Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Normalisasi Sungai Togor, Jawab Keluhan Pertanian

A
NORMALISASI: Operator alat berat mengeruk sedimentasi di Sungai Togor Desa Gulang, Senin (6/7). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
NORMALISASI: Operator alat berat mengeruk sedimentasi di Sungai Togor Desa Gulang, Senin (6/7). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

Advertisement

MEJOBO – Pemerintah Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, mulai melakukan normalisasi Sungai Togor di Blok Grabyakan, Senin (6/7).

Pengerjaan ditargetkan rampung dalam waktu sepekan untuk mengatasi pendangkalan sungai yang selama ini menghambat pasokan air ke area persawahan di Desa Gulang wilayah utara Jalan Lingkar Timur Kudus.

Kepala Desa Gulang, Aris Subkhan, mengatakan normalisasi dilakukan sebagai langkah cepat menjawab keluhan para petani yang selama ini kesulitan memperoleh pengairan.

Advertisement

Kondisi sungai yang dangkal akibat sedimentasi membuat aliran air menuju sawah tidak berjalan optimal, terutama saat musim tanam.

“Targetnya satu pekan selesai. Kami mengalokasikan anggaran Dana Desa sekitar Rp 7 juta untuk kebutuhan solar dan tenaga kerja. Alhamdulillah kami juga mendapat dukungan dari Dinas PUPR, BPBD, dan BBWS. Alat beratnya dipinjamkan dari Dinas PUPR,” ujar Aris.

Ia menjelaskan, normalisasi dilakukan pada saluran Sungai Togor yang terhubung dengan Saluran Air Jemirah dan jaringan irigasi Jeratun Seluna.

Advertisement

Sebelum pekerjaan dimulai, Pemerintah Desa Gulang telah mengajukan surat permohonan bantuan kepada BPBD dan Dinas PUPR hingga akhirnya proses pengerukan dapat dilaksanakan.

Menurut Aris, pengerjaan normalisasi sungai ini menggunakan satu alat berat.

Normalisasi yang dikerjakan dengan panjang sekitar 700 hingga 800 meter dengan lebar kurang lebih empat meter.

Material sedimentasi yang mengendap selama bertahun-tahun serta tumpukan sampah yang terbawa arus saat musim hujan menjadi penyebab utama berkurangnya kapasitas aliran sungai.

Advertisement

Artikel Terkait

Regenerasi Petani Muda Menjadi Kunci Masa Depan Pertanian Indonesia

Regenerasi Petani Muda Menjadi Kunci Masa Depan Pertanian Indonesia

Regenerasi petani muda menjadi penting untuk mendorong inovasi, teknologi, dan keberlanjutan sektor pertanian Indonesia.

Panen Padi Organik di Musim Kemarau, Blora Perkuat Ambisi Jadi Lumbung Pangan Jawa Tengah

Panen Padi Organik di Musim Kemarau, Blora Perkuat Ambisi Jadi Lumbung Pangan Jawa Tengah

Musim kemarau tidak menghalangi aktivitas pertanian di Kabupaten Blora. Di Desa Gondel, Kecamatan Kedungtuban, para petani justru berhasil memanen padi organik.

Embung Kaliombo Disiapkan Tampung Air untuk Pertanian dan PDAM

Embung Kaliombo Disiapkan Tampung Air untuk Pertanian dan PDAM

Bupati Rembang Harno didampingi Kepala Dputaru Rembang Maryosa dan Camat Sulang Arief Dwi Sulistya saat tinjau embung Kaliombo Sulang kemarin.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer