alexametrics
32.7 C
Kudus
Wednesday, August 10, 2022

UPZ IAIN Kudus Salurkan Beasiswa Tahfidz dan Prestasi Akademik

KUDUSUnit Pengelola Zakat (UPZ) IAIN Kudus tiap tahun rutin menyalurkan bantuan beasiswa bagi mahasiswa. Di penghujung tahun ini terdapat 32 mahasiswa terpilih yang berhasil menerima beasiswa, di antaranya lima beasiswa Tahfidz Quran dan 27 beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA).

Wakil Rektor II selaku  Ketua UPZ didampingi Wakil Rektor III, Bendahara UPZ dan Kasubbag Kemahasiswaan, alumni dan kerja sama secara simbolik menyerahkan beasiswa Tahfidz Quran dan beasiswa PPA kepada 32 mahasiswa di Aula lantai 3 Gedung Rektorat pada Kamis (30/12). Masing-masing menerima beasiswa sebesar Rp 2,5 juta.

Penerima beasiswa sebelumnya telah lolos seleksi administrasi dan seleksi atau review karya tulis ilmiah bagi beasiswa PPA dan tes sema’an bagi beasiswa Tahfidz Quran.


Ketua UPZ Dr. Nor Hadi, S.E., M.Si., Akt., CRA., CRP. menyampaikan bahwa UPZ IAIN Kudus sudah beroperasi dan memiliki izin. Sehingga memiliki kewenangan dan kewajiban membantu asnaf (para mahasiswa dan masyarakat yang perlu dibantu).

UPZ ini bersumber dari potongan gaji civitas akademika IAIN Kudus yang dikumpulkan dan di-tasyarufkan. ”Kami bantu carikan solusi untuk sebagian  mahasiswa IAIN Kudus berasal dari ekonomi lemah. Mereka potensial, memiliki masa depan, dan memiliki kualitas,” ungkapnya.

Nor Hadi menambahkan bahwa hal ini sesuai dengan UU 1945 di mana  masyarakat harus memperoleh fasilitas pendidikan yang layak. Untuk itu UPZ IAIN Kudus berpartisipasi dengan berupaya mengumpulkan zakat dari civitas akademika IAIN Kudus dan menyalurkannya untuk mahasiswa yang kurang mampu.

Baca Juga :  Bea Cukai Kudus Gagalkan Peredaran Rokok Ilegal di E-Commerce

”Beasiswa UPZ ini tentunya dalam rangka untuk membantu mengembangkan pendidikan di Indonesia, maka ini merupakan salah satu cara untuk mengamalkan salah satu sunah rosul. Komitmen kami mencetak generasi muda berkualitas profesional lewat pendidikan. Kami  akan selalu mengupayakan dan berpartisipasi untuk itu,” tegasnya.

Sementara itu Wakil Rektor III Dr. H. Ihsan, M.Ag. menyampaikan bahwa IAIN Kudus selalu mengupayakan peluang-peluang beasiswa bagi mahasiswa. Melalui mekanisme seleksi di IAIN Kudus terdapat beberapa beasiswa yang disediakan seperti beasiswa UPZ, BI, Baznas, KIP, dan beasiswa dari pemerintah Kota/Kabupaten.

”Semoga apa yang kita berikan bermanfaat dan cukup membantu mahasiswa kami yang memiliki  keterbatasan dalam hal pemenuhan kebutuhan kuliah, termasuk di dalamnya membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT),” jelasnya.

Salah satu penerima beasiswa Ahmad Lutfi haqi Nazil menyampaikan rasa terima kasihnya atas beasiswa yang diperoleh. Mahasiswa prodi PAI Fakultas Tarbiyah ini merupakan salah satu dari 5 penerima beasiswa Tahfidz Quran. Lutfi menceritakan bahwa saat tes sema’an terdapat 30 mahasiswa tahfidz yang mengikuti seleksi.

