alexametrics
30.3 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Menu Kalkun Jadi Ikon Baru Kuliner Kudus

KUDUS – Kampung Kalkun, yang disematkan pada Desa Undaan Tengah, Kecamatan Undaan, Kudus, menjadi ikon baru kuliner Kudus. Sekitar tahun 2019, Kampung Kalkun itu diresmikan oleh Bupati Kudus Hartopo. Sehingga kampung itu terkenal kuliner kalkunya, seperti rica-rica kalkun, sate kalkun, sop kalkun, dan lainnya.

Bupati Kudus Hartopo mengapresiasi kegiatan yang digagas Kelompok Petani Semarak Kalkun Kudus (SKK) tersebut. Pihaknya menyebut saat ini masyarakat hanya mengenal kalkun sebagai ayam hias, namun oleh SKK dapat dikelola dan dibudidayakan serta dapat diolah menjadi masakan yang lezat.

”Kalkun yang dulu hanya dikenal sebagai ayam hiasan, namun ternyata bisa dibudidayakan dan disajikan dalam bentuk olahan masakan yang enak,” kata Bupati Hartopo.


Ia juga berpesan kepada kelompok tani agar terus menjalin komunikasi dan bersinergi dengan semua pihak. Baik dari Pemerintah Kudus (Pemkab), perusahaan makanan maupun dari akademisi. Supaya mendapatkan motivasi dan edukasi. Sehingga peternak ayam kalkun dapat berkembang pesat.

Baca Juga :  Puli Kothokan, Makanan Khas Desa Janggalan Kudus Makin Gurih dengan Tambahan Udang

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Mutrikah mengatadakan keberadaan kuliner kalkun dapat menjadi ikon baru masakan di Kudus. Sehingga dapat menambah ragam inovasi menu kuliner di Kudus.

”Masyarakat di luar Kudus, sudah mengetahui dan menjadi jujukan kuliner baru Kudus yang bahan baku utamanya kalkun. Kesan mereka ya terbilang enak dan jarang sekali dijumpai warung makan yang menyajikan ayam kalkun. Harapan saya kuliner maupun budidaya kalkun terus berjalan. Sehingga, masyarakat lebih mengenal kalkun sebagai kuliner di Kabupaten Kudus,” terangnya. (san/zen)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Kampung Kalkun, yang disematkan pada Desa Undaan Tengah, Kecamatan Undaan, Kudus, menjadi ikon baru kuliner Kudus. Sekitar tahun 2019, Kampung Kalkun itu diresmikan oleh Bupati Kudus Hartopo. Sehingga kampung itu terkenal kuliner kalkunya, seperti rica-rica kalkun, sate kalkun, sop kalkun, dan lainnya.

Bupati Kudus Hartopo mengapresiasi kegiatan yang digagas Kelompok Petani Semarak Kalkun Kudus (SKK) tersebut. Pihaknya menyebut saat ini masyarakat hanya mengenal kalkun sebagai ayam hias, namun oleh SKK dapat dikelola dan dibudidayakan serta dapat diolah menjadi masakan yang lezat.

”Kalkun yang dulu hanya dikenal sebagai ayam hiasan, namun ternyata bisa dibudidayakan dan disajikan dalam bentuk olahan masakan yang enak,” kata Bupati Hartopo.

Ia juga berpesan kepada kelompok tani agar terus menjalin komunikasi dan bersinergi dengan semua pihak. Baik dari Pemerintah Kudus (Pemkab), perusahaan makanan maupun dari akademisi. Supaya mendapatkan motivasi dan edukasi. Sehingga peternak ayam kalkun dapat berkembang pesat.

Baca Juga :  Pagar Rumah yang Sempat Hebohkan Warga Kudus Akhirnya Dibongkar

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Mutrikah mengatadakan keberadaan kuliner kalkun dapat menjadi ikon baru masakan di Kudus. Sehingga dapat menambah ragam inovasi menu kuliner di Kudus.

”Masyarakat di luar Kudus, sudah mengetahui dan menjadi jujukan kuliner baru Kudus yang bahan baku utamanya kalkun. Kesan mereka ya terbilang enak dan jarang sekali dijumpai warung makan yang menyajikan ayam kalkun. Harapan saya kuliner maupun budidaya kalkun terus berjalan. Sehingga, masyarakat lebih mengenal kalkun sebagai kuliner di Kabupaten Kudus,” terangnya. (san/zen)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/