Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tanggul Sungai Wulan di Demak Kembali Jebol, Puluhan Ribu Jiwa Kebanjiran hingga Jalan Pantura Lumpuh

Galih Erlambang Wiradinata • Senin, 18 Maret 2024 | 00:11 WIB

TERENDAM: Jalan Pantura Kudus-Demak lumpuh akibat banjir usai tanggul Sungai Wulan kembali jebol.
TERENDAM: Jalan Pantura Kudus-Demak lumpuh akibat banjir usai tanggul Sungai Wulan kembali jebol.


KUDUS - Jalan Pantura Kudus-Demak terendam banjir Minggu (17/3). Hal ini dikarenakan jebolnya tanggul Sungai Wulan di wilayah Demak.

Akibat jebolnya tanggul Sungai Wulan, akses jalan pantura pun terputus.

Sementara warga yang terdampak ada sebanyak 75.004 jiwa dan yang mengungsi 4.244 jiwa.

Dari pantauan Jawa Pos Radus lapangan, Jalan Pantura Kudus-Demak terendam banjir. Ketinggian air di jalan mencapai satu meter.

Sementara, di permukiman ketinggian air sekitar tiga meter. Peristiwa ini terulang kembali seperti pada bulan Februari silam.

Baca Juga: Dua Santriwati di Purwodadi Grobogan Diduga Hilang Terseret Banjir, Begini Kronologinya

Melihat jalan terendam, akses Jalan Pantura Kudus-Demak ditutup untuk sementara waktu.

Kendaraan yang hendak ke Semarang dialihkan sementara waktu ke arah Jepara.

KBO Satlantas Polres Kudus, Iptu Noor Alifi mengatakan, adanya genangan air di perbatasan Kabupaten Kudus dan Demak sampai saat ini Jalan Pantura tidak bisa dilintasi. Baik dilintasi oleh sepeda motor maupun mobil.

”Kami sarankan kendaraan kecil yang hendak ke Semarang bisa melintas ke Jepara,” ungkapnya.

Alifi juga menyarankan, kendaraan sumbu tiga atau truk disarankan tidak melintas di wilayah Jepara.

Hal ini untuk mengurai kepadatan lalu lintas di wilayah Jepara.

Baca Juga: Lagi! Tanggul Sungai Wulan Jebol, Jalur Pantura Demak Arah Kudus Ditutup dan Dialihkan ke Jepara

”Kendaraan bisa melintas di Kabupaten Blora dan Grobogan, sehingga tembus ke wilayah Semarang,” katanya.

Sementara itu, Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Lutfi mengatakan, untuk mengatasi Jalan Pantura yang lumpuh akan dilakukan pengalihan arus.

Pihaknya memikirkan jalan yang aman untuk dilantasi kendaraan sumbu panjang.

”Kami sudah menyiapkan beberapa kantong parkir, yang nanti biar istirahat (Sopir, Red). Karena tidak bisa dipaksa karena lumpuh,” katanya.

Kapolda telah melaporkan banjir yang melanda Kabupaten Demak kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Diharapkan ada penanganan dalam penambalan tanggul di Sungai Wulan.

Pasalnya ia melihat jebolan semakin parah ketimbang sebelumnya.

Widia, salah satu warga Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar mengaku banjir datang pada Minggu (17/3) sekitar pukul 02.00 WIB.

Saat itu, ia bersama keluarganya telah bersiap-siap untuk mengungsi.

”Ketinggian air sampai segenting rumah, atau bisa tiga meter,” katanya.

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, ada sebanyak 74 desa di 10 kecamatan yang terdampak banjir.

Sementara warga yang terdampak ada sebanyak 75.004 jiwa dan yang mengungsi 4.244 jiwa.

Sementara daftar tanggul yang jebol berada di lima titik. Lokasi pengungsi yang terdampak banjir berada di 24 titik.

BPBD juga mencatat, kebutuhan yang mendesak diperlukan saat ini berupa, sembako, nasi bungkus, tikar, obat-obatan, MPASI, air bersih, pampers, pembalut, pakaian, dan obat nyamuk oles. (gal/khim)

Editor : Abdul Rokhim
#tanggul jebol #banjir #demak #Sungai Wulan #pantura #Kudus