alexametrics
26.6 C
Kudus
Wednesday, May 25, 2022

Perluasan Museum Situs Purbakala Patiayam Kudus Terkendala Anggaran

KUDUS – Hingga saat ini Museum Situs Patiayam masih berstatus sewa Pemdes Terban. Keinginan untuk mengubah status dan memperluas museum juga sudah ada. Sayang, Pemkab Kudus masih terkendala anggaran.

Bupati Kudus Hartopo mengatakan, tanah Museum Situs Purbakala Patiayam masih berstatus sebagai tanah milik desa dan perluasannya membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Pemkab Kudus pernah menaksir, perluasan situs purbakala membutuhkan dana Rp 2,2 miliar.

“Kalau tanah desa dihibahkan katanya malu sama masyarakat. Harapan kami ada solusi yang baik antara Pemkab dan Pemdes Terban,” kata Hartopo.


Dia mengatakan, karena status lahan yang masih milik pemdes membuat pembangunan Museum Patiayam tidak dapat menggunakan dana bagi hasil cukai tembakau (DBHCT) maupun dana alokasi khusus (DAK). Penganggaran hanya bisa dilakukan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kondisi APBD tidak baik. Namun, kami berusaha meminta bantuan pusat untuk upaya pengembangan museum ini,” jelasnya.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Mutrikah mengatakan perluasan bangunan Museum Patiayam memang belum bisa dilakukan. Sebab dana refocusing anggaran.

Baca Juga :  Diputus Wanprestasi, Dinas Pendidikan Blora Ogah Bayar Rp 3,2 Miliar

“Pembangunan Museum Situs Purbakala Patiayam sudah kami ajukan setiap tahunnya. Mulai tahun 2017, 2018, dan 2019. Bahkan kami pernah mengajukan anggaran untuk pembelian tanahnya. Namun situasi keuangan di pemkab belum memungkinkan,” paparnya.

Dia mengatakan, tanah yang digunakan museum fosil ini statusnya menyewa dengan desa setempat. Dan, pihaknya saat ini lebih mengutamakan fokus ke kegiatan konservasi fosil. Lebih lanjut, dia memproyeksikan Museum Situs Purbakala Patiayam bisa menjadi wadah penelitian dan edukasi mengenai fosil layaknya Museum Purbakala Sangiran.

Saat ini, koleksi fosil yang dimiliki Museum Situs Purbakala Patiayam tak kalah dengan Sangiran. Ada sekitar 8.000 fragmen dari 17 spesies biota laut dan darat. Ada manusia, gajah, macan, kijang, kudanil, hiu dan kerang purba yang ditemukan di Situs Purbakala Patiayam. Fosil-fosil ini usianya antara ratusan tahun hingga 2 juta tahun lamanya. (mal)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Hingga saat ini Museum Situs Patiayam masih berstatus sewa Pemdes Terban. Keinginan untuk mengubah status dan memperluas museum juga sudah ada. Sayang, Pemkab Kudus masih terkendala anggaran.

Bupati Kudus Hartopo mengatakan, tanah Museum Situs Purbakala Patiayam masih berstatus sebagai tanah milik desa dan perluasannya membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Pemkab Kudus pernah menaksir, perluasan situs purbakala membutuhkan dana Rp 2,2 miliar.

“Kalau tanah desa dihibahkan katanya malu sama masyarakat. Harapan kami ada solusi yang baik antara Pemkab dan Pemdes Terban,” kata Hartopo.

Dia mengatakan, karena status lahan yang masih milik pemdes membuat pembangunan Museum Patiayam tidak dapat menggunakan dana bagi hasil cukai tembakau (DBHCT) maupun dana alokasi khusus (DAK). Penganggaran hanya bisa dilakukan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kondisi APBD tidak baik. Namun, kami berusaha meminta bantuan pusat untuk upaya pengembangan museum ini,” jelasnya.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Mutrikah mengatakan perluasan bangunan Museum Patiayam memang belum bisa dilakukan. Sebab dana refocusing anggaran.

Baca Juga :  Alhamdulillah… Jalan Pilang-Menden Akhirnya Dibeton

“Pembangunan Museum Situs Purbakala Patiayam sudah kami ajukan setiap tahunnya. Mulai tahun 2017, 2018, dan 2019. Bahkan kami pernah mengajukan anggaran untuk pembelian tanahnya. Namun situasi keuangan di pemkab belum memungkinkan,” paparnya.

Dia mengatakan, tanah yang digunakan museum fosil ini statusnya menyewa dengan desa setempat. Dan, pihaknya saat ini lebih mengutamakan fokus ke kegiatan konservasi fosil. Lebih lanjut, dia memproyeksikan Museum Situs Purbakala Patiayam bisa menjadi wadah penelitian dan edukasi mengenai fosil layaknya Museum Purbakala Sangiran.

Saat ini, koleksi fosil yang dimiliki Museum Situs Purbakala Patiayam tak kalah dengan Sangiran. Ada sekitar 8.000 fragmen dari 17 spesies biota laut dan darat. Ada manusia, gajah, macan, kijang, kudanil, hiu dan kerang purba yang ditemukan di Situs Purbakala Patiayam. Fosil-fosil ini usianya antara ratusan tahun hingga 2 juta tahun lamanya. (mal)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/