alexametrics
27 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

Kalah Gugatan di PN Kudus, Bank Mandiri Buka Suara

KUDUS – Usai Pengadilan Negeri (PN) Kudus memenangkan gugatan Imam Rofi’i atas raibnya saldo rekening senilai Rp 5,8 miliar, Bank Mandiri buka suara. Pihak bank menyatakan siap menghormati proses hukum yang berlaku.

Regional Operations Head Bank Mandiri Region VII/Jawa 2 Nur Iwan Soeyanto menyebut, hingga saat ini pihaknya belum menerima salinan keputusan PN Kudus. Dengan begitu, belum bisa memastikan langkah hukum berikutnya.

”Kami akan mempelajari terlebih dahulu pertimbangan majelis hakim dalam pengambilan keputusan, sebelum memutuskan langkah hukum lebih lanjut atas putusan Pengadilan Negeri Kudus,” katanya.


Namun menurutnya Bank Mandiri tetap berkomitmen menghormati dan akan mengikuti seluruh proses hukum yang ada dalam penyelesaian perkara tersebut dengan baik.

Sebelumnya, pada Rabu (25/5) PN Kudus mengabulkan sebagian gugatan penggugat atas nama Imam Rofi’i atas kasus raibnya saldo rekening di Bank Mandiri. Putusan itu disampaikan pengadilan secara e-court.

Dalam putusan atas perkara Nomor 59/Pdt.G/2021/PN.Kds, ada beberapa poin putusan. Humas PN Kudus Rudi Hartoyo menjelaskan, pihak pengadilan mengabulkan gugatan penggugat untuk sebagian. Dan menyatakan bahwa tergugat atau Bank Mandiri telah melakukan perbuatan melawan hukum.

”Sehingga menghukum tergugat untuk membayar kerugian yang diderita penggugat atas pembobolan rekening penggugat senilai Rp 5.800.090.000,” jelasnya.

Selanjutnya menolak gugatan penggugat yang lain dan selebihnya seperti soal kerugian imateril yang sempat diajukan. Juga menghukum tergugat untuk biaya perkara yang timbul dalam perkara ini Rp 399.500.

Baca Juga :  Polres Blora Berhasil Ringkus Tiga Pencuri Spesialis Traktor

Terkait putusan tersebut, Rudi Hartoyo mengaku masih menunggu apakah ada banding dari kedua belah pihak. ”Kami tunggu 14 hari. Kalau tak ada banding, artinya semua pihak menerima. Kalau ada banding berarti ada upaya hukum lagi,” tambahnya.

Nur Sholikhin, kuasa Hukum penggugat Imam Rofi’i menyebut, pihaknya bersyukur karena PN Kudus dalam putusannya mengabulkan tuntutan sesuai pokok perkara, bahwa Bank Mandiri melakukan perbuatan melawan hukum. ”Maka konsekuensinya, Bank Mandiri harus membayar kerugian atas pembobolan rekening bank klien kami,” terangnya.

Meski tak mengabulkan gugatan imateril, menurutnya putusan tersebut dinilai cukup adil dan fair. Sebab, sesuai dengan fakta dan bukti persidangan. ”Persidangan memang alot. Alhamdulillah gugatan kami dikabulkan sesuai gugatan,” tuturnya.

Menurutnya, sidang dalam perkara tersebut memakan waktu. Berlangsung hingga lima bulan. ”Sidangnya lama. Sebab saksi banyak. Ini sidang yang sangat serius. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak,” tambahnya.

Terkait putusan sidang yang disampaikan secara e-court, menurutnya sesuai anjuran Mahkamah Agung. Bahwa sidang diupayakan secara e-court selama masa pandemi. ”Yang non e-court diagenda pembuktian saksi dan bukti. Di luar itu e-court semua,” imbuhnya. (tos/lin)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Usai Pengadilan Negeri (PN) Kudus memenangkan gugatan Imam Rofi’i atas raibnya saldo rekening senilai Rp 5,8 miliar, Bank Mandiri buka suara. Pihak bank menyatakan siap menghormati proses hukum yang berlaku.

Regional Operations Head Bank Mandiri Region VII/Jawa 2 Nur Iwan Soeyanto menyebut, hingga saat ini pihaknya belum menerima salinan keputusan PN Kudus. Dengan begitu, belum bisa memastikan langkah hukum berikutnya.

”Kami akan mempelajari terlebih dahulu pertimbangan majelis hakim dalam pengambilan keputusan, sebelum memutuskan langkah hukum lebih lanjut atas putusan Pengadilan Negeri Kudus,” katanya.

Namun menurutnya Bank Mandiri tetap berkomitmen menghormati dan akan mengikuti seluruh proses hukum yang ada dalam penyelesaian perkara tersebut dengan baik.

Sebelumnya, pada Rabu (25/5) PN Kudus mengabulkan sebagian gugatan penggugat atas nama Imam Rofi’i atas kasus raibnya saldo rekening di Bank Mandiri. Putusan itu disampaikan pengadilan secara e-court.

Dalam putusan atas perkara Nomor 59/Pdt.G/2021/PN.Kds, ada beberapa poin putusan. Humas PN Kudus Rudi Hartoyo menjelaskan, pihak pengadilan mengabulkan gugatan penggugat untuk sebagian. Dan menyatakan bahwa tergugat atau Bank Mandiri telah melakukan perbuatan melawan hukum.

”Sehingga menghukum tergugat untuk membayar kerugian yang diderita penggugat atas pembobolan rekening penggugat senilai Rp 5.800.090.000,” jelasnya.

Selanjutnya menolak gugatan penggugat yang lain dan selebihnya seperti soal kerugian imateril yang sempat diajukan. Juga menghukum tergugat untuk biaya perkara yang timbul dalam perkara ini Rp 399.500.

Baca Juga :  Diduga Ada Pemalsuan Dokumen, Pelaksanaan PAW Kades di Kudus Diprotes

Terkait putusan tersebut, Rudi Hartoyo mengaku masih menunggu apakah ada banding dari kedua belah pihak. ”Kami tunggu 14 hari. Kalau tak ada banding, artinya semua pihak menerima. Kalau ada banding berarti ada upaya hukum lagi,” tambahnya.

Nur Sholikhin, kuasa Hukum penggugat Imam Rofi’i menyebut, pihaknya bersyukur karena PN Kudus dalam putusannya mengabulkan tuntutan sesuai pokok perkara, bahwa Bank Mandiri melakukan perbuatan melawan hukum. ”Maka konsekuensinya, Bank Mandiri harus membayar kerugian atas pembobolan rekening bank klien kami,” terangnya.

Meski tak mengabulkan gugatan imateril, menurutnya putusan tersebut dinilai cukup adil dan fair. Sebab, sesuai dengan fakta dan bukti persidangan. ”Persidangan memang alot. Alhamdulillah gugatan kami dikabulkan sesuai gugatan,” tuturnya.

Menurutnya, sidang dalam perkara tersebut memakan waktu. Berlangsung hingga lima bulan. ”Sidangnya lama. Sebab saksi banyak. Ini sidang yang sangat serius. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak,” tambahnya.

Terkait putusan sidang yang disampaikan secara e-court, menurutnya sesuai anjuran Mahkamah Agung. Bahwa sidang diupayakan secara e-court selama masa pandemi. ”Yang non e-court diagenda pembuktian saksi dan bukti. Di luar itu e-court semua,” imbuhnya. (tos/lin)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/