KUDUS – Fosil yang di Museum Purbakala Patiayam Kudus menjadi warisan berharga yang tak ternilai harganya.
Kekayaan itu, harus dilestarikan dan dikenalkan luas untuk masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Pj Bupati Kudus M. Hasan Chabibie saat berkunjung di Museum Purbakala Patiayam di Desa Terban, Jekulo, kemarin (29/1).
Ia melihat koleksi fosil yang dipajang dalam etalase yang ada di museum.
”Alhamdulillah, saya bisa silaturahim ke temen-temen pengelola Museum Patiayam. Saya sudah lihat beberapa koleksi yang ada di sini (Museum Purbakala Patiayam, Red). Mulai dari gajah serta binatang laut dan rawa purba. Ada lebih dari 10.000 fragmen dan 200 koleksi yang ditampilkan,” katanya.
Dia pun meminta agar organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, bisa menata lagi museum, agar bisa dinikmati oleh masyarakat luas.
Ia menerangkan, keunikan Museum Purbakala Patiayam, di antaranya, sebagai warisan yang tidak ternilai harganya.
Kedua, tentu harapannya bisa jadi wisata edukasi yang mendidik, terutama masyarakat Kudus dan sekitarnya.
Salah satu masukan yang diberikan, dengan melakukan komunikan bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, untuk menggaet kalangan pelajar mengunjungi Museum Patiayam secara rutin dan regular.
”Apalagi Kurikulum Merdeka itu lebih fleksibel,” tandasnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Disbudpar Kabupaten Kudus Mutrikah menyampaikan, pihaknya sebelumnya sudah memprogramkan dalam bentuk giat Museum Keliling.
Ia berharap, dengan adanya dukungan dari Pj bupati Kudus, nantinya bisa lebih mengoptimalkan lagi kunjungan wisata dari kalangan pelajar.
Terlebih, di Kudus ini ada sekitar 500 SD dan SMP.
”Kami berharap, nanti ada kebijakan dari Pj Bupati Kudus Hasan, agar bisa membuat program pelajar berkunjung ke museum. Bisa setahun sekali. Itu sudah membuat peningkatan kunjungan yang luar biasa,” imbuhnya. (san/lin)
Editor : Ali Mustofa