alexametrics
24.2 C
Kudus
Saturday, May 21, 2022

Dinas Kesehatan Kudus Bekali Siswa untuk Mengenali Penyakit TBC

KUDUS – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus menggelar kegiatan bincang tentang Tuberculosis (BTS) bersama siswa SMA dari enam sekolah di Kudus kemarin (28/3) di Hotel At Hom.

Plh Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dr Andini Aridewi melalui Kabid Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2L) Darsono menjelaskan pelajar juga perlu tahu tentang penyakit TBC. Sebab mereka masih awam dan belum mengenali secara detail.

”Diskusi tentang TBC mengundang siswa tingkat SMA. Tujuannnya bisa menjadi kader di lingkungan sekitar baik di rumah maupun sekolah. Kalau sudah dibekali ilmu dan ciri-ciri penyakit TBC mereka dengan sendirinya akan tanggap,” jelasnya.


Dia menambahkan, kader TBC tidak hanya dari lingkupan Puskesmas tapi dari siswa. Antusias mereka cukup bagus, hanya sebatas pelajaran tapi untuk secara detailnya seperti penularannya, kemudian cara pengobatannya dan sebagainya, siswa belum tahu.

Salah satu siswa yang ikut acara BTS Alexander Zulkarnaen habibi siswa SMA 2 Kudus mengatakan ilmu yang didapat benar-benar baru. Selama ini hanya tahu dari materi pelajaran IPA,  sebatas penyebab TBC.

Baca Juga :  Satpol PP Kudus Ciduk Lima Belas Pasangan Tanpa Status di Hotel

”Setelah ikut acara BTS ini jadi tahu ciri-ciri orang yang terkena TBC. Seperti batuk, keluar keringat dingin, kemudian berat badan semakin menurun dan lainnya. Setidaknya, kalau nantinya menjumpai ciri tersebut bisa mawas diri,” terangnya.

Kemudian, guru yang mendampingi dari SMA 2 Kudus Endang menerangkan siswa yang ikut kegiatan sosialisasi TBC bisa menjadi kader di lingkungan sekolah. Melalui ekstrakulikuler Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

”Ini nantinya, disosialisasikan lewat ekstra UKS. Kami ada tim kesehatan sekolah, kemudian diedukasi ke siswa lainnya. Acara BTS ini sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan siswa,” ungkapnya.

Ditambahkan, edukasi kesehatan itu perlu, supaya anak-anak zaman sekarang disiplin dan peduli tentang kesehatan dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Endang mengatakan, kalau tahu bahaya dan cara penularan TBC, siswa bisa antisipasi pola hidup bersih. (san/mal)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus menggelar kegiatan bincang tentang Tuberculosis (BTS) bersama siswa SMA dari enam sekolah di Kudus kemarin (28/3) di Hotel At Hom.

Plh Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dr Andini Aridewi melalui Kabid Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2L) Darsono menjelaskan pelajar juga perlu tahu tentang penyakit TBC. Sebab mereka masih awam dan belum mengenali secara detail.

”Diskusi tentang TBC mengundang siswa tingkat SMA. Tujuannnya bisa menjadi kader di lingkungan sekitar baik di rumah maupun sekolah. Kalau sudah dibekali ilmu dan ciri-ciri penyakit TBC mereka dengan sendirinya akan tanggap,” jelasnya.

Dia menambahkan, kader TBC tidak hanya dari lingkupan Puskesmas tapi dari siswa. Antusias mereka cukup bagus, hanya sebatas pelajaran tapi untuk secara detailnya seperti penularannya, kemudian cara pengobatannya dan sebagainya, siswa belum tahu.

Salah satu siswa yang ikut acara BTS Alexander Zulkarnaen habibi siswa SMA 2 Kudus mengatakan ilmu yang didapat benar-benar baru. Selama ini hanya tahu dari materi pelajaran IPA,  sebatas penyebab TBC.

Baca Juga :  Nekat Buka saat Ramadan, Enam PK di Kudus Diamankan Satpol PP

”Setelah ikut acara BTS ini jadi tahu ciri-ciri orang yang terkena TBC. Seperti batuk, keluar keringat dingin, kemudian berat badan semakin menurun dan lainnya. Setidaknya, kalau nantinya menjumpai ciri tersebut bisa mawas diri,” terangnya.

Kemudian, guru yang mendampingi dari SMA 2 Kudus Endang menerangkan siswa yang ikut kegiatan sosialisasi TBC bisa menjadi kader di lingkungan sekolah. Melalui ekstrakulikuler Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

”Ini nantinya, disosialisasikan lewat ekstra UKS. Kami ada tim kesehatan sekolah, kemudian diedukasi ke siswa lainnya. Acara BTS ini sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan siswa,” ungkapnya.

Ditambahkan, edukasi kesehatan itu perlu, supaya anak-anak zaman sekarang disiplin dan peduli tentang kesehatan dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Endang mengatakan, kalau tahu bahaya dan cara penularan TBC, siswa bisa antisipasi pola hidup bersih. (san/mal)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/