25.3 C
Kudus
Monday, November 28, 2022

BLT BBM Tak Kunjung Cair, Ternyata Ini Penyebabnya

KUDUS – Bantuan langsung tunai (BLT) bahan bakar minyak (BBM) sampai saat ini tak kunjung cair. Pemkab Kudus mengklaim, molornya penyaluran terjadi karena masih dalam kajian. Pengkajian ini dilakukan agar tepat sasaran.

Bupati Kudus Hartopo mengatakan bantuan akan diterima warga yang sudah masuk data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) maupun di luar itu. Asalkan warga benar-benar membutuhkan bantuan itu.

“Sebelumnya kan untuk sopir angkot. Itu juga bisa asalkan ia benar membutuhkan. Ini masih kami kaji dahulu,” katanya.


Pemkab Kudus berencana mengucurkan BLT BBM senilai Rp 150 ribu selama tiga bulan. Sedangkan anggaran tersebut diambilkan dari dana transfer umum. Penerima manfaatnya diperkirakan mencapai 9.700 orang.

“Nilai anggaran kami potong dua persen dari transfer umum, alokasi anggarannya Rp 4,365 miliar,” katanya.

BLT tersebut, kata Hartopo, seharusnya dicairkan pada September ini. Namun hingga sekarang belum ada tanda-tanda pencairan.

Baca Juga :  Akibat Buat Obat Nyamuk, 19 Ekor Kambing Terpanggang di Kudus

“Saya akan komunikasi dengan tim dulu. Saya targetkan bulan ini bisa selesai,” katanya.

Lanjut dia, koordinasi dengan tim ini dilakukan sebagai percepatan pencairan BLT BBM. Kemungkinan akan dilakukan akhir pekan. Hal itu agar BLT BBM bisa segera dinikmati warga.

Sedangkan dalam pendataan dan pencairan nantinya, Pemkab Kudus akan berkoordinasi dengan pihak desa agar penerima bantuan bisa tepat sasaran.

Organda menegaskan belum ada kenaikan tarif resmi dari sopir angkot. Kenaikan tarif angkot akan dibahas lebih lanjut bersama Dinas Perhubungan Kudus.

Mahmudun melanjutkan, penerima bantuan tunai itu akan diberikan kepada sebanyak 650-an sopir angkot. Mereka terdiri dari 22 trayek.

“Bantuan ini sangat diperlukan pelaku UMKM dan sopir angkot, karena mereka sangat membutuhkan,” ungkapnya. (gal/mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Bantuan langsung tunai (BLT) bahan bakar minyak (BBM) sampai saat ini tak kunjung cair. Pemkab Kudus mengklaim, molornya penyaluran terjadi karena masih dalam kajian. Pengkajian ini dilakukan agar tepat sasaran.

Bupati Kudus Hartopo mengatakan bantuan akan diterima warga yang sudah masuk data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) maupun di luar itu. Asalkan warga benar-benar membutuhkan bantuan itu.

“Sebelumnya kan untuk sopir angkot. Itu juga bisa asalkan ia benar membutuhkan. Ini masih kami kaji dahulu,” katanya.

Pemkab Kudus berencana mengucurkan BLT BBM senilai Rp 150 ribu selama tiga bulan. Sedangkan anggaran tersebut diambilkan dari dana transfer umum. Penerima manfaatnya diperkirakan mencapai 9.700 orang.

“Nilai anggaran kami potong dua persen dari transfer umum, alokasi anggarannya Rp 4,365 miliar,” katanya.

BLT tersebut, kata Hartopo, seharusnya dicairkan pada September ini. Namun hingga sekarang belum ada tanda-tanda pencairan.

Baca Juga :  Akibat Buat Obat Nyamuk, 19 Ekor Kambing Terpanggang di Kudus

“Saya akan komunikasi dengan tim dulu. Saya targetkan bulan ini bisa selesai,” katanya.

Lanjut dia, koordinasi dengan tim ini dilakukan sebagai percepatan pencairan BLT BBM. Kemungkinan akan dilakukan akhir pekan. Hal itu agar BLT BBM bisa segera dinikmati warga.

Sedangkan dalam pendataan dan pencairan nantinya, Pemkab Kudus akan berkoordinasi dengan pihak desa agar penerima bantuan bisa tepat sasaran.

Organda menegaskan belum ada kenaikan tarif resmi dari sopir angkot. Kenaikan tarif angkot akan dibahas lebih lanjut bersama Dinas Perhubungan Kudus.

Mahmudun melanjutkan, penerima bantuan tunai itu akan diberikan kepada sebanyak 650-an sopir angkot. Mereka terdiri dari 22 trayek.

“Bantuan ini sangat diperlukan pelaku UMKM dan sopir angkot, karena mereka sangat membutuhkan,” ungkapnya. (gal/mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/