alexametrics
29.7 C
Kudus
Friday, May 27, 2022

Wisata Jeratun Seluna di Kudus Terbengkalai, Tujuh Perahu Terlantar

KUDUS – Wisata Jeratun Seluna yang diresmikan Bupati Kudus Hartopo pada 7 Juli 2020, kini tampak semakin terbengkalai. Terlihat ada tujuh perahu terbengkalai begitu saja. Empat perahu pupus di bawah jembatan dikelilingi sampah. Satu perahu biru tampak lebih mengenaskan, rusak dan tertumpuk sampah-sampah kayu dan daun.

Penampakan wisata jeratun yang dulu digadang-gadang dapat menjadi daya tarik wisata untuk mengangkat perekonomian warga kini semakin memprihatinkan.

Atun Tuniah, pemilik warung yang berada di area wisata Jeratun mengatakan pendatang semakin sedikit karena pandemi. Dulu waktu awal-awal dibuka ramai. “Sekarang ya seperti ini. Sepi,” ujar warga asal Desa Jongso, Mejobo itu.


Dia menjelaskan wisata lumayan ramai kalau pada Minggu. Itu pun dari pagi hingga pukul 10.00, setelah itu tidak ada orang. “Kalau weekday sepi,” jelas Atun.

Baca Juga :  Bupati Kudus Tegaskan Larang Warganya Gelar Dangdutan, Ini Alasannya 

Yogie Prasetiya, salah satu pemuda pengelola wisata Jeratun mengaku memang saat ini masih dibuka, meski dengan keadaan dan keterbatasan yang ada. “Masih proses pembangunan, mau ada normalisasi sungai, tetapi masih menunggu giliran,” jelas Yogie. (ark/mal)

KUDUS – Wisata Jeratun Seluna yang diresmikan Bupati Kudus Hartopo pada 7 Juli 2020, kini tampak semakin terbengkalai. Terlihat ada tujuh perahu terbengkalai begitu saja. Empat perahu pupus di bawah jembatan dikelilingi sampah. Satu perahu biru tampak lebih mengenaskan, rusak dan tertumpuk sampah-sampah kayu dan daun.

Penampakan wisata jeratun yang dulu digadang-gadang dapat menjadi daya tarik wisata untuk mengangkat perekonomian warga kini semakin memprihatinkan.

Atun Tuniah, pemilik warung yang berada di area wisata Jeratun mengatakan pendatang semakin sedikit karena pandemi. Dulu waktu awal-awal dibuka ramai. “Sekarang ya seperti ini. Sepi,” ujar warga asal Desa Jongso, Mejobo itu.

Dia menjelaskan wisata lumayan ramai kalau pada Minggu. Itu pun dari pagi hingga pukul 10.00, setelah itu tidak ada orang. “Kalau weekday sepi,” jelas Atun.

Baca Juga :  90 Persen Wisudawan MPD UMK Tembus Jurnal Internasional

Yogie Prasetiya, salah satu pemuda pengelola wisata Jeratun mengaku memang saat ini masih dibuka, meski dengan keadaan dan keterbatasan yang ada. “Masih proses pembangunan, mau ada normalisasi sungai, tetapi masih menunggu giliran,” jelas Yogie. (ark/mal)

Most Read

Artikel Terbaru

/