”Alhamdulillah ini merupakan rasa syukur saya dan nikmat saya, bukan karena berlomba-lomba, Alquran ini adalah kalamullah, dan menerima beasiswa ini merupakan rasa syukur. Jadi setelah mendapat beasiswa ini dan berencana untuk kami gunakan sebaik mungkin khususnya dalam membayar UKT,” terang hafidz 30 juz ini. (yusi/zen)

KUDUSUnit Pengelola Zakat (UPZ) IAIN Kudus tiap tahun rutin menyalurkan bantuan beasiswa bagi mahasiswa. Di penghujung tahun ini terdapat 32 mahasiswa terpilih yang berhasil menerima beasiswa, di antaranya lima beasiswa Tahfidz Quran dan 27 beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA).

Wakil Rektor II selaku  Ketua UPZ didampingi Wakil Rektor III, Bendahara UPZ dan Kasubbag Kemahasiswaan, alumni dan kerja sama secara simbolik menyerahkan beasiswa Tahfidz Quran dan beasiswa PPA kepada 32 mahasiswa di Aula lantai 3 Gedung Rektorat pada Kamis (30/12). Masing-masing menerima beasiswa sebesar Rp 2,5 juta.

Penerima beasiswa sebelumnya telah lolos seleksi administrasi dan seleksi atau review karya tulis ilmiah bagi beasiswa PPA dan tes sema’an bagi beasiswa Tahfidz Quran.

Ketua UPZ Dr. Nor Hadi, S.E., M.Si., Akt., CRA., CRP. menyampaikan bahwa UPZ IAIN Kudus sudah beroperasi dan memiliki izin. Sehingga memiliki kewenangan dan kewajiban membantu asnaf (para mahasiswa dan masyarakat yang perlu dibantu).

UPZ ini bersumber dari potongan gaji civitas akademika IAIN Kudus yang dikumpulkan dan di-tasyarufkan. ”Kami bantu carikan solusi untuk sebagian  mahasiswa IAIN Kudus berasal dari ekonomi lemah. Mereka potensial, memiliki masa depan, dan memiliki kualitas,” ungkapnya.

Nor Hadi menambahkan bahwa hal ini sesuai dengan UU 1945 di mana  masyarakat harus memperoleh fasilitas pendidikan yang layak. Untuk itu UPZ IAIN Kudus berpartisipasi dengan berupaya mengumpulkan zakat dari civitas akademika IAIN Kudus dan menyalurkannya untuk mahasiswa yang kurang mampu.

Baca Juga :  Dikira Penipuan, Warga Kudus Dapat Motor Usai Vaksinasi

”Beasiswa UPZ ini tentunya dalam rangka untuk membantu mengembangkan pendidikan di Indonesia, maka ini merupakan salah satu cara untuk mengamalkan salah satu sunah rosul. Komitmen kami mencetak generasi muda berkualitas profesional lewat pendidikan. Kami  akan selalu mengupayakan dan berpartisipasi untuk itu,” tegasnya.

Sementara itu Wakil Rektor III Dr. H. Ihsan, M.Ag. menyampaikan bahwa IAIN Kudus selalu mengupayakan peluang-peluang beasiswa bagi mahasiswa. Melalui mekanisme seleksi di IAIN Kudus terdapat beberapa beasiswa yang disediakan seperti beasiswa UPZ, BI, Baznas, KIP, dan beasiswa dari pemerintah Kota/Kabupaten.

”Semoga apa yang kita berikan bermanfaat dan cukup membantu mahasiswa kami yang memiliki  keterbatasan dalam hal pemenuhan kebutuhan kuliah, termasuk di dalamnya membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT),” jelasnya.

Salah satu penerima beasiswa Ahmad Lutfi haqi Nazil menyampaikan rasa terima kasihnya atas beasiswa yang diperoleh. Mahasiswa prodi PAI Fakultas Tarbiyah ini merupakan salah satu dari 5 penerima beasiswa Tahfidz Quran. Lutfi menceritakan bahwa saat tes sema’an terdapat 30 mahasiswa tahfidz yang mengikuti seleksi.

”Alhamdulillah ini merupakan rasa syukur saya dan nikmat saya, bukan karena berlomba-lomba, Alquran ini adalah kalamullah, dan menerima beasiswa ini merupakan rasa syukur. Jadi setelah mendapat beasiswa ini dan berencana untuk kami gunakan sebaik mungkin khususnya dalam membayar UKT,” terang hafidz 30 juz ini. (yusi/zen)


Most Read

Artikel Terbaru

/