alexametrics
31.2 C
Kudus
Thursday, June 30, 2022

Berjanji Alih Fungsi, Segel Tempat Hiburan Malam Berkedok Ritel Dibuka

KUDUS – Satpol PP Kudus membuka segel salah satu kafe dan karaoke Aneka Ria di gang IV Jalan Letkol Tit Sudono kemarin. Itu lantaran sang pemilik berjanji bakal berganti usaha atau mengalihfungsikan tempat hiburan malam itu menjadi usaha lain yang legal.

Tempat hiburan malam berkedok ritel itu semula terpaksa disegel karena dianggap melanggar Perda Nomor 10 tahun 2015. Tentang usaha hiburan diskotik, kelab malam, pub, dan penataan hiburan karaoke.

Kepala Satpol-PP Kudus Kholid Seif menyebut usai menyegel beberapa kafe dan karaoke beberapa waktu lalu, pihaknya kemudian memanggil pemilik. Demi tujuan membina dan mengarahkan. Salah satunya yakni agar berganti usaha.


”Dari sekian yang kami panggil akhirnya ada yang meminta izin untuk buka kembali. Dan kami syaratkan agar benar-benar harus alih fungsi usaha. Dan pak Agus selaku pemilik kafe dan karaoke ini bersedia,” imbuhnya.

Guna komfismasi lebih lanjut, Satpol PP kemudian meminta yang bersangkutan membuat surat pernyataan. Selain itu kemudian diarahkan agar meminta izin pembukaan ke pemkab, Kodim, dan Polres.

Baca Juga :  Mediasi Gagal, Warga di Kudus Yang Jalan Rumahnya Ditembok Akhirnya Pindah

”Setelah menyampaikan dan mendapatkan izin pembukaan inilah akhirnya baru dibuka. Dengan pendampingan dari kami. Tetapi ke depan tetap akan dipantau bagaimana komitmennya. Sebab kami takutkan nanti kembali beroperasi. Untuk itu tetap akan ada pengawasan,” katanya.

Pemilik kafe dan Karaoke Aneka Ria Agus Hartono mengaku akan beralih fungsi usaha. Tempat yang semula menjadi kafe dan karaoke itu akan disewakan ataupun dikontrakkan.

”Sebenarnya kami menyayangkan penyegelan ini karena jelas berdampak pada usaha kami. Tetapi karena itu berkaitan dengan perda, maka kami harus legowo,” imbuhnya.

Artinya apa yang dilakukan satpol PP dengan menyegel tempatnya itu tak masalah. Terlebih dia menyadari usaha itu melanggar Perda.

Sementara dalam upaya pembukaan kembali segel itu, Agus meminta saran ke Satpol PP. Hingga kemudian diarahkan agar membuat surat permohonan secara resmi ke pemerintah kabupaten, kodim dan Polres.

”Sebelum kejadian penyegelan ini sebelumnya sudah ancang-ancang beralih usaha. Karena sejak dahulu dimasalahkan. Sementara sudah banyak tawaran terkait penyewaan. Tetapi belum deal soal harga,” tambahnya. (zen)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Satpol PP Kudus membuka segel salah satu kafe dan karaoke Aneka Ria di gang IV Jalan Letkol Tit Sudono kemarin. Itu lantaran sang pemilik berjanji bakal berganti usaha atau mengalihfungsikan tempat hiburan malam itu menjadi usaha lain yang legal.

Tempat hiburan malam berkedok ritel itu semula terpaksa disegel karena dianggap melanggar Perda Nomor 10 tahun 2015. Tentang usaha hiburan diskotik, kelab malam, pub, dan penataan hiburan karaoke.

Kepala Satpol-PP Kudus Kholid Seif menyebut usai menyegel beberapa kafe dan karaoke beberapa waktu lalu, pihaknya kemudian memanggil pemilik. Demi tujuan membina dan mengarahkan. Salah satunya yakni agar berganti usaha.

”Dari sekian yang kami panggil akhirnya ada yang meminta izin untuk buka kembali. Dan kami syaratkan agar benar-benar harus alih fungsi usaha. Dan pak Agus selaku pemilik kafe dan karaoke ini bersedia,” imbuhnya.

Guna komfismasi lebih lanjut, Satpol PP kemudian meminta yang bersangkutan membuat surat pernyataan. Selain itu kemudian diarahkan agar meminta izin pembukaan ke pemkab, Kodim, dan Polres.

Baca Juga :  Kemenag Kudus Keluarkan Surat Edaran Larangan Gelar Takbir Keliling

”Setelah menyampaikan dan mendapatkan izin pembukaan inilah akhirnya baru dibuka. Dengan pendampingan dari kami. Tetapi ke depan tetap akan dipantau bagaimana komitmennya. Sebab kami takutkan nanti kembali beroperasi. Untuk itu tetap akan ada pengawasan,” katanya.

Pemilik kafe dan Karaoke Aneka Ria Agus Hartono mengaku akan beralih fungsi usaha. Tempat yang semula menjadi kafe dan karaoke itu akan disewakan ataupun dikontrakkan.

”Sebenarnya kami menyayangkan penyegelan ini karena jelas berdampak pada usaha kami. Tetapi karena itu berkaitan dengan perda, maka kami harus legowo,” imbuhnya.

Artinya apa yang dilakukan satpol PP dengan menyegel tempatnya itu tak masalah. Terlebih dia menyadari usaha itu melanggar Perda.

Sementara dalam upaya pembukaan kembali segel itu, Agus meminta saran ke Satpol PP. Hingga kemudian diarahkan agar membuat surat permohonan secara resmi ke pemerintah kabupaten, kodim dan Polres.

”Sebelum kejadian penyegelan ini sebelumnya sudah ancang-ancang beralih usaha. Karena sejak dahulu dimasalahkan. Sementara sudah banyak tawaran terkait penyewaan. Tetapi belum deal soal harga,” tambahnya. (zen)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/