Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ngabuburit di Kampung Ramadan Kudus Membludak! Lebih 30 Pedagang Diserbu Warga, Mochi Ludes Dalam 1 Jam

Andika Trisna Saputra • Minggu, 8 Maret 2026 | 17:39 WIB

TRADISI: Masyarakat berburu takjil menjelang Buka Puasa saat ramadan di Kampung Ramadan, kemarin. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
TRADISI: Masyarakat berburu takjil menjelang Buka Puasa saat ramadan di Kampung Ramadan, kemarin. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KUDUS – Fenomena war takjil menjadi pemandangan yang hampir selalu muncul setiap Ramadan.

Menjelang waktu berbuka puasa, masyarakat berbondong-bondong mencari kudapan manis dan minuman segar untuk membatalkan puasa setelah seharian menahan lapar dan dahaga.

Suasana tersebut terlihat di Kampung Ramadan Desa Demaan, Kabupaten Kudus.

Kawasan di sepanjang Jalan Pangeran Puger, tepatnya dari Perempatan Kojan ke arah utara, berubah menjadi pusat keramaian saat sore hari.

Sejak pukul 16.00 WIB, arus kendaraan bermotor dan pejalan kaki mulai memadati area tersebut.

Banyak warga yang datang untuk ngabuburit sekaligus berburu aneka kuliner khas Ramadan.

Fenomena war takjil ini juga dirasakan oleh Niken Cantika Sari, warga Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak.

Ia datang bersama empat temannya untuk mencari menu berbuka puasa.

Menurut Niken, berburu takjil sudah menjadi kegiatan yang menyenangkan saat Ramadan, terutama bagi kalangan muda.

“Seru juga ada Kampung Ramadan di sini, bisa jajan dan berburu takjil sama teman-teman,” ujarnya saat mengantre makanan.

Niken tiba di lokasi sekitar pukul 16.30 WIB. Ia mengaku terkejut melihat ramainya aktivitas ngabuburit di kawasan tersebut.

Setelah berkeliling melihat berbagai lapak, ia akhirnya membeli kue balok dan minuman sebagai menu pembuka berbuka puasa.

Pengunjung lain, Eva Amelia mengatakan biasanya mulai berburu takjil sekitar pukul 16.00 WIB.

Menurutnya, suasana akan semakin padat menjelang pukul 17.00 WIB.

“Kalau ramai biasanya jam empat sampai jam lima sudah penuh. Bahkan beberapa dagangan sudah habis duluan,” katanya.

Ia mengaku hari itu membeli mochi dan es buah yang dijajakan oleh pedagang di Kampung Ramadan.

Di kawasan tersebut, terdapat lebih dari 30 pedagang dadakan yang menjajakan berbagai jenis kuliner.

Mulai dari jajanan tradisional, makanan kekinian, hingga menu viral yang sedang populer di kalangan anak muda.

Ramainya pembeli membuat sebagian pedagang mampu menghabiskan dagangan mereka hanya dalam waktu satu hingga dua jam sebelum waktu berbuka puasa.

Salah satu pedagang yang merasakan berkah dari keramaian tersebut adalah Muthia Arman Dhita Putri.

Ia mengaku kewalahan melayani pembeli yang terus berdatangan.

Setiap hari, Muthia membawa sekitar 15 boks mochi untuk dijual.

Dalam satu boks terdapat 35 buah mochi.

“Alhamdulillah dalam waktu satu jam sudah habis dagangannya,” katanya.

Ia mengaku senang karena dagangannya selalu ludes terjual setiap hari sejak Kampung Ramadan dibuka.

Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu menambah penghasilan selama bulan puasa.

Muthia berharap kegiatan Kampung Ramadan bisa terus digelar setiap tahun karena terbukti menarik banyak pengunjung.

“Lumayan buat tambah rezeki. Ini juga baru pertama kali ada Kampung Ramadan di sini, ternyata sangat ramai,” ungkapnya.

Direktur BUMDes Desa Demaan, Akhmad Ikhwad mengatakan, Kampung Ramadan di desanya memang baru pertama kali digelar pada tahun ini.

Pihak BUMDes memfasilitasi para pedagang dengan menyediakan tenda agar mereka bisa berjualan dengan lebih tertata dan nyaman.

Menurutnya, kegiatan tersebut digelar selama 25 hari, mulai 21 Februari hingga 17 Maret 2026.

Ikhwad menambahkan, kemeriahan Kampung Ramadan juga tidak lepas dari tradisi Dandangan yang sebelumnya digelar di Kudus.

“Setelah tradisi Dandangan, kami memanfaatkan stand yang ada agar pelaku UMKM bisa berjualan di momen Ramadan,” jelasnya.

Melihat antusiasme masyarakat yang tinggi, pihaknya berencana menambah jumlah pedagang pada penyelenggaraan tahun depan agar Kampung Ramadan Desa Demaan semakin meriah. (dik)

Editor : Mahendra Aditya
#war takjil #ramadan #takjil #tradisi #Kudus