alexametrics
24 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

KKN-IK IAIN Kudus Ciptakan Integritas melalui Peduli Lingkungan

KUDUS – Mahasiswa KKN-IK IAIN Kudus Desa Bulungcangkring membuat eko enzim. Yakni dengan mengolah sayuran dan buah yang kaya manfaat.

Kepala Desa Bulungcangkring Sulakimm mengapresiasi kegiatan pembuatan eko enzim oleh mahasiswa KKN-IK IAIN Kudus Desa Bulungcangkring. Dengan pembuatan ini, dia berharap dapat memberi manfaat bagi masyarakat. Khususnya pengolahan sayuran dan buah menjadi eko enzim yang dapat dimanfaatkan untuk pupuk, jamur putih yang dapat digunakan untuk masker, dan pengobatan diabetes. “Dengan banyaknya manfaat eko enzim ini saya berharap masyarakat dapat mempraktikkan,” katanya.

Kegiatan tersebut mengusung tema Ciptakan Integritas Melalui Peduli Lingkungan dengan narasumber Kepala Seksi MSKI KPPN Kudus Paulina Maria Sri Maryati. Di awal paparannya integritas adalah sifat atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga mampu mewujudkan kewibawaan dan kejujuran yang harus dimiliki setiap warga Indonesia.


“Pribadi yang berintegritas tidak akan bertindak sembarangan, termasuk dalam hal kebiasaan membuang sampah yang berakibat pencemaran lingkungan. Pembuatan eko enzim menjadi salah satu solusi mengatasi melimpahnya limbah rumah tangga bahkan mendatangkan segudang manfaat bagi lingkungan dan kehidupan” katanya.

Baca Juga :  Pupuk Kaltim Raih The Best Indonesia Green Awards 2022

Ismanto, S.Si, M.Pd, Ridwan, ME., selaku DPL menyampaikan wawasan dan pengetahuan pengolahan limbah secara mandiri yang disampaikan narasumber ini ditujukan supaya masyarakat secara mandiri bisa mengolah limbah rumah tangga. Hal ini untuk kepentingan keluarga atau masyarakat desa itu sendiri.

“Jadi kegunaan Eco-Enzyme ini sebenarnya bukan hanya sekedar untuk tanaman saja yang dapat digunakan sebagai pupuk, namun juga bisa digunakan untuk kosmetik kemudian untuk terapi tradisional, dan seterusnya asalkan memang pengolahan limbah dari kulit buah dan sayur mayur ini dilakukan dengan benar, hasil pengeluaran enzim ini sangat sederhana asalkan bisa dilakukan secara mandiri oleh rumah tangga atau masyarakat desa itu.

Lebih lanjut Ismanto menambahkan bahwa dalam kegiatan eko enzim, posisi mahasiswa/i sebagai fasilitator/pemantik, perihal proses dan hasilnya dikembalikan ke masyarakat desa itu sendiri, artinya kemandirian tampak manakala hasilnya terbukti kemanfaatannya, idealnya KKN-IK berkelanjutan pada tahun-tahun berikutnya, dengan program yang sifatnya berkelanjutan, sehingga masyarakat desa tersebut benar-benar mandiri. (KKN-IK IAIN KUDUS/*)

KUDUS – Mahasiswa KKN-IK IAIN Kudus Desa Bulungcangkring membuat eko enzim. Yakni dengan mengolah sayuran dan buah yang kaya manfaat.

Kepala Desa Bulungcangkring Sulakimm mengapresiasi kegiatan pembuatan eko enzim oleh mahasiswa KKN-IK IAIN Kudus Desa Bulungcangkring. Dengan pembuatan ini, dia berharap dapat memberi manfaat bagi masyarakat. Khususnya pengolahan sayuran dan buah menjadi eko enzim yang dapat dimanfaatkan untuk pupuk, jamur putih yang dapat digunakan untuk masker, dan pengobatan diabetes. “Dengan banyaknya manfaat eko enzim ini saya berharap masyarakat dapat mempraktikkan,” katanya.

Kegiatan tersebut mengusung tema Ciptakan Integritas Melalui Peduli Lingkungan dengan narasumber Kepala Seksi MSKI KPPN Kudus Paulina Maria Sri Maryati. Di awal paparannya integritas adalah sifat atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga mampu mewujudkan kewibawaan dan kejujuran yang harus dimiliki setiap warga Indonesia.

“Pribadi yang berintegritas tidak akan bertindak sembarangan, termasuk dalam hal kebiasaan membuang sampah yang berakibat pencemaran lingkungan. Pembuatan eko enzim menjadi salah satu solusi mengatasi melimpahnya limbah rumah tangga bahkan mendatangkan segudang manfaat bagi lingkungan dan kehidupan” katanya.

Baca Juga :  Perkuat Moderasi, Hadirkan lima Tokoh Lintas Iman dan Kepercayaan

Ismanto, S.Si, M.Pd, Ridwan, ME., selaku DPL menyampaikan wawasan dan pengetahuan pengolahan limbah secara mandiri yang disampaikan narasumber ini ditujukan supaya masyarakat secara mandiri bisa mengolah limbah rumah tangga. Hal ini untuk kepentingan keluarga atau masyarakat desa itu sendiri.

“Jadi kegunaan Eco-Enzyme ini sebenarnya bukan hanya sekedar untuk tanaman saja yang dapat digunakan sebagai pupuk, namun juga bisa digunakan untuk kosmetik kemudian untuk terapi tradisional, dan seterusnya asalkan memang pengolahan limbah dari kulit buah dan sayur mayur ini dilakukan dengan benar, hasil pengeluaran enzim ini sangat sederhana asalkan bisa dilakukan secara mandiri oleh rumah tangga atau masyarakat desa itu.

Lebih lanjut Ismanto menambahkan bahwa dalam kegiatan eko enzim, posisi mahasiswa/i sebagai fasilitator/pemantik, perihal proses dan hasilnya dikembalikan ke masyarakat desa itu sendiri, artinya kemandirian tampak manakala hasilnya terbukti kemanfaatannya, idealnya KKN-IK berkelanjutan pada tahun-tahun berikutnya, dengan program yang sifatnya berkelanjutan, sehingga masyarakat desa tersebut benar-benar mandiri. (KKN-IK IAIN KUDUS/*)

Most Read

Artikel Terbaru

/