alexametrics
24.4 C
Kudus
Sunday, May 22, 2022

Selama Sepuluh Bulan, Ada 12 Kasus Perselisihan Perindustrian di Kudus

KUDUS – Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM (Disnaker Perinkop dan UKM) mencatat ada 12 kasus perselisihan industrial. Itu terjadi sejak Januari sampai Oktober2021.

Kepala Disnaker Perinkop dan UKM Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawati menjelaskan perselisihan industrial itu terjadi antara pengusaha dan pekerja. Terkait dengan produktivitas dan upah.

“Perusahaan terpaksa meliburkan atau malakukan sistem sif sebagian karyawan selama pandemi. Dampaknya perusahaan menggaji karyawan sesuai produktivitas kerja. Sementara karyawan terdampak dengan upahnya dan akhirnya protes,” jelasnya.


Menjembatani itu Rini, pihaknya memfasilitasi terkait adanya mediasi. Itu dengan melibatkan serikat pekerja dan kelompok pengusaha. Sebagian selesai di tempat. Tetapi ada pula yang sampai ke ranah pengadilan.

Mengantisipasi terus bertambahnya perselisihan di ranah industrial itu pihaknya kemarin Rabu (27/10) menggelar penyuluhan terkait pencegahan perselisihan hubungan industrial dengan perwakilan 30 perusahaan yang ada di Kudus.

Baca Juga :  Menteri ESDM Tinjau Mesin Pengolah Bensin Sawit di PT Pura Kudus

“Sosialisasi ini lebih untuk antisipasi agar setiap ada perselisihan antara pengusaha dengan karyawan bisa diselesaikan dengan baik. Menggunakan langkah-langkah yang konkrit dan konstruktif. Tidak merugikan kedua puhak,” katanya.

Pelatihan itu mengundang berbagai perusahaan, baik dari tekstil, perusahaan rokok, perusahaan makanan, dan industri lainnya.

Ketua DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Kudus Andreas Hua mengatakan acara ini memang antisipasi agar permasalahan industrial tidak berlarut. Dia menyebut semua harus mengedepankan mediasi.

“Pada sosialisasi ini kami sampaikan agar perselisihan itu diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Tetapi jika itu parah dan tentunya memuat unsur-unsur berkenaan dengan hukum, baru itu ditempuh. Intinya mediasi dulu,” jelasnya. (mal)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM (Disnaker Perinkop dan UKM) mencatat ada 12 kasus perselisihan industrial. Itu terjadi sejak Januari sampai Oktober2021.

Kepala Disnaker Perinkop dan UKM Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawati menjelaskan perselisihan industrial itu terjadi antara pengusaha dan pekerja. Terkait dengan produktivitas dan upah.

“Perusahaan terpaksa meliburkan atau malakukan sistem sif sebagian karyawan selama pandemi. Dampaknya perusahaan menggaji karyawan sesuai produktivitas kerja. Sementara karyawan terdampak dengan upahnya dan akhirnya protes,” jelasnya.

Menjembatani itu Rini, pihaknya memfasilitasi terkait adanya mediasi. Itu dengan melibatkan serikat pekerja dan kelompok pengusaha. Sebagian selesai di tempat. Tetapi ada pula yang sampai ke ranah pengadilan.

Mengantisipasi terus bertambahnya perselisihan di ranah industrial itu pihaknya kemarin Rabu (27/10) menggelar penyuluhan terkait pencegahan perselisihan hubungan industrial dengan perwakilan 30 perusahaan yang ada di Kudus.

Baca Juga :  Serahkan DIPA TA 2022, KPPN Kudus Dorong Satker Kelola APBN secara Tepat

“Sosialisasi ini lebih untuk antisipasi agar setiap ada perselisihan antara pengusaha dengan karyawan bisa diselesaikan dengan baik. Menggunakan langkah-langkah yang konkrit dan konstruktif. Tidak merugikan kedua puhak,” katanya.

Pelatihan itu mengundang berbagai perusahaan, baik dari tekstil, perusahaan rokok, perusahaan makanan, dan industri lainnya.

Ketua DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Kudus Andreas Hua mengatakan acara ini memang antisipasi agar permasalahan industrial tidak berlarut. Dia menyebut semua harus mengedepankan mediasi.

“Pada sosialisasi ini kami sampaikan agar perselisihan itu diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Tetapi jika itu parah dan tentunya memuat unsur-unsur berkenaan dengan hukum, baru itu ditempuh. Intinya mediasi dulu,” jelasnya. (mal)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/