alexametrics
30.3 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Warung Makan Nasi Jagung di Grobogan Ini Jadi Langganan Bupati, Apa Menu Favoritnya?

KULINER di Purwodadi, Grobogan belum lengkap jika belum mencoba nasi jagung. Salah satunya di warung makan Harsiti, di Jalan Kapten Rusdiyat, RT 5 RW 2 Kelurahan Danyang Kecamatan Purwodadi. Warung yang berada di tengah kampung tersebut menjadi langganan Bupati Sri Sumarni untuk makan siang.

Sebab, warung makan tersebut hanya buka mulai 09.30 dan tutup pukul 16.00. Warung makan tersebut menjadi ciri khas karena menawarkan banyak macam menu lauk. Seperti botok yuyu dan botok udang.

Kemudian ada sayur lompong, sayur bening, sayur asem, kutuk goreng, welut goreng, peyek udang, peyek yuyu, dan peyek kacang. Yang spesial lagi ada lemi atau telur yuyu. Menu masakan tersebut sedia setiap hari dan tidak ada libur. Setiap hari ada ratusan pembeli datang silih berganti.


Untuk masalah harga terjangkau. Mulai dari Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu. Sehingga warga bisa menikmati makanan khas rakyat Grobogan. Nasi jagung sebagai pengganti nasi beras.

”Bupati Sri Sumarni sering datang ke sini untuk makan siang. Menunya nasi jagung dan sayur lompong. Jika tidak sempat datang, pesan dibawa pulang,” kata Harsiti pemilik warung.

Menurutnya Bupati Sri Sumarni sudah berlangganan makanan nasi jagung sudah puluhan tahun. Sebab, sebelum menjadi Bupati Grobogan dan menjadi anggota DPRD Grobogan sudah suka dengan nasi jagung. Setiap hari libur nasional atau libur kerja juga mengajak keluarga besar ikut makan bersama.

”Beliaunya suka dengan nasi jagung karena rendah gula dan cocok untuk kesehatan,” ujarnya.

MANTAP: Nasi Jagung dipadu dengan sayur botok lompong memang enang dimakan saat siang hari dengan pepes banyar. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Dijelaskan, dalam pembuatan nasi jagung berbeda dengan nasi jagung lainya. Sebab, jagung yang digunakan adalah jagung putih bukan jagung kuning. Begitu cara memasaknya harus didang terlebih dahulu.

”Untuk sayur lompong kami special karena ada campuran yuyu dan campuran bumbu rempah. Sehingga rasanya lebih terasa dengan bumbunya,” terang dia.

Baca Juga :  Crazy Rich Grobogan Pulang Kampung: Menyesal Tak dari Dulu Membangun Jalan

Dalam penyediaan nasi jagung setiap hari bisa menghabiskan 300 porsi nasi. Begitu juga dengan sayur dan lauk yang disediakan. Warung makan nasi jagung memang menjadi khas di Kabupaten Grobogan karena sudah yang berjualan.

”Usaha warung makan ini sudah menjadi turun temurun dari keluarga. Jadi bumbunya sudah khas dan terasa beda,” tandasnya.

Bupati menyukai menu itu, selain karena jadi ciri makanan khas daerah, juga dikarenakan sangat baik untuk kesehatan. Sebab, nasi jagung merupakan pengganti nasi beras yang rendah gula.

Selain itu, rasa nasi jagung tidak kalah dengan makan nasi beras. Di mana rasanya renyah dan gurih. Meski agak persak. Tetapi nasi jagung bisa menjadikan kenyang lebih lama dibandingkan nasi.

”Nasi Jagung itu rasanya renyah gurih dan sayur lompong seger,” kata Sri Sumarni beberapa waktu lalu usai menikmati nasi jagung.

Dirinya mengaku makanan nasi jagung karena banyak manfaat untuk kesehatan. Selain itu,juga menjadi makanan ciri khas daerah. Sehingga harus dilestarikan dan sekaligus mengkampayekan makanan pengganti beras.

”Saya setiap liburan atau pingin makan siang ada waktu mampir di warung makan bu Harsiti Danyang,” ujarnya.

Kesukaan pada warung nasi jagung, juga karena menunya lengkap. Mulai dari ikan, botok dan sayurnya lengkap. Sehingga tinggal memilih sesuai dengan selera. Bahkan dirinya juga megajak anak dan cucunya untuk makan bersama.

