alexametrics
23.7 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Meriahkan Hari Jadi, Budaya Lestari

HARI ulang tahun (HUT) ke-472 Kudus diperingati sederhana. Seperti tahun lalu. Sebab, masih dalam kondisi pandemi. Namun, ada perbedaan pada perayaan kali ini. Tahun ini, lebih banyak mengusung pada seni dan budaya. Ditunjukkan dengan adanya sejumlah pentas seni (pensi).

Semuanya dilaksanakan secara streaming di chanel Youtube Disbudpar Kudus. Meliputi pensi seni tari Sanggar tari Ciptoning Asri pada Minggu (12/9) pukul 13.00 di Taman Budaya Bae, pensi seni tari Sanggar Karya Widya Budaya pada Sabtu (18/9) pukul 14.00 di Taman Krida, pensi seni tari Sanggar Puringsari pada Sabtu (18/9) pukul 19.00 di Sanggar Puringsari, pensi seni barongan Kudus pada Minggu (19/9) pukul 10.00 di Taman Krida, pensi seni tari Sanggar Lestari Seni Budaya pada Sabtu (25/9) pukul 16.00 di Sanggar Lestari Seni Budaya, dan pensi seni reog Kudus pada Minggu (26/9) pukul 09.00 di Taman Krida.

Di antara pensi itu, seni barongan yang diikuti puluhan seniman barongan. Dalam pentas itu, hampir semua kelompok kesenian barongan di Paguruan Seni Barongan (Paseban) Kudus dilibatkan. Mereka tampil 1,5 jam.

Baca Juga :  Perkuat Moderasi, Hadirkan lima Tokoh Lintas Iman dan Kepercayaan

Ketua Paguyuban Kesenian Barongan (Paseban) Kudus Ahmadi menjelaskan, dalam pentas tersebut mereka bermain gabungan dari perwakilan 32 kelompok barongan di Kota Kretek. Sebagian besar masing-masing ketua kelompok barongan terjun langsung.

”Kami sangat antusias dengan ruang tampil yang diberikan. Sebab, ini juga dalam rangka melestarikan atau nguri-uri budaya. Terlebih momennya pas HUT Kudus,” jelasnya.

Selain itu, dengan pementasan tersebut menjadi simbol jika pelaku kesenian barongan bisa menunjukan eksistensinya, sehingga masih bisa dilestarikan meskipun pandemi Covid-19 masih melanda.

Dalam pentas itu, beberapa tarian kesenian barongan dipertontonkan. Seperti tari bondan barongan, tari jaran kepang, hingga tari jaran dor. ”Selain barongan, kami juga tampilkan penthul dan tembem, topeng bondhetan (anjing), serta topeng celengan (babi hutan, gendruwon kembar, sampai jaran kepang),” imbuhnya.

Kasi Sentradasa Disbudpar Kudus Bambang Widiharto menyebut, pementasan seni barongan  merupakan serangkaian acara yang digelar untuk menyambut HUT Kudus. ”Ini inisasi dari teman-teman. Bertujuan mewadahi seniman di Kudus agar bisa tetap berkarya saat pandemi,” ujarnya. (juna/dian/fardan/nisa/vicka/olif/lin)

HARI ulang tahun (HUT) ke-472 Kudus diperingati sederhana. Seperti tahun lalu. Sebab, masih dalam kondisi pandemi. Namun, ada perbedaan pada perayaan kali ini. Tahun ini, lebih banyak mengusung pada seni dan budaya. Ditunjukkan dengan adanya sejumlah pentas seni (pensi).

Semuanya dilaksanakan secara streaming di chanel Youtube Disbudpar Kudus. Meliputi pensi seni tari Sanggar tari Ciptoning Asri pada Minggu (12/9) pukul 13.00 di Taman Budaya Bae, pensi seni tari Sanggar Karya Widya Budaya pada Sabtu (18/9) pukul 14.00 di Taman Krida, pensi seni tari Sanggar Puringsari pada Sabtu (18/9) pukul 19.00 di Sanggar Puringsari, pensi seni barongan Kudus pada Minggu (19/9) pukul 10.00 di Taman Krida, pensi seni tari Sanggar Lestari Seni Budaya pada Sabtu (25/9) pukul 16.00 di Sanggar Lestari Seni Budaya, dan pensi seni reog Kudus pada Minggu (26/9) pukul 09.00 di Taman Krida.

Di antara pensi itu, seni barongan yang diikuti puluhan seniman barongan. Dalam pentas itu, hampir semua kelompok kesenian barongan di Paguruan Seni Barongan (Paseban) Kudus dilibatkan. Mereka tampil 1,5 jam.

Baca Juga :  Pandemi Reda, Pemkab Kudus Cari Investor Dongkrak Perekonomian

Ketua Paguyuban Kesenian Barongan (Paseban) Kudus Ahmadi menjelaskan, dalam pentas tersebut mereka bermain gabungan dari perwakilan 32 kelompok barongan di Kota Kretek. Sebagian besar masing-masing ketua kelompok barongan terjun langsung.

”Kami sangat antusias dengan ruang tampil yang diberikan. Sebab, ini juga dalam rangka melestarikan atau nguri-uri budaya. Terlebih momennya pas HUT Kudus,” jelasnya.

Selain itu, dengan pementasan tersebut menjadi simbol jika pelaku kesenian barongan bisa menunjukan eksistensinya, sehingga masih bisa dilestarikan meskipun pandemi Covid-19 masih melanda.

Dalam pentas itu, beberapa tarian kesenian barongan dipertontonkan. Seperti tari bondan barongan, tari jaran kepang, hingga tari jaran dor. ”Selain barongan, kami juga tampilkan penthul dan tembem, topeng bondhetan (anjing), serta topeng celengan (babi hutan, gendruwon kembar, sampai jaran kepang),” imbuhnya.

Kasi Sentradasa Disbudpar Kudus Bambang Widiharto menyebut, pementasan seni barongan  merupakan serangkaian acara yang digelar untuk menyambut HUT Kudus. ”Ini inisasi dari teman-teman. Bertujuan mewadahi seniman di Kudus agar bisa tetap berkarya saat pandemi,” ujarnya. (juna/dian/fardan/nisa/vicka/olif/lin)

Most Read

Artikel Terbaru

/