alexametrics
28.1 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Beberapa Kali Diperbaiki Rusak Lagi, Sambungan Jembatan Tanggulangin Akhinya Dipasang Bekisting

KUDUS – Sambungan bagian selatan Jembatan Tanggulangin beberapa kali diperbaiki, namun tak lama kemudian rusak lagi. Pada (29/6), jembatan penghubung Kudus-Demak itu akhirnya diperbaiki dengan penanganan yang lebih dalam. Yakni dengan cara pemasangan bekisting.

Diberitakan sebelumnya Jembatan Tanggulangin penghubung antara Kabupaten Kudus dengan Demak mengalami kerusakan di bagian sambungan. Itu terpantau koran ini Selasa (21/6). Kerusakan tidak menimbulkan korban jatuh, namun sering merusak bagian kendaraan roda empat yang lewat. Saat koran ini ke lokasi, panjang kerusakan sekitar 2,5 meter atau hampir memenuhi bahu jalan. Lebarnya sekitar 70 Cm. Di dekat perbaikan itu terdapat tanda pembatas memanjang, agar kendaraan tidak melewati titik jalan yang rusak tersebut.

Saat wartawan Jawa Pos Radar Kudus ini di lokasi tampak area perbaikan diberi tanda garis berwarna kuning hitam. Tampak traffic cone berjejer sebagai penanda batas jalan. Perbaikan jalan tersebut tak sampai menimbulkan kemacetan. Arus lalu lintas pada saat itu tergolong ramai lancar.


Marno, salah satu petugas lapangan dari PT Nusa Guna Rubber Jogjakarta menyebut dirinya bersama lima petugas lainnya memperbaiki jembatan itu sejak Senin (27/6).

”Dua petugas mengatasi bagian atas jembatan (jalannya), empat petugas lain mengurusi perbaikan di bawah jembatan,” ujarnya.

SERING RUSAK: Sebelum sambungan jembatan diperbaiki seringkali mencelakakan pengendara. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Dalam pemasangan bekisting, ujar dia, titik jembatan yang rusak diperbaiki dengan cara dibongkar terlebih dahulu. Setelah dibongkar lalu dipasang besi. Setelah itu proses pemasangan bekisting. Lalu dicor kembali dengan material sika semen dan batu split. Setelah proses cor, titik jalan yang diperbaiki tidak boleh dilewati karena harus menunggu waktu 24 jam untuk proses pengeringan.

Baca Juga :  Dianggap Merugikan, Buruh di Kudus Tolak Permenaker No 2 Tahun 2022

“Bekisting atau formwork sendiri bertujuan sebagai konstruksi pembantu cetakan beton. Makanya petugas di bawah jembatan ngasih material bambu dan kayu sebagai penopang,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus Arief Budi Siswanto mengatakan Jembatan Tanggulangin sendiri merupakan tanggungan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah-DI Yogyakarta. “Jadi, bukan tanggungan provinsi maupun Dinas PUPR Kudus, tetapi nasional,” terangnya.

Arief menanggapi, jalan jembatan sampai beberapa kali diperbaiki karena faktor usia, sehingga hal itu mempengaruhi expansion joint jadi tidak aktif. Selain itu, material karet jalan yang sudah tidak bagus.

Expansion joint sendiri merupakan sambungan yang terdapat pada badan jembatan. Sambungan ini berfungsi untuk mengakomodasi gerakan yang terjadi pada superstruktur jembatan ketika dilintasi oleh kendaraan berat. “Makanya kalau misal ada yang berdiri di atas jembatan itu rasanya seperti goyang-goyang, normalnya begitu,” imbuhnya.

