alexametrics
26.2 C
Kudus
Saturday, July 23, 2022

Melayani Sepenuh Hati, Terima Konsultasi dan Aduan

Mudahkan Akses Informasi Dokumen Kependudukan, Disdukcapil Kudus Sediakan Tujuh Contact Center

KUDUS – Pelayanan helpdesk/layanan informasi secara online dengan tujuh contact center yang disediakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kudus, memudahkan masyarakat mendapatkan informasi masalah dokumen kependudukan lebih cepat.

Masyarakat tidak hanya bisa konsultasi langsung dan melaporkan aduan dengan fasilitas ruang helpdesk serta ruang aduan yang sudah disediakan di kantor, tetapi juga bisa dilakukan melalui akun official​ Disdukcapil Kudus.

Kepala Disdukcapil Drs. Eko Hari Djatmiko, M.Si menyebut layanan informasi dengan tujuh contact center itu bisa dihubungi melalui sosial media. Yakni email dukcapil@kuduskab.go.id, Twitter @DukcapilKudus, Facebook Dukcapil Kudus, Instagram dukcapilkudus, WhatsApp Pengaduan 081-222-999-056, WhatsApp Helpdesk 081-222-999-058, serta juga dapat menghubungi langsung melalui telepon 0291-438813, dan website http://dukcapil.kuduskab.go.id.


Ia mengatakan fasilitas Helpdesk biasanya digunakan masyarakat untuk update data. Pelayanan melalui WhatsApp sendiri ada dua macam.

“Untuk WhatsApp Pengaduan diperuntukan melayani aduan masyarakat seputar permasalahan terkait layanan dokumen kependudukan,” katanya.

Sedangkan WhatsApp Helpdesk fungsinya untuk berbagi informasi kepada masyarakat yang berkaitan dengan dokumen kependudukan.

“Misalnya terkait NIK KTP yang tidak terbaca (belum teraktifkan). Karena datanya belum ter-update saat mengurus administrasi di bank maupun BPJS,” ujarnya

Masyarakat yang masih bingung dengan persyaratan membuat dokumen kependudukan, bisa langsung menghubungi nomor WhatsApp Helpdesk tersebut.

Helpdesk secara online, dapat membantu warga meraih informasi lebih cepat. Jadi, masyarakat tidak perlu repot datang ke tempat pelayanan desa/kecamatan/dinas untuk meraih informasi maupun konsultasi. “Pemohon cukup menghubungi contact center untuk berkomunikasi dengan petugas Disdukcapil,” imbuhnya.

Baca Juga :  Terminal Wisata Bakalan Krapyak Kudus Dibuka, Peziarah Mulai Berdatangan

Warga Bisa Cetak Dokumen Sendiri Tanpa Perlu Antre

Selain itu, pada pelayanan di Disdukcapil Kudus, warga yang tidak ingin repot menunggu hasil dokumen kependudukan, bisa mencetak dokumen sendiri di rumah. Dengan cara pemohon harus meninggalkan alamat email kepada petugas.

Ia menyatakan untuk dokumen yang bisa dicetak sendiri itu meliputi surat kartu keluarga (KK), surat pindah, akta kelahiran dan akta kematian.

“Dokumen yang sudah jadi akan dikirim ke alamat email warga,” tambahnya. Sehingga setelah itu bisa di download dan pemohon bisa cetak secara mandiri, tanpa perlu menunggu di kantor.

Ketentuan kertas untuk mencetak juga sudah ditentukan. Yakni dengan menggunakan kertas putih ukuran A4/80 gram.

Lebih lanjut, ia menambahkan, Disdukcapil Kudus sendiri mengurus kurang lebih 300 dokumen tiap harinya. Meliputi kepengurusan dokumen pembuatan KK, KIA, KTP-el, surat pindah domisili, akta dan perubahan biodata. “50 persen nya kepengurusan KTP-el,” paparnya.

Misalkan ada warga yang sudah terlanjur ke kantor, namun ada beberapa persyaratan dokumen yang ternyata belum dicetak, bisa langsung menuju ruang helpdesk untuk dibantu pencetakan dokumen atau fotocopy sendiri dialat yang sudah disediakan kantor. Sehingga masyarakat tidak perlu susah keluar kantor untuk mencari tempat fotocopy.

