Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

UPDATE! Ini Daftar Wilayah di Kudus yang Terdampak Banjir, Warga Mulai Mengungsi!

Sekarwati • Jumat, 15 Maret 2024 | 02:18 WIB
NGUNGSI: Warga terdampak banjir mengungsi di Balai Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus Kamis (14/3).
NGUNGSI: Warga terdampak banjir mengungsi di Balai Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus Kamis (14/3).

KUDUS - Curah hujan tinggi selama beberapa hari membuat lima desa di Kecamatan Jati, Kudus terendam banjir.

Bahkan saat ini warga terdampak banjir mulai mengungsi. 

Lima desa yang terendam banjir diantaranya, Desa Jati Wetan, Jati Lor, Jetis Kapuan, Tanjungkarang, dan Pasuruan Lor. 

Hal itu dibenarkan Camat Jati Fiza Akbar.

Ia mengatakan, sementara ini terdapat 20 jiwa dari 6 KK yang mengungsi di Balai Desa Jati Wetan.

Pihaknya bersama dengan tim gabungan bencana dalam proses evakuasi ke rumah warga terdampak banjir.

"Kondisi air di pemukiman warga terus meningkat. Kami masih fokus evakuasi warga terlebih dahulu. Setelah itu kami siapkan dapur umum, " katanya kemarin.

Menurutnya, kondisi banjir terparah berada di Desa Jati Wetan, yang berada di Dukuh Tanggulangin, Barisan, dan Gendok.

Kemudian di Desa Jetis Kapuan yang merendam wilayah tiga RW.

Total dari masyarakat yang terdampak banjir di Kecamatan Jati, Kudus berkisar 6.800 jiwa. 

"Ketinggian air di permukiman warga kurang lebih 30-60 sentimeter, bahkan lebih di wilayah terdalam 70 sentimeter, " terangnya. 

Ia menyebut, banjir yang merendam rumah-rumah warga disebabkan curah hujan tinggi.

Sehingga membuat sungai tidak mampu menampung banyaknya air. 

Kecamatan Jati merupakan wilayah terendah di Kabupaten Kudus.

Apabila musim hujan, warga langganan terkena banjir. 

"Terutama di wilayah Desa Jati Wetan secara geografis paling rendah, yang juga terkena limpasan dari daratan tinggi Muria, " jelasnya.

Melihat banjir yang melebar, pihaknya masih melakukan penjaringan data dengan melibatkan stakeholder membantu proses evakuasi warga.

Hal itu juga yang dialami Siti Jamaah, warga Dukuh Tanggulangin Desa Jati Wetan.

Ia mengaku dengan suka rela datang ke posko pengungsian.

Bersama dengan anggota keluarganya ia tiba di Balai Desa Jati Wetan pukul 10.00.

Ia mengatakan, banjir di rumahnya setinggi lutut orang dewasa. Sedangkan air masuk dalam rumah sejak Rabu (13/3) lalu.

Menurutnya, setiap musim hujan rumahnya selalu kebanjiran dan terpaksa ngungsi untuk menyelamatkan keluarga. 

"Saya tahu air sudah masuk rumah, barang-barang langsung diamankan. Setiap tahun pasti ngungsi di sini (Balai Desa Jati Wetan, Red)," paparnya. (wat) 

Editor : Dzikrina Abdillah
#jati #warga #banjir #evakuasi #mengungsi #Kudus