Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Potret Lumpuhnya Jalan Pantura usai Tanggul Sungai Wulan di Demak Jebol Lagi

Galih Erlambang Wiradinata • Senin, 18 Maret 2024 | 16:51 WIB
TERENDAM: Tanggul di Demak Jebol, Akses Jalan Pantura Lumpuh.
TERENDAM: Tanggul di Demak Jebol, Akses Jalan Pantura Lumpuh.

KUDUS - Jalan Pantura Kudus-Demak terendam banjir sekitar pukul 01.00 Minggu (17/3).

Hal itu dikarenakan tanggul di sisi sungai Wulan Demak jebol.

Akibatnya jalan pantura putus terdam banjir dengan ketinggian sekitar satu meter.

Juga merendam puluhan ribu rumah di Kecamatan Karanganyar, Demak. 

Ketinggian air di sekitar pemukiman sekitar tiga meter. 

Peristiwa itu terulang kembali seperti pada Februari lalu. Sebagaimana kemarin, intensitas hujan beberapa hari. Sebelum tanggul Wulan bagian Demak Jebol, banjir merendam Kabupaten Grobogan. Bahkan pusat kota itu dipenuhi air. Sampai akhirnya aliran air sungai Wulan deras membuat tanggul jebol. 

Saat itu pengungsi Kecamatan Karanganyar, Demak, memilih mengungsi ke Kudus. Kabupaten terdekat wilayah itu. 

Pengalihan arus lalu lintas kemarin tak berbeda dengan kejadian Februari itu. Kendaraan yang hendak ke Semarang dialihkan sementara waktu lewat Jepara dan Grobogan.

KBO Satalntas Polres Kudus, Iptu Noor Alifi mengatakan banjir dengan arus deras dan dalam di perbatasan Kabupaten Kudus dan Demak mengakibatkan Jalan Pantura Kudus-Demak tidak bisa dilewati. Baik sepeda motor maupun mobil. 

”Kami sarankan kendaraan kecil yang hendak ke Semarang bisa melintas lewat Jepara,” ungkapnya. 

Alifi juga menyarankan, kendaraan sumbu tiga atau truk tidak lewat Jepara. Hal ini untuk mengurai kepadatan lalu lintas di Jepara. 

”Kendaraan bisa melintas di Kabupaten Blora dan Grobogan. Sehingga tembus ke wilayah Semarang,” katanya. 

Sementara itu, Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Lutfi mengatakan, untuk mengatasi Jalan Pantura yang lumpuh akan dilakukan pengalihan arus. Pihaknya memikirkan jalan yang aman untuk dilintasi kendaraan sumbu panjang. 

”Kami sudah menyiapkan beberapa kantong parkir, yang nanti biar istirahat (Sopir, Red). Karena tidak bisa dipaksa karena lumpuh,” katanya. 

Kapolda telah melaporkan banjir yang melanda Kabupaten Demak kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. 

Diharapkan ada penanganan dalam penambalan tanggul di Sungai Wulan. Pasalnya ia melihat jebolan semakin parah ketimbang sebelumnya.

Widia, salah satu warga Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Demak, mengaku banjir datang pada Minggu (17/3) sekitar pukul 02.00. Saat itu ia bersama keluarganya telah bersiap-siap untuk mengungsi. 

”Ketinggian air sampai se genting rumah atau bisa tiga meter,” katanya. 

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, 74 desa di 10 kecamatan terdampak banjir.

Sementara warga yang terdampak ada sebanyak 75.004 jiwa dan yang mengungsi 4.244 jiwa. 

Sementara daftar tanggul yang jebol berada di enam titik. Tanggul Sungai Bugel, Godong, Grobogan. 

Tanggul Klambu kiri sungai Desa Ngemplik Wetan, Karanganyar, Demak. Tanggul Sungai Dombo, Desa Menur, Mranggen.

Tanggul sungai jebol di Dukuh Menawan, Desa Merak, Dempet, Demak. Tanggul sungai jebol di Dukuh Luwuk, Desa Sidomulyo, Dempet. Dan tanggul Sungai Jratun, Desa Tambirejo, Kec Gajah, Demak. 

Lokasi pengungsi yang terdampak banjir berada di 24 titik. 

BPBD juga mencatat, kebutuhan yang mendesak diperlukan saat ini berupa, sembako, nasi bungkus, tikar, obat-obatan, MPASI, air bersih, pampers, pembalut, pakaian, dan obat nyamuk oles. (gal/zen) 

Editor : Abdul Rokhim
#demak #tanggul #Pantura lumpuh #Sungai Wulan #jebol #Kudus