alexametrics
30.3 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Alasan Tak Jelas, KPU Kudus Kembalikan Surat PAW Nurhudi

KUDUS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus mengembalikan surat permohonan rekomendasi Pergantian antarwaktu (PAW) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus Fraksi Partai Gerindra. Pengembalian ini dilakukan karena  surat tersebut tidak menjelaskan alasan dengan jelas.

Ketua KPU Kudus Naily Syarifah mengatakan pengembalian surat tersebut tidak sesuai dengan peraturan KPU yang berlaku. Yakni Peraturan KPU nomor 6/2019 tentang Perubahan atas Peraturan KPU Nomor 6/2017 tentang Penggantian Antarwaktu anggota DPR RI, Dewan Perwakilan Daerah (DPD), DPRD provinsi, kabupaten maupun kota.

Dia menjelaskan, aturan yang mengatur pasal 5 angota DPRD kabupaten berhenti antarwaktu didasari beberapa hal, mulai dari diberhentikan, meninggal dunia, maupun mengundurkan diri.


“Dari surat itu hanya meneruskan surat dari DPP Partai Gerindra, tidak disebutkan kenapa Nurhudi di PAW,” katanya.

Kondisi pengajuan PAW tersebut, kemudian harus disertai dengan surat keterangan yang sesuai dengan keadaan. Misalnya surat keterangan mengundurkan diri sebagai anggota dewan.

Baca Juga :  Dalih Hak Politik, Empat Anggota DPRD Kudus Mangkir Rapat Enam Kali Berturut-turut Dilaporkan ke BK

Bisa pula dengan surat keterangan meninggal dunia bagi anggota dewan yang meninggal.

“Jika tidak sesuai dengan aturan tidak kami proses, meski ada kesepakatan kedua belah pihak,” ungkapnya.

Ketua DPRD Kudus Masan mengaku telah menerima pengembalian surat tersebut. Surat yang dikirimkan juga dilengkapi dengan dokumen dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kudus. “Kami akan mengkaji terlebih dahulu bersama tim ahli atas pengembalian surat tersebut,” katanya.

Diketahui, DPRD Kudus telah mengajukan surat proses PAW kepada KPU Kudus. PAW Nurhudi untuk diganti Agus Wariyono diketahui perjanjian kedua belah pihak. Keduanya membagi setengah jabatannya imbas dari sengketa hasil Pemilu 2019.

Sementara itu, kesepakatan yang telah dibuat kedua belah pihak tidak diakui Nurhudi. Dia mengklaim tidak pernah menandatangi surat pengunduran diri dari anggota DPRD Kudus. (gal/mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus mengembalikan surat permohonan rekomendasi Pergantian antarwaktu (PAW) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus Fraksi Partai Gerindra. Pengembalian ini dilakukan karena  surat tersebut tidak menjelaskan alasan dengan jelas.

Ketua KPU Kudus Naily Syarifah mengatakan pengembalian surat tersebut tidak sesuai dengan peraturan KPU yang berlaku. Yakni Peraturan KPU nomor 6/2019 tentang Perubahan atas Peraturan KPU Nomor 6/2017 tentang Penggantian Antarwaktu anggota DPR RI, Dewan Perwakilan Daerah (DPD), DPRD provinsi, kabupaten maupun kota.

Dia menjelaskan, aturan yang mengatur pasal 5 angota DPRD kabupaten berhenti antarwaktu didasari beberapa hal, mulai dari diberhentikan, meninggal dunia, maupun mengundurkan diri.

“Dari surat itu hanya meneruskan surat dari DPP Partai Gerindra, tidak disebutkan kenapa Nurhudi di PAW,” katanya.

Kondisi pengajuan PAW tersebut, kemudian harus disertai dengan surat keterangan yang sesuai dengan keadaan. Misalnya surat keterangan mengundurkan diri sebagai anggota dewan.

Baca Juga :  Pemkab Kudus Anggarkan Rp 2 Miliar untuk Perluas Museum Patiayam

Bisa pula dengan surat keterangan meninggal dunia bagi anggota dewan yang meninggal.

“Jika tidak sesuai dengan aturan tidak kami proses, meski ada kesepakatan kedua belah pihak,” ungkapnya.

Ketua DPRD Kudus Masan mengaku telah menerima pengembalian surat tersebut. Surat yang dikirimkan juga dilengkapi dengan dokumen dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kudus. “Kami akan mengkaji terlebih dahulu bersama tim ahli atas pengembalian surat tersebut,” katanya.

Diketahui, DPRD Kudus telah mengajukan surat proses PAW kepada KPU Kudus. PAW Nurhudi untuk diganti Agus Wariyono diketahui perjanjian kedua belah pihak. Keduanya membagi setengah jabatannya imbas dari sengketa hasil Pemilu 2019.

Sementara itu, kesepakatan yang telah dibuat kedua belah pihak tidak diakui Nurhudi. Dia mengklaim tidak pernah menandatangi surat pengunduran diri dari anggota DPRD Kudus. (gal/mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/