KUDUS — Revitalisasi Pasar Barang Bekas (Babe) Kudus yang terbakar pada 2024 kini memasuki tahap akhir.
Proyek pembangunan gedung tahap dua yang dikerjakan sejak 22 Oktober 2025 itu telah mencapai progres lebih dari 80 persen per Selasa (10/12).
Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus melakukan monitoring langsung untuk memastikan penyelesaian sesuai jadwal.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perdagangan Kudus, Djati Sholechah, mengungkapkan bahwa capaian tersebut bahkan melampaui deviasi target sekitar 2–3 persen.
Berdasarkan laporan konsultan pengawas, pekerjaan sudah berada di angka 80 persen lebih.
“Kontraknya sampai 29 Desember, tapi mudah-mudahan tanggal 20-an sudah selesai. Saat ini kurang pemasangan atap dan pengecoran lantai,” ujarnya.
Pembangunan tahap dua ini dibiayai melalui APBD murni tahun 2025 dengan anggaran Rp 1,1 miliar.
Setelah selesai, bangunan baru tersebut akan menampung seluruh pedagang terdampak kebakaran, sebanyak 187 pedagang, termasuk bangunan yang sudah dikerjakan pada akhir 2024 lalu.
Kontrak kerjanya 70 hari kalender.
Djati menyebutkan, penyelesaian gedung tahap dua menjadi harapan besar agar seluruh pedagang bisa kembali berjualan pada awal tahun mendatang.
“Harapannya setelah selesai langsung bisa digunakan. Soal penempatannya, nanti pedagang yang mengatur sendiri, mau diundi atau bagaimana,” katanya.
Meski sebagian pedagang mengusulkan penambahan sekat kios, Djati menegaskan bahwa kondisi keuangan daerah belum memungkinkan.
Baik APBD 2025 maupun 2026 belum dapat mengalokasikan anggaran untuk pemasangan sekat sesuai permintaan paguyuban pedagang.
“Sementara gedung masih dalam kondisi plong tanpa sekat. Kami berharap pedagang bersedia menempati kondisi yang ada dulu,” jelasnya.
Dalam proses pekerjaan, pemasangan atap akan menjadi prioritas agar pengecoran lantai berlangsung tanpa terhambat cuaca.
"Semoga revitalisasi Pasar Babe dapat memulihkan aktivitas ekonomi para pedagang yang telah lebih dari setahun terdampak kebakaran," katanya. (dik)
Editor : Mahendra Aditya