alexametrics
30.3 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Hampir 400 SD-SMP di Kudus Terapkan Kurikulum Merdeka

KUDUS – Sebanyak 394 SD dan SMP akan melaksanakan Kurikulum Merdeka (IKM) pada tahun ajaran baru 2022/2023. Namun, kurikulum itu belum sepenuhnya bisa diterapkan. Untuk SD hanya kelas I dan IV, sedangkan SMP kelas VII.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Harjuna Widada melalui Kasi Kurikulum Afri Shofianingrum menjelaskan penerapan Kurikulum Merdeka ada tiga jalur yakni mandiri berubah, mandiri belajar dan mandiri berbagi.

“Pekan depan kami siapkan pendampingan kepada kepala di pusat belajar guru (PBG) diikuti 350 SD negeri dan swasta dari total 422 SD dari jalur mandiri berubah, sedangkan yang SMP diikuti 48 sekolah, total tersebut di luar sekolah penggerak,” ujarnya.

Baca Juga :  Bahagianya Warga Kudus Ini, Habis Divaksin Malah Dapat Sepeda Motor

Dia mengatakan sekolah penggerak untuk SD berjumlah 31 sekolah dan SMP ada tiga sekolah penggerak.

Afri mengatakan, target pemerintah menerapkan secara keseluruhan Kurikulum Merdeka di tiga tahun kedepan.

“Kalau untuk SMP baru kelas VII saja. Baik sekolah penggerak maupun sekolah jalur mandiri berubah. Yang belum, masih menggunakan Kurikulum 2013 tapi mulai mengarah ke Kurikulum Merdeka yakni cara mengajarnya, kemudian materi yang disampaikan ke siswa dan lainnya,” ungkapnya.

Dia mengatakan, Kurikulum Merdeka lebih menekankan pada penggarapan proyek untuk siswa, yang disesuaikan dengan bakat. Untuk sekolah penggerak memang wajib, tapi bagi sekolah yang belum penggerak bisa memilih dari tiga jalur tersebut.






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Sebanyak 394 SD dan SMP akan melaksanakan Kurikulum Merdeka (IKM) pada tahun ajaran baru 2022/2023. Namun, kurikulum itu belum sepenuhnya bisa diterapkan. Untuk SD hanya kelas I dan IV, sedangkan SMP kelas VII.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Harjuna Widada melalui Kasi Kurikulum Afri Shofianingrum menjelaskan penerapan Kurikulum Merdeka ada tiga jalur yakni mandiri berubah, mandiri belajar dan mandiri berbagi.

“Pekan depan kami siapkan pendampingan kepada kepala di pusat belajar guru (PBG) diikuti 350 SD negeri dan swasta dari total 422 SD dari jalur mandiri berubah, sedangkan yang SMP diikuti 48 sekolah, total tersebut di luar sekolah penggerak,” ujarnya.

Baca Juga :  Suzuki Remaja Motor Kudus Launching All New Ertiga Hybrid, Begini Keunggulanya

Dia mengatakan sekolah penggerak untuk SD berjumlah 31 sekolah dan SMP ada tiga sekolah penggerak.

Afri mengatakan, target pemerintah menerapkan secara keseluruhan Kurikulum Merdeka di tiga tahun kedepan.

“Kalau untuk SMP baru kelas VII saja. Baik sekolah penggerak maupun sekolah jalur mandiri berubah. Yang belum, masih menggunakan Kurikulum 2013 tapi mulai mengarah ke Kurikulum Merdeka yakni cara mengajarnya, kemudian materi yang disampaikan ke siswa dan lainnya,” ungkapnya.

Dia mengatakan, Kurikulum Merdeka lebih menekankan pada penggarapan proyek untuk siswa, yang disesuaikan dengan bakat. Untuk sekolah penggerak memang wajib, tapi bagi sekolah yang belum penggerak bisa memilih dari tiga jalur tersebut.






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/