Sehingga expansion joint itu juga harus ikut diperbaiki. Tidak hanya ditambal ulang saja. Apalagi jembatan itu selalu dilewati oleh kendaraan muatan berat. Maka dari itu, untuk menjaga agar jembatan tetap aman dilewati yakni dengan cara pasang bekisting. (ark/zen)

 

KUDUS – Sambungan bagian selatan Jembatan Tanggulangin beberapa kali diperbaiki, namun tak lama kemudian rusak lagi. Pada (29/6), jembatan penghubung Kudus-Demak itu akhirnya diperbaiki dengan penanganan yang lebih dalam. Yakni dengan cara pemasangan bekisting.

Diberitakan sebelumnya Jembatan Tanggulangin penghubung antara Kabupaten Kudus dengan Demak mengalami kerusakan di bagian sambungan. Itu terpantau koran ini Selasa (21/6). Kerusakan tidak menimbulkan korban jatuh, namun sering merusak bagian kendaraan roda empat yang lewat. Saat koran ini ke lokasi, panjang kerusakan sekitar 2,5 meter atau hampir memenuhi bahu jalan. Lebarnya sekitar 70 Cm. Di dekat perbaikan itu terdapat tanda pembatas memanjang, agar kendaraan tidak melewati titik jalan yang rusak tersebut.

Saat wartawan Jawa Pos Radar Kudus ini di lokasi tampak area perbaikan diberi tanda garis berwarna kuning hitam. Tampak traffic cone berjejer sebagai penanda batas jalan. Perbaikan jalan tersebut tak sampai menimbulkan kemacetan. Arus lalu lintas pada saat itu tergolong ramai lancar.

Marno, salah satu petugas lapangan dari PT Nusa Guna Rubber Jogjakarta menyebut dirinya bersama lima petugas lainnya memperbaiki jembatan itu sejak Senin (27/6).

”Dua petugas mengatasi bagian atas jembatan (jalannya), empat petugas lain mengurusi perbaikan di bawah jembatan,” ujarnya.

SERING RUSAK: Sebelum sambungan jembatan diperbaiki seringkali mencelakakan pengendara. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Dalam pemasangan bekisting, ujar dia, titik jembatan yang rusak diperbaiki dengan cara dibongkar terlebih dahulu. Setelah dibongkar lalu dipasang besi. Setelah itu proses pemasangan bekisting. Lalu dicor kembali dengan material sika semen dan batu split. Setelah proses cor, titik jalan yang diperbaiki tidak boleh dilewati karena harus menunggu waktu 24 jam untuk proses pengeringan.

Baca Juga :  Rawat Alam dalam Pergerakan Ekofeminisme Era Post Pandemi

“Bekisting atau formwork sendiri bertujuan sebagai konstruksi pembantu cetakan beton. Makanya petugas di bawah jembatan ngasih material bambu dan kayu sebagai penopang,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus Arief Budi Siswanto mengatakan Jembatan Tanggulangin sendiri merupakan tanggungan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah-DI Yogyakarta. “Jadi, bukan tanggungan provinsi maupun Dinas PUPR Kudus, tetapi nasional,” terangnya.

Arief menanggapi, jalan jembatan sampai beberapa kali diperbaiki karena faktor usia, sehingga hal itu mempengaruhi expansion joint jadi tidak aktif. Selain itu, material karet jalan yang sudah tidak bagus.

Expansion joint sendiri merupakan sambungan yang terdapat pada badan jembatan. Sambungan ini berfungsi untuk mengakomodasi gerakan yang terjadi pada superstruktur jembatan ketika dilintasi oleh kendaraan berat. “Makanya kalau misal ada yang berdiri di atas jembatan itu rasanya seperti goyang-goyang, normalnya begitu,” imbuhnya.

Sehingga expansion joint itu juga harus ikut diperbaiki. Tidak hanya ditambal ulang saja. Apalagi jembatan itu selalu dilewati oleh kendaraan muatan berat. Maka dari itu, untuk menjaga agar jembatan tetap aman dilewati yakni dengan cara pasang bekisting. (ark/zen)

 


Most Read

Artikel Terbaru

/