bisa langsung melihat proses memasaknya.

Ia mengatakan, pembuatan kopi ini tergolong menarik. Karena dimasak dengan pasir. Selain itu, ia menilai di Jepara sendiri tidak banyak hotel yang menyajikan menu sekaligus proses memasaknya.

“Jadi, pengunjung tahu persis bagaimana kopi itu dibuat,” imbuhnya.

Kata Arry, biasanya kopi turki menggunakan kapulaga. Sebab, aromanya menjadi lebih khas. Namun kali ini ia tidak menambahkan itu. Karena penggunaan kapulaga masih jarang di Jepara.

Tak hanya turkish coffee, ia juga memilih Mongolian Barbeque (BBQ) sebagai menu spesialnya. Sama dengan turkish coff ee, pengunjung bisa melihat teknik memasak langsung dari juru masaknya. Selain itu, pengunjung juga bisa memilih bahan-bahan yang digunakan sebagai tambahan BBQnya. Seperti berbagai macam sayur: wortel, sawi, brokoli, juga mi, atau jamur.

Seperti namanya–Mongolian BBQ atau BBQ ala Mongolia.

MEMASAK: Teknik penyajian ditampilkan agar pengunjung tahu proses pembuatannya. (NIBROS HASSANI/JAWA POS RADAR KUDUS)

BBQ ini dimasak tidak dengan dibakar. Namun ditumis. Kata Arry, BBQ tidak hanya dibakar seperti pada umumnya. Ditumis juga bisa disebut BBQ. Di Mongolia sana, banyak BBQ dimasak dengan ditumis.

Ia menambahkan, minyak yang digunakan juga tidak sembarang. Namun sudah melalui proses khusus. “Minyaknya kami gunakan minyak bawang agar rasanya juga berbeda,” ujar Arry.

Pengunjung juga bisa memilih daging yang diolah. Ada daging sapi dan daging ayam. Di food stall, pengunjung bisa langsung memilih bahan apa saja yang ingin ditumis. Konspenya all you can eat, atau prasmanan. Cap cip cup, mudah. Pengunjung tinggal pilih. Juru masak nanti yang mengolahnya. Proses masaknya bisa langsung disaksikan.

Baca Juga :  Umat Kristiani di Jepara Peringati Misa Jumat Agung Tanpa Teatrikal

Saat disantap, daging yang ditumis itu terasa empuk. Ada rasa gurih dan manis pada daging namun rasa itu juga bercampur dengan lezatnya saus. Daging yang sudah diolah dengan saus khas Mongolia itu terasa juicy saat dikunyah. Tidak keras, tidak terlalu lembut. Kenyal dan berair.

Menghadirkan menu ini tidak sulit, kata Arry yang juga telah berkecimpung di dunia kuliner selama 15 tahun. Baginya, tidak ada kendala berarti.

“Kita memang pakai minyak khusus, kalo harga ya ikut naik, kayak minyak lainnya” celotehnya.

Arry hanya ingin mencoba menghadirkan berbagai menu di Jepara. Sebab, nantinya warga Jepara dan pengunjung lain bisa merasakan masakan yang beragam. “Tidak itu-itu saja,” ungkap Arry.

Kata warga asli Jawa Timur itu, ia melihat pantai sebagai inspirasi memasaknya. Itu juga tergambar dari suasana yang dimiliki Sekuro Village Beach Resort, Mlonggo, Jepara. Lokasi iftarnya saja berada di area pantai. Tak hanya itu, suasanya pantai juga identik dengan BBQ. Apalagi yang proses memasaknya juga diperlihatkan. Meski saat hujan, pihaknya harus memindah lokasi iftar di dalam ruangan.

“Kopi turki itu kan juga identik dengan pantai, karena ada pasirnya,” imbuh Arry.

Selain Mongolian BBQ dan Turkish Coffee, ia juga menghadirkan opsi lain. Ada juga Rosemary Roast Beef dan Ayam Hongkong.

Karena konsepnya all you can eat, pengunjung juga bisa mencicipi beragam menu lain. Ada kurma, aneka kolak, gorengan dan rebusan untuk appetizernya. Kalau tidak menghendaki special menu, ada juga berbagai macam masakhan khas Indonesia seperti Bihun Goreng, Nasi Goreng Teri Cabe Ijo, Ikan Tahu Tausi, Aneka Sate, dan Fish Katsu.

Berbagai sambal juga dihidangkan sebagai pelengkap. Ada Sambal Colo-Colo, Matah, Embe, Terasi, Korek, Sambal Ijo, dan Teri.

Pengunjung juga tidak akan kehausan karena ada beragam minuman. Mulai dari teh, chilled juice, infused water, dan berbagai es. Sementara itu ada puding, buah-buahan, dan chocolate fountain yang cocok disantap sebagai makanan penutup.

Satu paket all you can eat ini bisa dirasakan dengan merogoh kocek Rp 109 ribu. Banyak pengunjung menikmati paket iftar ini bersama keluarga atau sahabat. Sambil menunggu waktu iftar, pengunjung bisa menikmati indahnya pemandangan pantai di sekitar. (nib/war)

Most Read

Artikel Terbaru

/