alexametrics
25.5 C
Kudus
Thursday, May 26, 2022

Bea Cukai Kudus Berhasil Gagalkan Pengiriman 830 Ribu Rokok Ilegal

KUDUS – Bea Cukai Kudus berhasil menggagalkan 500 paket (830 ribu) rokok ilegal. Rokok yang diduga ilegal itu dari Jepara yang akan dikirim melalui jasa pengiriman dengan menggunakan sarana pengangkut berupa truk.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Kudus Dwi Prasetyo Rini, mengatakan tim Bea Cukai Kudus segera menuju lokasi dan menyisir di Welahan, Jepara. Sekitar pukul 00.10, tim berhasil menemukan titik lokasi sarana pengangkut dengan ciri-ciri sebagaimana informasi diatas sedang berjalan di Jalan Raya Welahan.

”Kami segera memeriksa sarana pengangkut dan beberapa paket yang dicurigai berisi rokok ilegal. Tim juga melakukan pemeriksaan pada sopir. Dari hasil pemeriksaan, menemukan 515 paket berisi rokok ilegal berbagai merk,” ungkapnya.


Rinciannya, berisi 830.120 batang rokok ilegal tanpa dilekati pita cukai dan 65.360 batang rokok ilegal dilekati pita cukai palsu. Perkiraan nilai barang rokok ilegal tersebut Rp 1.017.875.400 dan potensi penerimaan negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp 681.146.681.

Baca Juga :  Politeknik Kudus Meriahkan Ramadan dengan Fashion Show

Seluruh barang hasil penindakan selanjutnya dibawa ke Kantor Bea Cukai Kudus untuk diproses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam pemasarannya rokok yang merupakan barang kena cukai , harus telah dilekati pita cukai asli. Rokok yang ditemukan tidak dilekati pita cukai dan sebagian dilekati pita cukai palsu, sehingga dikategorikan sebagai rokok ilegal.

Rokok merupakan barang yang dikenakan cukai, yang dalam produksi, penjualan dan pemasarannya berlaku ketentuan di Bidang Cukai. Dalam produksi harus telah memiliki ijin berupa NPPBKC (Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai) dan pemasaran harus sudah dilekati pita cukai.

”Rokok yang ditemukan tidak memenuhi ketentuan, tidak dilekati pita cukai, sehingga merupakan rokok illegal. Mari menjadi legal, menjadi legal adalah mudah, pengurusan NPPBKC cepat, mudah dan gratis,” kata Rini. (san/mal)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Bea Cukai Kudus berhasil menggagalkan 500 paket (830 ribu) rokok ilegal. Rokok yang diduga ilegal itu dari Jepara yang akan dikirim melalui jasa pengiriman dengan menggunakan sarana pengangkut berupa truk.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Kudus Dwi Prasetyo Rini, mengatakan tim Bea Cukai Kudus segera menuju lokasi dan menyisir di Welahan, Jepara. Sekitar pukul 00.10, tim berhasil menemukan titik lokasi sarana pengangkut dengan ciri-ciri sebagaimana informasi diatas sedang berjalan di Jalan Raya Welahan.

”Kami segera memeriksa sarana pengangkut dan beberapa paket yang dicurigai berisi rokok ilegal. Tim juga melakukan pemeriksaan pada sopir. Dari hasil pemeriksaan, menemukan 515 paket berisi rokok ilegal berbagai merk,” ungkapnya.

Rinciannya, berisi 830.120 batang rokok ilegal tanpa dilekati pita cukai dan 65.360 batang rokok ilegal dilekati pita cukai palsu. Perkiraan nilai barang rokok ilegal tersebut Rp 1.017.875.400 dan potensi penerimaan negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp 681.146.681.

Baca Juga :  Tiga Pembuat Petasan di Kudus Dibekuk, Polisi Sita 56,4 Kg Bahan Mercon

Seluruh barang hasil penindakan selanjutnya dibawa ke Kantor Bea Cukai Kudus untuk diproses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam pemasarannya rokok yang merupakan barang kena cukai , harus telah dilekati pita cukai asli. Rokok yang ditemukan tidak dilekati pita cukai dan sebagian dilekati pita cukai palsu, sehingga dikategorikan sebagai rokok ilegal.

Rokok merupakan barang yang dikenakan cukai, yang dalam produksi, penjualan dan pemasarannya berlaku ketentuan di Bidang Cukai. Dalam produksi harus telah memiliki ijin berupa NPPBKC (Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai) dan pemasaran harus sudah dilekati pita cukai.

”Rokok yang ditemukan tidak memenuhi ketentuan, tidak dilekati pita cukai, sehingga merupakan rokok illegal. Mari menjadi legal, menjadi legal adalah mudah, pengurusan NPPBKC cepat, mudah dan gratis,” kata Rini. (san/mal)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/