alexametrics
25.3 C
Kudus
Saturday, May 21, 2022

Rumah Terdampak Urukan Kolam Temulus Dibangun Lebihi Batas

KUDUS – Polemik pembuatan kolam Pemdes Temulus, Mejobo terus berlanjut. Terbaru, Pemdes Temulus menyatakan, rumah warga Desa Kesambi yang merasa terdampak urukan diduga melebihi batas.

Kepala Desa Temulus Suharto menjelaskan, memang akibat proyek itu ada beberapa rumah warga yang terdampak. Namun itu tak serta-merta salah menjadi kesalahan pemdes. Mengingat rumah yang terdampak itu dibangun dengan melebihi batas.

“Ketika dibangun dan pengurusan sertifikat tidak menghubungi kami. Padahal bangunannya melebihi batas. Sekitar 1-2 meter. Artinya jika kami tega dan mau melaporkan malah rumah tersebut bisa digusur,” jelasnya.


Kades yang dipanggil Harto itu mengatakan, sejauh ini telah menoleransi tiga rumah dan satu musala yang dianggapnya sudah melebihi batas. Mereka pun sudah sepakat adanya pembuatan kolam.

Baca Juga :  Tekan Kelangkaan, Pemkab Kudus Droping 16.800 Liter Migor ke Pelosok Desa

“Terkait tanah limpasan tanggul dan urukan yang menempel di dinding warga itu wajar. Sebab ini memang belum selesai. Nanti kalau sudah finishing, pasti kami bersihkan. Tetapi mereka tak sabar dan justru ada laporan itu. Pengennya dibersihkan sekarang,” terangnya.

Kendala pembersihan tanah limpasan dan kerukan itu menurut Harto berisiko. Sebab saat ini pihaknya menggunakan backhoe besar. Bila dipaksakan untuk membersihkan tanah yang menempel di dinding beberapa warga itu dikhawatirkan akan berdampak pada pondasi rumah.

“Untuk itu rencananya kami bersihkan pakai backhoe kecil. Selain itu kami siapkan juga saluran air. Kami juga beri toleransi satu meter untuk pembuatan saluran air itu. Nanti kami bantu keruk tanahnya,” jelasnya. (mal)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Polemik pembuatan kolam Pemdes Temulus, Mejobo terus berlanjut. Terbaru, Pemdes Temulus menyatakan, rumah warga Desa Kesambi yang merasa terdampak urukan diduga melebihi batas.

Kepala Desa Temulus Suharto menjelaskan, memang akibat proyek itu ada beberapa rumah warga yang terdampak. Namun itu tak serta-merta salah menjadi kesalahan pemdes. Mengingat rumah yang terdampak itu dibangun dengan melebihi batas.

“Ketika dibangun dan pengurusan sertifikat tidak menghubungi kami. Padahal bangunannya melebihi batas. Sekitar 1-2 meter. Artinya jika kami tega dan mau melaporkan malah rumah tersebut bisa digusur,” jelasnya.

Kades yang dipanggil Harto itu mengatakan, sejauh ini telah menoleransi tiga rumah dan satu musala yang dianggapnya sudah melebihi batas. Mereka pun sudah sepakat adanya pembuatan kolam.

Baca Juga :  Ngantre Solar hingga ke Jalanan Bikin Macet di Kudus

“Terkait tanah limpasan tanggul dan urukan yang menempel di dinding warga itu wajar. Sebab ini memang belum selesai. Nanti kalau sudah finishing, pasti kami bersihkan. Tetapi mereka tak sabar dan justru ada laporan itu. Pengennya dibersihkan sekarang,” terangnya.

Kendala pembersihan tanah limpasan dan kerukan itu menurut Harto berisiko. Sebab saat ini pihaknya menggunakan backhoe besar. Bila dipaksakan untuk membersihkan tanah yang menempel di dinding beberapa warga itu dikhawatirkan akan berdampak pada pondasi rumah.

“Untuk itu rencananya kami bersihkan pakai backhoe kecil. Selain itu kami siapkan juga saluran air. Kami juga beri toleransi satu meter untuk pembuatan saluran air itu. Nanti kami bantu keruk tanahnya,” jelasnya. (mal)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/