Dengan adanya pelayanan helpdesk dan cetak mandiri tersebut, berharap dapat memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan. Melayani dengan mudah, cepat dan tentu saja gratis tanpa dipungut biaya apapun. “Dan jika mengetahui ada pungutan biaya bisa langsung laporkan atau menghubungi kontak WhatsApp Pengaduan,” tegasnya. (ark/zen/adv)

KUDUS – Pelayanan helpdesk/layanan informasi secara online dengan tujuh contact center yang disediakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kudus, memudahkan masyarakat mendapatkan informasi masalah dokumen kependudukan lebih cepat.

Masyarakat tidak hanya bisa konsultasi langsung dan melaporkan aduan dengan fasilitas ruang helpdesk serta ruang aduan yang sudah disediakan di kantor, tetapi juga bisa dilakukan melalui akun official​ Disdukcapil Kudus.

Kepala Disdukcapil Drs. Eko Hari Djatmiko, M.Si menyebut layanan informasi dengan tujuh contact center itu bisa dihubungi melalui sosial media. Yakni email dukcapil@kuduskab.go.id, Twitter @DukcapilKudus, Facebook Dukcapil Kudus, Instagram dukcapilkudus, WhatsApp Pengaduan 081-222-999-056, WhatsApp Helpdesk 081-222-999-058, serta juga dapat menghubungi langsung melalui telepon 0291-438813, dan website http://dukcapil.kuduskab.go.id.

Ia mengatakan fasilitas Helpdesk biasanya digunakan masyarakat untuk update data. Pelayanan melalui WhatsApp sendiri ada dua macam.

“Untuk WhatsApp Pengaduan diperuntukan melayani aduan masyarakat seputar permasalahan terkait layanan dokumen kependudukan,” katanya.

Sedangkan WhatsApp Helpdesk fungsinya untuk berbagi informasi kepada masyarakat yang berkaitan dengan dokumen kependudukan.

“Misalnya terkait NIK KTP yang tidak terbaca (belum teraktifkan). Karena datanya belum ter-update saat mengurus administrasi di bank maupun BPJS,” ujarnya

Masyarakat yang masih bingung dengan persyaratan membuat dokumen kependudukan, bisa langsung menghubungi nomor WhatsApp Helpdesk tersebut.

Helpdesk secara online, dapat membantu warga meraih informasi lebih cepat. Jadi, masyarakat tidak perlu repot datang ke tempat pelayanan desa/kecamatan/dinas untuk meraih informasi maupun konsultasi. “Pemohon cukup menghubungi contact center untuk berkomunikasi dengan petugas Disdukcapil,” imbuhnya.

Baca Juga :  Warga Rahtawu Kudus Bikin Pentas Amal “Suk Suk Peng” Peduli Semeru

Warga Bisa Cetak Dokumen Sendiri Tanpa Perlu Antre

Selain itu, pada pelayanan di Disdukcapil Kudus, warga yang tidak ingin repot menunggu hasil dokumen kependudukan, bisa mencetak dokumen sendiri di rumah. Dengan cara pemohon harus meninggalkan alamat email kepada petugas.

Ia menyatakan untuk dokumen yang bisa dicetak sendiri itu meliputi surat kartu keluarga (KK), surat pindah, akta kelahiran dan akta kematian.

“Dokumen yang sudah jadi akan dikirim ke alamat email warga,” tambahnya. Sehingga setelah itu bisa di download dan pemohon bisa cetak secara mandiri, tanpa perlu menunggu di kantor.

Ketentuan kertas untuk mencetak juga sudah ditentukan. Yakni dengan menggunakan kertas putih ukuran A4/80 gram.

Lebih lanjut, ia menambahkan, Disdukcapil Kudus sendiri mengurus kurang lebih 300 dokumen tiap harinya. Meliputi kepengurusan dokumen pembuatan KK, KIA, KTP-el, surat pindah domisili, akta dan perubahan biodata. “50 persen nya kepengurusan KTP-el,” paparnya.

Misalkan ada warga yang sudah terlanjur ke kantor, namun ada beberapa persyaratan dokumen yang ternyata belum dicetak, bisa langsung menuju ruang helpdesk untuk dibantu pencetakan dokumen atau fotocopy sendiri dialat yang sudah disediakan kantor. Sehingga masyarakat tidak perlu susah keluar kantor untuk mencari tempat fotocopy.

Dengan adanya pelayanan helpdesk dan cetak mandiri tersebut, berharap dapat memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan. Melayani dengan mudah, cepat dan tentu saja gratis tanpa dipungut biaya apapun. “Dan jika mengetahui ada pungutan biaya bisa langsung laporkan atau menghubungi kontak WhatsApp Pengaduan,” tegasnya. (ark/zen/adv)


Most Read

Artikel Terbaru

/