Kholida (41), ibu korban mengatakan, saat kejadian putranya bilang, ia masih di atas motor. Setelah dibacok kemudian takut dan minta ampun. Kemudian motor yang dikendarai anak saya itu ditendang. Begal cuma bawa handphone.
BACA JUGA: Kronologi Kasus Begal Bacok Korban di Kudus Gegerkan Warga
”Putra saya mengambil tangannya yang putus. Setelah itu baru meminta tolong,” kata Kholida saat ditemui wartawan Jawa Pos Radar Kudus di RSUD dr Loekmonohadi Kudus, Kamis (6/1).
Saat menunggui putranya yang terbaring di ruang IGD, Kholida menambahkan, selain tangan kirinya putus, juga mengalami luka di punggung kiri, sehingga harus menerima 14 jahitan
“Pihak kepolisian segera mengungkap kasus itu. Sehingga pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya,” harapnya.
Berita tangan manusia di Taman Bumi Wangi, Kudus, Jawa Tengah, ini mulai menggegerkan masyarakat setelah viral di media sosial (medsos).
Dalam foto yang beredar, terlihat sebuah potongan telapak tangan tergeletak di jalan. Terlihat masih ada darah di pergelangan tangan yang putus tersebut.
Dituliskan diduga kejadian itu merupakan korban pembacokan. Lokasi kejadian berada di Taman Bumi Wangi Jekulo.
"Geger genjek, terjadi pembacokan. TKP Taman Bumi Wangi Jekulo, sementara korban diduga orang Mejobo," bunyi keterangan dalam foto tersebut.
Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma melalui Kasatreskrim Polres Kudus AKP Agustinus David menyebut, pelaku berjumlah empat orang dengan mengendarai dua sepeda motor.
Dari kronologi kejadian, dia menyebut, korban sebelumnya hendak jalan-jalan. Sampai di TKP, di Taman Bumi Wangi korban didatangi empat orang tak dikenal yang naik dua sepeda motor. ”Kemudian dua orang pelaku dengan membawa senjata tajam mengambil kontak sepeda motor korban. Kemudian meminta handphone milik korban juga,” jelasnya.
Tak sekadar meminta handphone, pelaku juga membacok korban dengan senjata tajam. Bacokan itu mengenai tangan kiri korban hingga putus. Selain itu, bacokan juga mengenai punggung sebelah kiri korban. Editor : Ali Mustofa