”Ini juga untuk mengenalkan anak dan cucu agar bisa makan nasi jagung. Jangan nasi beras terus. Kan ini khas makanan daerah yang perlu dilestarikan,” terang dia. (mun/war)






Reporter: Sirojul Munir

KULINER di Purwodadi, Grobogan belum lengkap jika belum mencoba nasi jagung. Salah satunya di warung makan Harsiti, di Jalan Kapten Rusdiyat, RT 5 RW 2 Kelurahan Danyang Kecamatan Purwodadi. Warung yang berada di tengah kampung tersebut menjadi langganan Bupati Sri Sumarni untuk makan siang.

Sebab, warung makan tersebut hanya buka mulai 09.30 dan tutup pukul 16.00. Warung makan tersebut menjadi ciri khas karena menawarkan banyak macam menu lauk. Seperti botok yuyu dan botok udang.

Kemudian ada sayur lompong, sayur bening, sayur asem, kutuk goreng, welut goreng, peyek udang, peyek yuyu, dan peyek kacang. Yang spesial lagi ada lemi atau telur yuyu. Menu masakan tersebut sedia setiap hari dan tidak ada libur. Setiap hari ada ratusan pembeli datang silih berganti.

Untuk masalah harga terjangkau. Mulai dari Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu. Sehingga warga bisa menikmati makanan khas rakyat Grobogan. Nasi jagung sebagai pengganti nasi beras.

”Bupati Sri Sumarni sering datang ke sini untuk makan siang. Menunya nasi jagung dan sayur lompong. Jika tidak sempat datang, pesan dibawa pulang,” kata Harsiti pemilik warung.

Menurutnya Bupati Sri Sumarni sudah berlangganan makanan nasi jagung sudah puluhan tahun. Sebab, sebelum menjadi Bupati Grobogan dan menjadi anggota DPRD Grobogan sudah suka dengan nasi jagung. Setiap hari libur nasional atau libur kerja juga mengajak keluarga besar ikut makan bersama.

”Beliaunya suka dengan nasi jagung karena rendah gula dan cocok untuk kesehatan,” ujarnya.

MANTAP: Nasi Jagung dipadu dengan sayur botok lompong memang enang dimakan saat siang hari dengan pepes banyar. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Dijelaskan, dalam pembuatan nasi jagung berbeda dengan nasi jagung lainya. Sebab, jagung yang digunakan adalah jagung putih bukan jagung kuning. Begitu cara memasaknya harus didang terlebih dahulu.

”Untuk sayur lompong kami special karena ada campuran yuyu dan campuran bumbu rempah. Sehingga rasanya lebih terasa dengan bumbunya,” terang dia.

Baca Juga :  Ziarah Makam Leluhur pada Hari Jadi Grobogan Dimajukan Lebih Awal    

Dalam penyediaan nasi jagung setiap hari bisa menghabiskan 300 porsi nasi. Begitu juga dengan sayur dan lauk yang disediakan. Warung makan nasi jagung memang menjadi khas di Kabupaten Grobogan karena sudah yang berjualan.

”Usaha warung makan ini sudah menjadi turun temurun dari keluarga. Jadi bumbunya sudah khas dan terasa beda,” tandasnya.

Bupati menyukai menu itu, selain karena jadi ciri makanan khas daerah, juga dikarenakan sangat baik untuk kesehatan. Sebab, nasi jagung merupakan pengganti nasi beras yang rendah gula.

Selain itu, rasa nasi jagung tidak kalah dengan makan nasi beras. Di mana rasanya renyah dan gurih. Meski agak persak. Tetapi nasi jagung bisa menjadikan kenyang lebih lama dibandingkan nasi.

”Nasi Jagung itu rasanya renyah gurih dan sayur lompong seger,” kata Sri Sumarni beberapa waktu lalu usai menikmati nasi jagung.

Dirinya mengaku makanan nasi jagung karena banyak manfaat untuk kesehatan. Selain itu,juga menjadi makanan ciri khas daerah. Sehingga harus dilestarikan dan sekaligus mengkampayekan makanan pengganti beras.

”Saya setiap liburan atau pingin makan siang ada waktu mampir di warung makan bu Harsiti Danyang,” ujarnya.

Kesukaan pada warung nasi jagung, juga karena menunya lengkap. Mulai dari ikan, botok dan sayurnya lengkap. Sehingga tinggal memilih sesuai dengan selera. Bahkan dirinya juga megajak anak dan cucunya untuk makan bersama.

”Ini juga untuk mengenalkan anak dan cucu agar bisa makan nasi jagung. Jangan nasi beras terus. Kan ini khas makanan daerah yang perlu dilestarikan,” terang dia. (mun/war)






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru

/