alexametrics
24.2 C
Kudus
Saturday, May 21, 2022

Trans Jateng Rute Semarang-Grobogan Mengaspal Oktober 2021

SEMARANG – Armada Trans Jateng rute Semarang-Grobogan (Terminal Penggaron – Terminal Gubug), segera mengaspal atau operasional pada Oktober 2021. Saat ini, berbagai persiapan tengah berproses. Mulai dari pembangunan halte, pembuatan bus, rekrutmen pegawai hingga penyiapan terminal.

Kepala Balai Trans Jateng Joko Setiawan mengatakan pada rute tersebut akan dilayani 14 armada bus. Oleh karena itu, penyiapan terus dilakukan, baik dengan pemenang tender maupun kerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Grobogan.

”Saat ini pembuatan bus sedang dikerjakan oleh pemenang tender. Perekrutan pegawai juga sedang berlangsung secara daring, karena pandemi Covid-19. Selain itu, penyiapan 63 titik naik turun penumpang secara keseluruhan dalam rute tersebut juga dikerjakan,” ujarnya melalui sambungan telepon Kamis (26/8).


Disampaikan juga terkait penyiapan Terminal Gubug. Hal menjadi tanggung jawab Dishub Grobogan. Adapun, rute Trans Jateng Semarang-Gubug akan melalui Terminal Penggaron, Kota Semarang, ke Gubug lalu Godong.

Ia menyebut, untuk fungsionalisasi fasilitas dasar, ditargetkan akhir September 2021. Sementara, launching rute Semarang-Gubug direncanakan pada Oktober 2021.

Terkait potensi penumpang, ia menyebut rute Semarang-Gubug terdapat sejumlah pabrik, tempat wisata, sekolah, perkantoran dan pasar. Selain itu, dengan adanya Trans Jateng, diharap memudahkan mereka yang akan pergi ke Juwangi atau ke Demak. Karena ada titik integrasi dengan angkutan umum lainnya di Terminal Godong.

Baca Juga :  Urus Paspor di Kudus, Sebulan Dibuka Dua hingga Empat Kali

”Potensi penumpang terdiri atas pekerja pabrik (buruh), pelajar, pedagang pasar dan lainnya. Harapan kami bisa menggaet masyarakat yang awalnya menggunakan kendaraan pribadi beralih menggunakan layanan Trans Jateng. Apalagi tarifnya bersaing cukup Rp 2000 untuk buruh, pelajar dan veteran. Sementara masyarakat umum Rp 4000,” sebutnya.

Dengan tarif yang murah, diharapkan masyarakat dapat menghemat biaya transportasi. Sehingga dapat meningkatkan daya beli masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok lainnya.

Perlu diketahui, layanan Trans Jateng diluncurkan pertama kali oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada 2017. Kini, ada lima rute yang telah melayani warga. Adapun, kelima rute yang telah melayani itu adalah, Semarang-Bawen, Semarang-Kendal, Purwokerto-Purbalingga, Kutoarjo-Borobudur, Surakarta-Sangiran-Sumberlawang.

Penambahan rute Semarang-Grobogan (Terminal Penggaron-Terminal Gubug) akan menjadi rute keenam. Ke depan, akan terus dikembangkan layanan Trans Jateng yang aman, nyaman, teratur, tepat waktu dan tarif serta murah  berdasarkan skema wilayah aglomerasi. (akr/ida)

SEMARANG – Armada Trans Jateng rute Semarang-Grobogan (Terminal Penggaron – Terminal Gubug), segera mengaspal atau operasional pada Oktober 2021. Saat ini, berbagai persiapan tengah berproses. Mulai dari pembangunan halte, pembuatan bus, rekrutmen pegawai hingga penyiapan terminal.

Kepala Balai Trans Jateng Joko Setiawan mengatakan pada rute tersebut akan dilayani 14 armada bus. Oleh karena itu, penyiapan terus dilakukan, baik dengan pemenang tender maupun kerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Grobogan.

”Saat ini pembuatan bus sedang dikerjakan oleh pemenang tender. Perekrutan pegawai juga sedang berlangsung secara daring, karena pandemi Covid-19. Selain itu, penyiapan 63 titik naik turun penumpang secara keseluruhan dalam rute tersebut juga dikerjakan,” ujarnya melalui sambungan telepon Kamis (26/8).

Disampaikan juga terkait penyiapan Terminal Gubug. Hal menjadi tanggung jawab Dishub Grobogan. Adapun, rute Trans Jateng Semarang-Gubug akan melalui Terminal Penggaron, Kota Semarang, ke Gubug lalu Godong.

Ia menyebut, untuk fungsionalisasi fasilitas dasar, ditargetkan akhir September 2021. Sementara, launching rute Semarang-Gubug direncanakan pada Oktober 2021.

Terkait potensi penumpang, ia menyebut rute Semarang-Gubug terdapat sejumlah pabrik, tempat wisata, sekolah, perkantoran dan pasar. Selain itu, dengan adanya Trans Jateng, diharap memudahkan mereka yang akan pergi ke Juwangi atau ke Demak. Karena ada titik integrasi dengan angkutan umum lainnya di Terminal Godong.

Baca Juga :  Dua Pasutri Ramaikan Persaingan di Pilkades Serentak Kudus

”Potensi penumpang terdiri atas pekerja pabrik (buruh), pelajar, pedagang pasar dan lainnya. Harapan kami bisa menggaet masyarakat yang awalnya menggunakan kendaraan pribadi beralih menggunakan layanan Trans Jateng. Apalagi tarifnya bersaing cukup Rp 2000 untuk buruh, pelajar dan veteran. Sementara masyarakat umum Rp 4000,” sebutnya.

Dengan tarif yang murah, diharapkan masyarakat dapat menghemat biaya transportasi. Sehingga dapat meningkatkan daya beli masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok lainnya.

Perlu diketahui, layanan Trans Jateng diluncurkan pertama kali oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada 2017. Kini, ada lima rute yang telah melayani warga. Adapun, kelima rute yang telah melayani itu adalah, Semarang-Bawen, Semarang-Kendal, Purwokerto-Purbalingga, Kutoarjo-Borobudur, Surakarta-Sangiran-Sumberlawang.

Penambahan rute Semarang-Grobogan (Terminal Penggaron-Terminal Gubug) akan menjadi rute keenam. Ke depan, akan terus dikembangkan layanan Trans Jateng yang aman, nyaman, teratur, tepat waktu dan tarif serta murah  berdasarkan skema wilayah aglomerasi. (akr/ida)

Most Read

Artikel Terbaru

/