25.3 C
Kudus
Monday, November 28, 2022

Bertabur Cuan, Pelaku UMKM Berharap Pasar Rakyat Lanjutan Kembali Digelar 

KUDUS – Pasar Rakyat yang dibuka dalam rangka memeriahkan HUT Kudus rupanya menyedot perhatian masyarakat dan pelaku usaha. Banyaknya warga yang ke sana membuat dagangan pedagang laku keras. Tak heran pelaku usaha ketagihan dan berharap ada Pasar Rakyat lanjutan.

Ada berbagai jualan di Pasar Rakyat, mulai dari kain batik, tas, baju, aksesoris, mainan hingga makanan dan minuman dari pedagang kaki lima (PKL) di Kudus.

Pasar Rakyat kali pertama diadakan setelah vakum selama dua tahun, sehingga pelaku usaha yang ikut menjual dagangan ke pasar tersebut ketagihan, meminta Pemkab Kudus mengadakan hal serupa lagi.


Salah satu pedagang Rudianto mengatakan memanfaatkan promo produk fashionnya yang semula belum diketahui orang.

Baca Juga :  Pemkab Kudus Hentikan Pendistribusian Migor Murah ke Pasar Tradisional

“Sebenarnya saya punya toko dan sistem penjualan saya online dan offline. Namun tidak semua orang tahu toko saya, adanya Pasar Rakyat ini sekalian saya sebar pamflet lengkap dengan brand fashion saya sekaligus alamat toko. Selama empat hari Pasar Rakyat cukup lumayan pedapatan saya, yang laris itu jilbab harga Rp 25 ribu hingga Rp 100 ribu,” jelasnya.

Rudi berharap, akhir tahun jelang tahun baru diadakan Pasar Rakyat. Lokasinya menyesuaikan saja.

Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti mengatakan hasil transaksi selama empat hari belum direkap. Namun berdasarkan keterangan dari pelaku usaha, selama empat hari dagangan laris manis. “Makanya mereka ingin diadakan kembali kegiatan serupa,” paparnya. (san/mal)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Pasar Rakyat yang dibuka dalam rangka memeriahkan HUT Kudus rupanya menyedot perhatian masyarakat dan pelaku usaha. Banyaknya warga yang ke sana membuat dagangan pedagang laku keras. Tak heran pelaku usaha ketagihan dan berharap ada Pasar Rakyat lanjutan.

Ada berbagai jualan di Pasar Rakyat, mulai dari kain batik, tas, baju, aksesoris, mainan hingga makanan dan minuman dari pedagang kaki lima (PKL) di Kudus.

Pasar Rakyat kali pertama diadakan setelah vakum selama dua tahun, sehingga pelaku usaha yang ikut menjual dagangan ke pasar tersebut ketagihan, meminta Pemkab Kudus mengadakan hal serupa lagi.

Salah satu pedagang Rudianto mengatakan memanfaatkan promo produk fashionnya yang semula belum diketahui orang.

Baca Juga :  Kepergok Ngamar di Kos, Dua Pelajar di Kudus Digerebek Warga

“Sebenarnya saya punya toko dan sistem penjualan saya online dan offline. Namun tidak semua orang tahu toko saya, adanya Pasar Rakyat ini sekalian saya sebar pamflet lengkap dengan brand fashion saya sekaligus alamat toko. Selama empat hari Pasar Rakyat cukup lumayan pedapatan saya, yang laris itu jilbab harga Rp 25 ribu hingga Rp 100 ribu,” jelasnya.

Rudi berharap, akhir tahun jelang tahun baru diadakan Pasar Rakyat. Lokasinya menyesuaikan saja.

Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti mengatakan hasil transaksi selama empat hari belum direkap. Namun berdasarkan keterangan dari pelaku usaha, selama empat hari dagangan laris manis. “Makanya mereka ingin diadakan kembali kegiatan serupa,” paparnya. (san/mal)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/