alexametrics
30.3 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

BK DPRD Dalami Laporan Empat Anggota Dewan Enam Kali Bolos Rapat

KUDUS – Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus segera menindaklanjuti aduan enam anggota dewan dari Fraksi Partai Gerindra yang diduga membolos rapat hingga enam kali lebih. Rapat klarifikasi memanggil pelapor aduan Mohammad Asnawi.

Diketahui, eks mantan Bapilu Gerindra Kudus M. Asnawi melaporkan dugaan mangkirnya empat anggota fraksi Partai Gerindra dari rapat. Laporan tersebut diajukan ke Sekretariat DPRD (Setwan) Kudus pada 17 Juni lalu.

Adapun nama empat anggota dewan tersebut, Sulistyo Utomo, Sandung Hidayat, Abdul Basyid, dan Shidqul Wafa. Sesuai dengan aturan tata tertib DPRD Kudus, apabila terbukti melanggar akan terancam diberhentikan.


Ketua Badan Kehormatan DPRD Kudus Peter Muhammad Faruq akan mengklarifikasi laporan tersebut. Pihaknya menggelar rapat internal. Dalam rapat tersebut, nantinya melakukan kajian secara mendalam. Laporan yang diadukan apakah hanya sebatas benar adanya atau dugaan semata.

Baca Juga :  KIHT Diminati, Produksi Rokok Bisa Berkembang Pesat

”Kami sudah menggelar rapat internal dengan anggota BK. Kami melihat dan mencari bukti-bukti tentang dugaan laporan membolosnya rapat,” katanya.

Dirinya memastikan BK akan memproses dan menindaklanjuti laporan tersebut. Sebab, selama ini BK hanya dipandang sebelah mata. ”Kami merencanakan rapat klarifikasi akan dilaksanakan Rabu mendatang,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Fraksi Partai Gerindra Sandung Hidayat menanggapi enteng atas laporan tersebut. Sebab, laporan tersebut imbas dari PAW Anggota Dewan Fraksi Partai Gerindra Nurhudi.

Pihak Fraksi Partai Gerindra berpandangan, ketika itu empat anggotanya tidak ikut agenda rapat paripurna APBD Perubahan 2021. Alasannya, pengiriman berkas APBD Perubahan oleh eksekutif ke DPRD Kudus terlambat.

”APBD Perubahan saat itu masih dibahas. Secara regulasi menyalahi aturan, karena terlambat. Akhirnya APBD Perubahan 2021 tidak ditandatangani oleh gubernur Jawa Tengah,” katanya. (gal/lin)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus segera menindaklanjuti aduan enam anggota dewan dari Fraksi Partai Gerindra yang diduga membolos rapat hingga enam kali lebih. Rapat klarifikasi memanggil pelapor aduan Mohammad Asnawi.

Diketahui, eks mantan Bapilu Gerindra Kudus M. Asnawi melaporkan dugaan mangkirnya empat anggota fraksi Partai Gerindra dari rapat. Laporan tersebut diajukan ke Sekretariat DPRD (Setwan) Kudus pada 17 Juni lalu.

Adapun nama empat anggota dewan tersebut, Sulistyo Utomo, Sandung Hidayat, Abdul Basyid, dan Shidqul Wafa. Sesuai dengan aturan tata tertib DPRD Kudus, apabila terbukti melanggar akan terancam diberhentikan.

Ketua Badan Kehormatan DPRD Kudus Peter Muhammad Faruq akan mengklarifikasi laporan tersebut. Pihaknya menggelar rapat internal. Dalam rapat tersebut, nantinya melakukan kajian secara mendalam. Laporan yang diadukan apakah hanya sebatas benar adanya atau dugaan semata.

Baca Juga :  Ketua Fraksi Golkar DPRD Kudus Dicopot, Apa Alasannya?

”Kami sudah menggelar rapat internal dengan anggota BK. Kami melihat dan mencari bukti-bukti tentang dugaan laporan membolosnya rapat,” katanya.

Dirinya memastikan BK akan memproses dan menindaklanjuti laporan tersebut. Sebab, selama ini BK hanya dipandang sebelah mata. ”Kami merencanakan rapat klarifikasi akan dilaksanakan Rabu mendatang,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Fraksi Partai Gerindra Sandung Hidayat menanggapi enteng atas laporan tersebut. Sebab, laporan tersebut imbas dari PAW Anggota Dewan Fraksi Partai Gerindra Nurhudi.

Pihak Fraksi Partai Gerindra berpandangan, ketika itu empat anggotanya tidak ikut agenda rapat paripurna APBD Perubahan 2021. Alasannya, pengiriman berkas APBD Perubahan oleh eksekutif ke DPRD Kudus terlambat.

”APBD Perubahan saat itu masih dibahas. Secara regulasi menyalahi aturan, karena terlambat. Akhirnya APBD Perubahan 2021 tidak ditandatangani oleh gubernur Jawa Tengah,” katanya. (gal/lin)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/