25.3 C
Kudus
Monday, November 28, 2022

Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV, Dinas Kesehatan Kudus Sasar Siswi SD

KUDUS – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus per 1 September 2022 menggelar imunisasi Human Papiloma Virus (HPV) untuk mencegah penyaki kanker servik. Sasarannya, anak perempuan kelas V SD/MI atau usia 11 tahun.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala DKK Kudus dr Andini Aridewi melalui Subkoordinator Surveilen dan Imunisasi Aniq Fuad, menjelaskan imunisasi ini merupakan hal baru, jadi sekaligus sosialisasi kepada orang tua siswa tentang imunisasi HPV.

”Nantinya interval 6-12 bulan dilakukan penyuntikan kembali dosis kedua saat naik kelas VI. Imunisasi HPV ini merupakan program baru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan pelaksanannya sebulan saja, tapi berhubung saat ini vaksin di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah kosong, pelaksanaannya mundur sampai November 2022,” jelasnya.


Aniq menambahkan, kekurangan vaksin HPV sebanyak 1.314 dosis, sehingga masih menunggu ketersediaan dari Provinsi Jateng. Sementara itu, jumlah sasaran vaksin HPV sebanyak 6.695 anak dan saat ini yang sudah divaksin sebanyak 5.381 anak.

”Kami ada dua program imunisasi baru selain HPV juga ada imunisasi Pneumociccus virus (PCV) masuk dalam program imunisasi rutin bagi anak,” jelasnya.

Baca Juga :  Alami Luka Parah, Korban Laka di Depan Kampus UMK Dilarikan ke Rumah Sakit

Ia menambahkan, imunisasi PCV ini akan memberikan perlindungan yang efektif untuk bayi dan anak-anak terhadap penyakit pneumonia atau radang paru akibat infeksi bakteri pneumokokus.

Sasarannya anak usia dua bulan, tiga bulan dan 12 bulan. Aniq mengatakan, kalau untuk PCV belum dimulai karena vaksinnya baru datang kemarin (27/9) dan sasarannya juga masih dala prosesnya pendataan.

Ia menambahkan, WHO merekomendasikan pemberian imunisasi PCV sangat penting bagi anak-anak. Sebab, Pneumonia merupakan penyakit infeksi yang sangat endemis serta penyebab utama kematian pada bayi dan balita di dunia.

”Untuk kasus di Kudus pneumonia pada anak ada tapi jumlahnya sedikit. Maka, sebelumnya dicegah lebih dulu dengan pemberian imunisasi PCV,” ungkapnya.

Aniq menambahkan berdasarkan keterangan dari Kemenkes pemberian imunisasi PCV tidak hanya menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat pneumonia, namun juga dapat mencegah anak terkena Stunting. Sebab, pneumonia tidak hanya menyebabkan radang paru namun juga menganggu gizi penderitanya. (san/him)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus per 1 September 2022 menggelar imunisasi Human Papiloma Virus (HPV) untuk mencegah penyaki kanker servik. Sasarannya, anak perempuan kelas V SD/MI atau usia 11 tahun.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala DKK Kudus dr Andini Aridewi melalui Subkoordinator Surveilen dan Imunisasi Aniq Fuad, menjelaskan imunisasi ini merupakan hal baru, jadi sekaligus sosialisasi kepada orang tua siswa tentang imunisasi HPV.

”Nantinya interval 6-12 bulan dilakukan penyuntikan kembali dosis kedua saat naik kelas VI. Imunisasi HPV ini merupakan program baru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan pelaksanannya sebulan saja, tapi berhubung saat ini vaksin di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah kosong, pelaksanaannya mundur sampai November 2022,” jelasnya.

Aniq menambahkan, kekurangan vaksin HPV sebanyak 1.314 dosis, sehingga masih menunggu ketersediaan dari Provinsi Jateng. Sementara itu, jumlah sasaran vaksin HPV sebanyak 6.695 anak dan saat ini yang sudah divaksin sebanyak 5.381 anak.

”Kami ada dua program imunisasi baru selain HPV juga ada imunisasi Pneumociccus virus (PCV) masuk dalam program imunisasi rutin bagi anak,” jelasnya.

Baca Juga :  Geruduk DPRD Kudus, Massa Tuntut Pemberhentian Empat Anggota Dewan Dipercepat

Ia menambahkan, imunisasi PCV ini akan memberikan perlindungan yang efektif untuk bayi dan anak-anak terhadap penyakit pneumonia atau radang paru akibat infeksi bakteri pneumokokus.

Sasarannya anak usia dua bulan, tiga bulan dan 12 bulan. Aniq mengatakan, kalau untuk PCV belum dimulai karena vaksinnya baru datang kemarin (27/9) dan sasarannya juga masih dala prosesnya pendataan.

Ia menambahkan, WHO merekomendasikan pemberian imunisasi PCV sangat penting bagi anak-anak. Sebab, Pneumonia merupakan penyakit infeksi yang sangat endemis serta penyebab utama kematian pada bayi dan balita di dunia.

”Untuk kasus di Kudus pneumonia pada anak ada tapi jumlahnya sedikit. Maka, sebelumnya dicegah lebih dulu dengan pemberian imunisasi PCV,” ungkapnya.

Aniq menambahkan berdasarkan keterangan dari Kemenkes pemberian imunisasi PCV tidak hanya menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat pneumonia, namun juga dapat mencegah anak terkena Stunting. Sebab, pneumonia tidak hanya menyebabkan radang paru namun juga menganggu gizi penderitanya. (san/him)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/