KOTA – Upaya pelestarian jejak sejarah tokoh intelektual Raden Mas Panji Sosrokartono terus digalakkan.
Sosok kakak kandung R.A. Kartini ini dinilai layak mendapat gelar pahlawan nasional atas kiprahnya di bidang pendidikan, jurnalistik, kebudayaan, hingga diplomasi bahasa.
Ketua Yayasan Pesarean Sidomukti Kaliputu, Wahju Hadiningrat, menegaskan pentingnya mendorong pengakuan negara terhadap jasa besar Sosrokartono.
Baca Juga: RendangMu, Kurban Disulap Jadi 6.340 Kaleng Rendang
Apalagi, selama ini banyak masyarakat yang belum mengenal sosoknya secara utuh.
“Sosrokartono bukan hanya juru bahasa. Ia seorang jenius yang mengabdikan ilmunya untuk bangsa. Sudah saatnya beliau diajukan sebagai pahlawan nasional,” ujar Wahju.
Ia menjelaskan bahwa makam Sosrokartono berada di kompleks pemakaman Sidomukti, Desa Kaliputu, Kecamatan Kota, Kudus.
Tokoh kelahiran 10 April 1877 itu dikenal menguasai lebih dari 26 bahasa asing dan 10 bahasa daerah.
Bahkan sempat menjadi wartawan perang di masa Perang Dunia I.
Guna memperkuat jejak historisnya, Wahju menggagas penggantian nama Jalan Kaliputu menjadi Jalan Sosrokartono.
Ia juga mendorong adanya walking tour sejarah, pameran arsip, hingga program edukasi publik agar masyarakat, khususnya generasi muda, mengenal lebih dekat sosok luar biasa ini.
Baca Juga: Kirab Grebeg Suro Kudus Dibanjiri Warga, Ini yang Mereka Cari!
“Kami ingin menghidupkan kembali ingatan publik. Dengan memahami siapa Sosrokartono, kita bisa belajar tentang integritas, nasionalisme, dan kesederhanaan,” imbuhnya.
Salah satu falsafah hidupnya, “Soegih tanpa banda, digdojo tanpa adji, ngloeroeg tanpa bala, menang tan ngasoraken”, yang tertuang dalam memoir surat yang ditulisnya pada 12 November 1931 kepada warga Monosoeka di Sumatera.
Falsafah tersebut mencerminkan nilai-nilai spiritual dan kearifan lokal yang relevan hingga kini.
Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa Sosrokartono merupakan penulis dan sastrawan yang luar biasa.
Hingga mendapat julukan oleh orang Eropa sebagai Si Jenius dari Timur, berkat kecerdasan dan keahlian berbahasanya.
Wahju berharap, Pemkab Kudus dapat turut serta dalam upaya pengusulan gelar pahlawan nasional.
Dukungan institusional dibutuhkan untuk memperkuat pengakuan resmi atas dedikasi Sosrokartono dalam membangun identitas bangsa.
“Ini bukan soal popularitas. Ini soal penghormatan atas jasa. Sudah sepatutnya Kudus bangga punya tokoh sekelas Sosrokartono,” tandasnya. (dik)
Editor : Mahendra Aditya