Layanan Dokter Spesialis Keliling di Kudus Kembali Digeber, 14 Lokasi Sudah Terlayani

KUDUS – Pelaksanaan program Dokter Spesialis Keliling (Speling) di Kabupaten Kudus menunjukkan hasil menggembirakan.
Program unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut berhasil direalisasikan sepenuhnya pada 2025.
Sementara untuk pelaksanaan tahun ini, capaian sementara telah mencapai 70 persen.
Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mencatat, pada tahun anggaran 2025 daerah ini memperoleh alokasi sebanyak 20 lokus atau titik pelayanan.
Seluruh sasaran tersebut berhasil diselesaikan dengan tingkat realisasi 100 persen.
Capaian itu menempatkan Kudus sebagai salah satu kabupaten dengan tingkat pelaksanaan program Speling tertinggi di Jawa Tengah.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi untuk memperluas akses layanan dokter spesialis, termasuk bagi 5.419 pondok pesantren dan ribuan desa.
Kepala DKK Kudus dr. Abdul Hakam mengatakan, seluruh lokasi yang menjadi sasaran program pada tahun lalu telah mendapatkan pelayanan dari dokter spesialis.
“2025 kami dapat 20 lokus sudah tuntas. Semua desa dan pondok pesantren (ponpes) yang ditargetkan, sudah dilayani dokter spesialis dari RSUD dr. Loekmono Hadi dan RS Mardi Rahayu,” jelasnya.
Memasuki 2026, Kabupaten Kudus kembali memperoleh kuota sebanyak 20 lokus.



