alexametrics
23.2 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

MUI Kudus Bina dan Tingkatkan Kualitas Islam Para Mualaf

KUDUS – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kudus menyelenggarakan pembinaan Komunitas mualaf kemarin pada Minggu (26/9) di aula Mubarook Food. Pada pertemuaan itu para mualaf diminta untuk meningkatkan dan menjaga tingkat keimanan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Mobarokfood, sekaligus menghadirkan para mualaf di Kudus. Selain diberipengertian tentang Islam, kegiatan itu juga dimaksudkan untuk ajang silaturahim antarsesama mualaf.

Wakil Ketua Komisi Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat KH. Shodiqun mengaku mengajak orang masuk islam menggunakan pendekatan humanis. Hal itu dilakukan agar tak menyinggung hati mualaf.


Pada pertemuan itu, pihaknya mengingatkan mualaf ketika mengajak orang masuk Islam tak menggunakan cara kekerasan atau radikal. Pasalnya hal tersebut bertentangan dengan aspek nilai ajaran Islam.

“Pesen sesepuh, Islam itu rahmatin lil alamin. Menciptakan islam yang ramah bukan yang marah. Pedekatan lebih pada kemanusian, keramahan, dan ketaladanan,” ungkapnya.

Ketika sudah Islam, keyakinan harus ditanamkan dalam diri sekaligus dipegang erat. Setiap perintah dan larangan Allah SWT harus dijalani dengan istikomah. Lantaran jika itu ditinggalkan akan berdampak pada diri sendiri.

Baca Juga :  Kudus Jadi Kota Industri, Pemkab Bakal Pertahankan Lahan Produktif

“Jangan sampai malah kehidupan mempengaruhi kualitas ibadah. Memang masuk Islam gampang, tetapi jangan mudah meninggalkan keislaman,” mintanya.

Dalam Islam, kata dia, para mualaf tak dibatasi untuk berteman kepada siapa pun. Baik menjalin petemenan lintas agama. Karena nilai ajaran islam mengajarkan hidup berdampingan sekaligus menyebarkan rahmat untuk jagat raya.

Pada kegiatan itu, dirinya berharap, tingkat keimanan para mualaf bisa tumbuh dan berkembang. Selain itu, agenda tersebut akan tetap di jalankan ke depannya. Lebih lanjutnya mereka mendapat pembelajaran dan pembinaan secara langsung.

Ketua Pengerus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kudus Asyrofi Masyito mengapresiasi penyelenggaraan pembinaan itu. Pihaknya berharap, kegiatan positif itu bisa dilanjutkan kedepannya.

“Kegiatan ini bisa meningkatkan dan menjaga keislaman dan keimanan mualaf,” katanya.

Lebih lanjut, kata Asyrofi, ke depan intesites pembinaan kepada mualaf bisa ditindaklanjuti terus. Dengan begitu keberadaan mualaf di tingkat kecamatan bisa diketahui. Dari situ, ouputnya tak hanya ilmu keislaman saja yang didapat, tetapi bisa peningkatan kapasitas dan fasilitas. (mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kudus menyelenggarakan pembinaan Komunitas mualaf kemarin pada Minggu (26/9) di aula Mubarook Food. Pada pertemuaan itu para mualaf diminta untuk meningkatkan dan menjaga tingkat keimanan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Mobarokfood, sekaligus menghadirkan para mualaf di Kudus. Selain diberipengertian tentang Islam, kegiatan itu juga dimaksudkan untuk ajang silaturahim antarsesama mualaf.

Wakil Ketua Komisi Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat KH. Shodiqun mengaku mengajak orang masuk islam menggunakan pendekatan humanis. Hal itu dilakukan agar tak menyinggung hati mualaf.

Pada pertemuan itu, pihaknya mengingatkan mualaf ketika mengajak orang masuk Islam tak menggunakan cara kekerasan atau radikal. Pasalnya hal tersebut bertentangan dengan aspek nilai ajaran Islam.

“Pesen sesepuh, Islam itu rahmatin lil alamin. Menciptakan islam yang ramah bukan yang marah. Pedekatan lebih pada kemanusian, keramahan, dan ketaladanan,” ungkapnya.

Ketika sudah Islam, keyakinan harus ditanamkan dalam diri sekaligus dipegang erat. Setiap perintah dan larangan Allah SWT harus dijalani dengan istikomah. Lantaran jika itu ditinggalkan akan berdampak pada diri sendiri.

Baca Juga :  Viral di Medsos, 'Wacana Pemekaran Provinsi Muria Raya' Dipastikan Hoax

“Jangan sampai malah kehidupan mempengaruhi kualitas ibadah. Memang masuk Islam gampang, tetapi jangan mudah meninggalkan keislaman,” mintanya.

Dalam Islam, kata dia, para mualaf tak dibatasi untuk berteman kepada siapa pun. Baik menjalin petemenan lintas agama. Karena nilai ajaran islam mengajarkan hidup berdampingan sekaligus menyebarkan rahmat untuk jagat raya.

Pada kegiatan itu, dirinya berharap, tingkat keimanan para mualaf bisa tumbuh dan berkembang. Selain itu, agenda tersebut akan tetap di jalankan ke depannya. Lebih lanjutnya mereka mendapat pembelajaran dan pembinaan secara langsung.

Ketua Pengerus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kudus Asyrofi Masyito mengapresiasi penyelenggaraan pembinaan itu. Pihaknya berharap, kegiatan positif itu bisa dilanjutkan kedepannya.

“Kegiatan ini bisa meningkatkan dan menjaga keislaman dan keimanan mualaf,” katanya.

Lebih lanjut, kata Asyrofi, ke depan intesites pembinaan kepada mualaf bisa ditindaklanjuti terus. Dengan begitu keberadaan mualaf di tingkat kecamatan bisa diketahui. Dari situ, ouputnya tak hanya ilmu keislaman saja yang didapat, tetapi bisa peningkatan kapasitas dan fasilitas. (mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/