KUDUS – Kolaborasi lintas sektor antara BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat dan berkualitas kepada masyarakat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan Spesialis Keliling (Speling) Melesat, Mentoring Spesialis, dan BPJS Keliling.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan Mentoring Spesialis yang dilaksanakan di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara pada Senin (20/10), dan dilanjutkan dengan Spesialis serta BPJS Keliling di Dinas Kesehatan dan Desa Damarwulan, Kecamatan Keling, pada Kamis (23/10).
Melalui program mentoring spesialis, BPJS Kesehatan Cabang Kudus menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran dokter Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan memastikan masyarakat di wilayah pelosok tetap mendapatkan akses layanan kesehatan yang optimal.
Sebanyak 22 dokter FKTP di wilayah Jepara mengikuti sesi pembelajaran dari dokter spesialis bedah, spesialis penyakit dalam dan spesialis kandungan dari RSUD dr. Rehatta, yang membahas materi seputar hipertensi, perawatan kaki diabetik, dan preeklamsia.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kudus, Heni Riswanti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu layanan dan sinergi lintas sektor dalam mendukung Transformasi Mutu Layanan JKN.
Ia berharap, kegiatan ini menjadi tambahan ilmu bagi tenaga Kesehatan khususnya di FKTP untuk menambah kualitas pelayanannya.
“Melalui kegiatan Speling dan Mentoring Spesialis, kita memperkuat kapasitas FKTP agar lebih siap menangani kasus-kasus ringan di tingkat pertama. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana berbagi ilmu dan mempererat koordinasi antara dokter FKTP, dokter spesialis, dan BPJS Kesehatan. Harapannya, pelayanan menjadi lebih cepat, tepat, dan efisien. Dan kami juga percaya, sinergi dan kolaborasi seperti ini adalah kunci dalam menghadirkan layanan kesehatan yang merata hingga pelosok,” ujar Heni.
Perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Jati Kartinawati, juga menyampaikan apresiasi atas sinergi ini.
Menurutnya, program Speling dan Mentoring Spesialis bukan sekedar menghadirkan dokter spesialis ke desa, tapi juga bentuk nyata transfer knowledge agar dokter puskesmas dapat meningkatkan kompetensinya dalam menangani kasus-kasus yang terjadi lapangan. Tentunya kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para dokter puskesmas.
“Kegiatan seperti ini memberi ruang diskusi yang nyata tentang praktik di lapangan karena kami mengetahui secara langsung kondisi yang dialami masyarakat. Kami bisa saling berbagi pengalaman dan memahami kendala yang terjadi di FKTP. Semoga kegiatan ini bisa terus dilakukan secara berkala,” ujarnya.
Hal yang sama juga dituturkan oleh salah satu peserta kegiatan Mentoring Spesialis. Diyan Nur, dokter dari Puskesmas Keling 1 Jepara ini mengaku mendapat banyak manfaat dari kegiatan ini.
Melalui kegiatan ini dirinya mendapatkan informasi langsung dari dokter ahli di bidangnya.
“Dengan menghadirkan dokter spesialis kandungan, spesialis penyakit dalam, dan spesialis bedah sebagai narasumber dalam kegiatan ini tentunya sangat bermanfaat bagi kami. Kami jadi tahu bagaimana menangani pasien secara tepat. Harapannya kegiatan ini bisa rutin dilakukan agar kami di FKTP bisa terus belajar dari dokter yang lebih ahli,” tuturnya.
Pelayanan BPJS Keliling dan dokter spesialis keliling di Desa Damarwulan, Kecamatan Keling ini juga mendapat antusias yang besar dari masyarakat.
Kegiatan ini dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis sekaligus mengurus administrasi kepesertaan JKN tanpa harus datang ke kantor cabang.
Sinergi melalui kegiatan Speling Melesat, Mentoring Spesialis, dan BPJS Keliling yang telah dilaksanakan di Kabupatan Kudus, Grobogan, dan Jepara, merupakan bentuk upaya dalam menghadirkan dalam menghadirkan layanan yang mudah, cepat, dan setara bagi seluruh peserta JKN. (*)
Editor : Ali Mustofa