Mbah Min Kembangkan Biola Bambu, Angkat Potensi Kerajinan Lokal Kudus

RADAR KUDUS – Ngatmin, atau yang akrab disapa Mbah Min, mengembangkan biola berbahan bambu sebagai inovasi alat musik sekaligus upaya memanfaatkan potensi bahan lokal.
Berbekal pengalaman sebagai tukang kayu, ia mengembangkan kerajinan tersebut hingga memperoleh pengakuan tingkat nasional.
Namun, penjualan produk seni yang belum menentu membuatnya tetap bekerja sebagai tukang kayu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Mbah Min mengawali pembuatan biola pada 2009 ketika berada di Bogor.
Saat itu, ia bekerja sama dengan seorang mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang memiliki gagasan membuat alat musik sendiri untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran musik.
Meski memiliki pengalaman mengolah kayu, Mbah Min mengaku tidak langsung berhasil membuat biola.
Pada awal proses pengembangan, ia belajar secara otodidak, termasuk melalui video YouTube.
Keterbatasan pengetahuan mengenai pembuatan alat musik membuat proses tersebut membutuhkan waktu hingga akhirnya ia mampu mengembangkan keterampilannya.
Setelah kembali ke Kudus pada akhir 2013, Mbah Min mulai mencari cara untuk membedakan produknya dari biola berbahan kayu yang telah banyak beredar.
Ia kemudian mendapatkan gagasan menggunakan bambu setelah mengamati karakter suara alat musik tradisional, seperti suling dan angklung.



