KUDUS – Keringat bercampur lumpur, semangat yang tak kenal menyerah.
Begitulah Riska Amelia Agustina, rider downhill kelas women elite dari CSK Factory Team, menghadapi tantangan di Ternadi Bike Park, Dawe, Kudus, Minggu (20/10).
Di tengah lintasan basah dan licin, dengan kontrol sepeda yang menuntut ketepatan tinggi, Riska terus bertarung, meski harus menelan pahitnya jauh saat final run.
Keikutsertaannya dalam seri kedua downhill kali ini bukanlah tanpa risiko. Ternadi Bike Park, yang terkenal dengan jalurnya yang ekstrem, menjadi ajang uji nyali bagi banyak rider profesional.
Di sesi seeding run, Riska menunjukkan performa gemilang dengan mencatat waktu tercepat, sekitar 3 menit, di atas lintasan kering.
Namun, segala berubah di final run. Hujan yang mengguyur area sejak pagi membuat lintasan menjadi berlumpur dan sangat licin.
Menghadapi kondisi ini, Riska yang sudah berpengalaman di berbagai ajang internasional, termasuk Asia Mountain Bike di Malaysia, berusaha mengendalikan sepedanya.
Namun, lintasan yang basah memaksanya tergelincir. Walau demikian, dengan determinasi yang tinggi, ia kembali bangkit dan mengayuh sepeda dengan sisa tenaga untuk menyelesaikan balapan.
"Lintasannya sangat menantang, licin karena hujan," kata Riska.
Meski finish di urutan keenam, semangatnya untuk terus maju tak surut. Terjatuh di lintasan bukan hal baru bagi Riska.
Pada tahun sebelumnya, di lintasan yang sama, ia juga sempat mengalami hal serupa.
Namun, dengan jiwa pantang menyerah, ia selalu kembali dan menunjukkan performa terbaik.
Riska, yang berasal dari Sumedang, Jawa Barat, memang dikenal sebagai pembalap yang gigih.
Meski usai balapan kali ini ia harus puas dengan hasil yang tak sesuai harapan, fokusnya kini beralih ke kejuaraan internasional di Kanada pada tahun depan.
"Januari nanti saya akan membalap di Australia, kemudian lanjut ke Kanada," ujarnya dengan antusias.
Rencana untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional sudah matang. Pemusatan latihan akan dilakukan di Malang bersama timnya.
Riska sadar, persaingan ketat, termasuk menghadapi pemegang juara dunia, menanti di depan mata.
Namun, semangatnya tak goyah. Dengan persiapan fisik yang intensif, ia berharap bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia.
Semangat juang Riska Amelia Agustina menjadi inspirasi, bahwa jatuh bukanlah akhir.
Sebaliknya, dari jatuh itulah seseorang bisa bangkit lebih kuat dan lebih siap menghadapi tantangan berikutnya.
Tahun depan, Riska akan berlaga di Australia dan Kanada, membawa harapan besar untuk dunia downhill Indonesia. (gal/khim)
Editor : Abdul Rokhim