25.3 C
Kudus
Monday, November 28, 2022

Disdikpora Kudus Selidiki Kasus Dugaan Asusila Oknum Guru terhadap Siswa SMP di Kelas

KUDUS – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus mendalami laporan dugaan tindak asusila yang dilakukan oknum guru kepada siswa SMP di Kecamatan Undaan. Pasalnya ada dua versi keterangan yang beredar saat ini dari korban.

Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widodo melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar Moh Zubaidi mengaku telah meminta klarifikasi kepada pihak sekolah. Atas hasil klarifikasi itu, ada dua versi yang diungkapkan korban berinisial E kepada pihak sekolah.

Zubaidi mengatakan, saat dimintai keterangan sekolah, sang anak mengaku tidak pernah mengalami tindakan asusila. Siswa kelas VII itu hanya dipegang punggungnya dan diminta untuk belajar lebih giat.


Namun korban memberikan keterangan berbeda saat ditanyai orangtuanya. Korban mengaku dicabuli gurunya.

Sementara kepala sekolah yang bersangkutan berinisial J mengatakan, saat ini terduga korban dan pelaku masih menjalani kegiatan belajar sekaligus mengajar seperti biasa. Saat ini pihak sekolah masih mencari laporan kebenaran dugaan tindakan asusila itu.

Sebelumnya dia mendapatkan laporan dari W dan orangtua korban. Pelapor W memberikan rekaman suara korban yang tengah mendapat dugaan asusila pada Jumat (16/9) di rumah kepala komite SMP tersebut.

Baca Juga :  Gugat Hotel Sato di PTUN, Beberapa Warga Minta Bupati Kudus Cabut IMB

“Dari laporan itu mengerucut nama terduga pelaku AW (Guru, Red) saya ingin dimasukan tim pengusut kejadian, namun saya menolak karena yang bertanggung jawab di sekolah saya agar tidak ada risiko besar bagi terduga pelaku dan korban,” jelasnya.

Sementara dugaan tindakan dugaan pemerkosaan dilakukan di ruang kelas. Maupun lorong sekolah. Dari laporan itu diduga korban sudah digauli sekitar tiga kali.

“Dari semua siswa kelas VII, VII, dan XI di sekolah saya klarifikasi tentang AW bilang the best,” katanya.

Pihak sekolah dan guru terduga pelaku juga dipanggil Pemdes setempat untuk mendengarkan keterangan. Sementara, kata J pihak aparat keamanan memberikan video keterangan korban yang diduga mendapat perbuatan pelecehan.

Terkait terduga pelaku pelecehan, hingga sampai dengan saat ini masih aktif mengajar. J menyebut kasus tersebut masih dalam taraf dugaan.

“Kondisi terduga korban saat ini masih sehat dan sedang mengikuti UTS,” ungkapnya.

Terpisah, terduga pelaku AW, 35 mengaku tidak benar atas tuduhan itu. Ia merasa difitnah dan dirugikan akan tuduhan itu. Sementara pelaku dan korban merupakan paman dan keponakan. (gal/mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus mendalami laporan dugaan tindak asusila yang dilakukan oknum guru kepada siswa SMP di Kecamatan Undaan. Pasalnya ada dua versi keterangan yang beredar saat ini dari korban.

Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widodo melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar Moh Zubaidi mengaku telah meminta klarifikasi kepada pihak sekolah. Atas hasil klarifikasi itu, ada dua versi yang diungkapkan korban berinisial E kepada pihak sekolah.

Zubaidi mengatakan, saat dimintai keterangan sekolah, sang anak mengaku tidak pernah mengalami tindakan asusila. Siswa kelas VII itu hanya dipegang punggungnya dan diminta untuk belajar lebih giat.

Namun korban memberikan keterangan berbeda saat ditanyai orangtuanya. Korban mengaku dicabuli gurunya.

Sementara kepala sekolah yang bersangkutan berinisial J mengatakan, saat ini terduga korban dan pelaku masih menjalani kegiatan belajar sekaligus mengajar seperti biasa. Saat ini pihak sekolah masih mencari laporan kebenaran dugaan tindakan asusila itu.

Sebelumnya dia mendapatkan laporan dari W dan orangtua korban. Pelapor W memberikan rekaman suara korban yang tengah mendapat dugaan asusila pada Jumat (16/9) di rumah kepala komite SMP tersebut.

Baca Juga :  Gugat Hotel Sato di PTUN, Beberapa Warga Minta Bupati Kudus Cabut IMB

“Dari laporan itu mengerucut nama terduga pelaku AW (Guru, Red) saya ingin dimasukan tim pengusut kejadian, namun saya menolak karena yang bertanggung jawab di sekolah saya agar tidak ada risiko besar bagi terduga pelaku dan korban,” jelasnya.

Sementara dugaan tindakan dugaan pemerkosaan dilakukan di ruang kelas. Maupun lorong sekolah. Dari laporan itu diduga korban sudah digauli sekitar tiga kali.

“Dari semua siswa kelas VII, VII, dan XI di sekolah saya klarifikasi tentang AW bilang the best,” katanya.

Pihak sekolah dan guru terduga pelaku juga dipanggil Pemdes setempat untuk mendengarkan keterangan. Sementara, kata J pihak aparat keamanan memberikan video keterangan korban yang diduga mendapat perbuatan pelecehan.

Terkait terduga pelaku pelecehan, hingga sampai dengan saat ini masih aktif mengajar. J menyebut kasus tersebut masih dalam taraf dugaan.

“Kondisi terduga korban saat ini masih sehat dan sedang mengikuti UTS,” ungkapnya.

Terpisah, terduga pelaku AW, 35 mengaku tidak benar atas tuduhan itu. Ia merasa difitnah dan dirugikan akan tuduhan itu. Sementara pelaku dan korban merupakan paman dan keponakan. (gal/mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/