alexametrics
30.3 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Pecak Kalkun Jadi Kuliner Andalan Kudus

KUDUS – Kabupaten Kudus memiliki segudang kuliner yang khas dan unik. Selain, yang sudah populer seperti soto kerbau, nasi pindah dan sate kerbau.

Sekarang ini ada menu baru yang cukup unik, yakni sate kalkun yang berada di Desa Undangan Tengah, Kecamatan Undaan.

Suasana tradisional tersaji di salah satu warung makan sederhana Gang 14, Desa Undaan Kidul. Olahan ayam kalkun kian mendukung suasana tempo dulu itu.


Warung yang dikonsep dengan perpaduan ornamen tradisional itu milik Awan Binuko, 43. Rumah makan yang sekaligus tempat tinggalnya itu bernama Ratu Pecak. Di sana penikmat kuliner akan dimanjakan beragam jenis olahan kalkun.

“Di sini paling pupuler sate, rica-rica, maupun pecak kalkun,” kata Awan.

Pecak kalkun menjadi menu paling populer. Kata pecak membuat pembeli penasaran. Olahan itu berupa, daging kalkun digoreng dan dipenyet dengan sambaknial mantah.

Namun, proses pembuatan sambalnya di sini sedikit berbeda. Cita rasa sambal cabe merah kian gurih dan lezat karena ditambahkan dengan santan.

“Pecak itu ungkapan yang sering digunakan di daerah Batang, artinya sama yaitu penyet. Jadi kalkun yang sudah digoreng dan dipenyet sambel mantah,” jelasnya.

Baca Juga :  Dinas Gelontorkan Rp 2 Miliar untuk Biaya Pemakaman Warga Miskin di Kudus
MENIKMATI MENU UNIK: Customer warung Pecak Kalkun menikmati sajian sate Kalkun baru-baru ini. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Kelezatan lainnya juga bisa dirasakan lewat olahan tongseng kalkun. Kuah tongseng terasa hangat sekaligus gurih melewati tenggorokan wartawan kota.

Di dalam mangkuk tersebut, disajikan beberapa potongan daging kalkun sekaligus tomat, kol, maupun daun bawang.

Untuk tekstur, sekilas mirip ayam. Namun lebih lembut, empuk, dan juicy. Awan menyebut, semua olahan kalkun dibandrol Rp 30 ribu per satu porsi plus nasi putih.

“Sebisa mungkin saya menjual kalkun dengan rasa spesial dan harga Lamongan (Penyetan, Red),” ungkapnya.

Awan juga menyebut kalkun kaya akan manfaat. Yakni mengandung protein tinggi, vitamin B untuk menjaga stamina tubuh, mempunyai jumlah lemak yang sedikit, sekaligus ada asam amino triptofan untuk mencegah stres.

Penikmat kuliner kalkun di warung milik Awan, kini tak hanya warga lokal, namun juga dari luar daerah, seperti Jakarta, Pati, dan Semarang. Selain melayani penjual di tempat, Awan juga menerima beberapa pesanan. Salah satunya menerima pesanan ingkung maupun menu lain. Harga ingkung biasanya dibandrol mulai Rp 200 ribu hingga Rp 700 ribu, tergantung berat kalkun. (san/zen)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Kabupaten Kudus memiliki segudang kuliner yang khas dan unik. Selain, yang sudah populer seperti soto kerbau, nasi pindah dan sate kerbau.

Sekarang ini ada menu baru yang cukup unik, yakni sate kalkun yang berada di Desa Undangan Tengah, Kecamatan Undaan.

Suasana tradisional tersaji di salah satu warung makan sederhana Gang 14, Desa Undaan Kidul. Olahan ayam kalkun kian mendukung suasana tempo dulu itu.

Warung yang dikonsep dengan perpaduan ornamen tradisional itu milik Awan Binuko, 43. Rumah makan yang sekaligus tempat tinggalnya itu bernama Ratu Pecak. Di sana penikmat kuliner akan dimanjakan beragam jenis olahan kalkun.

“Di sini paling pupuler sate, rica-rica, maupun pecak kalkun,” kata Awan.

Pecak kalkun menjadi menu paling populer. Kata pecak membuat pembeli penasaran. Olahan itu berupa, daging kalkun digoreng dan dipenyet dengan sambaknial mantah.

Namun, proses pembuatan sambalnya di sini sedikit berbeda. Cita rasa sambal cabe merah kian gurih dan lezat karena ditambahkan dengan santan.

“Pecak itu ungkapan yang sering digunakan di daerah Batang, artinya sama yaitu penyet. Jadi kalkun yang sudah digoreng dan dipenyet sambel mantah,” jelasnya.

Baca Juga :  Gelato Asli Italia Bikin Nyes di Mulut
MENIKMATI MENU UNIK: Customer warung Pecak Kalkun menikmati sajian sate Kalkun baru-baru ini. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Kelezatan lainnya juga bisa dirasakan lewat olahan tongseng kalkun. Kuah tongseng terasa hangat sekaligus gurih melewati tenggorokan wartawan kota.

Di dalam mangkuk tersebut, disajikan beberapa potongan daging kalkun sekaligus tomat, kol, maupun daun bawang.

Untuk tekstur, sekilas mirip ayam. Namun lebih lembut, empuk, dan juicy. Awan menyebut, semua olahan kalkun dibandrol Rp 30 ribu per satu porsi plus nasi putih.

“Sebisa mungkin saya menjual kalkun dengan rasa spesial dan harga Lamongan (Penyetan, Red),” ungkapnya.

Awan juga menyebut kalkun kaya akan manfaat. Yakni mengandung protein tinggi, vitamin B untuk menjaga stamina tubuh, mempunyai jumlah lemak yang sedikit, sekaligus ada asam amino triptofan untuk mencegah stres.

Penikmat kuliner kalkun di warung milik Awan, kini tak hanya warga lokal, namun juga dari luar daerah, seperti Jakarta, Pati, dan Semarang. Selain melayani penjual di tempat, Awan juga menerima beberapa pesanan. Salah satunya menerima pesanan ingkung maupun menu lain. Harga ingkung biasanya dibandrol mulai Rp 200 ribu hingga Rp 700 ribu, tergantung berat kalkun. (san/zen)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/