Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ribuan Jalan Rusak Dikebut Diperbaiki Usai Bencana

A
PERBAIKAN: Bupati dan Wabup Kudus memantau kinerja sejumlah petugas penambalan jalan rusak di sejumlah titik Jalan Kabupaten Kudus, Selasa (20/1). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
PERBAIKAN: Bupati dan Wabup Kudus memantau kinerja sejumlah petugas penambalan jalan rusak di sejumlah titik Jalan Kabupaten Kudus, Selasa (20/1). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KUDUS — Pemerintah Kabupaten Kudus mengintensifkan perbaikan jalan rusak sebagai langkah cepat merespons dampak banjir dan cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kudus selama lebih dari sepekan terakhir.


Advertisement

Ribuan titik jalan berlubang kini menjadi prioritas penanganan demi memulihkan aktivitas dan keselamatan masyarakat.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengungkapkan, hasil inventarisasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mencatat sebanyak 3.570 titik jalan berlubang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kudus.

Kerusakan tersebut mayoritas dipicu genangan banjir dan intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Advertisement

“Dari total 3.570 titik jalan rusak, sekitar 1.500 titik sudah kita tangani. Masih ada kurang lebih 2.000 titik yang menjadi pekerjaan rumah Dinas PUPR,” ujar Sam’ani saat meninjau langsung kegiatan penambalan jalan, Selasa (20/1).

Pantauan di lapangan, sejumlah petugas tampak bekerja menambal jalan berlubang dengan berbagai metode.

Alat berat turut dikerahkan untuk mempercepat proses perbaikan, sementara sebagian pekerja melakukan penaburan pasir aspal.

Advertisement

Seluruh tim bekerja secara gotong royong, disaksikan langsung oleh Bupati Kudus bersama jajaran.

Pada Selasa (20/1), Sam’ani kembali turun ke lapangan untuk memastikan proses penambalan berjalan optimal.

Ia menjelaskan, perbaikan dilakukan tidak hanya pada jalan kabupaten, tetapi juga melalui kerja sama penanganan jalan provinsi dan nasional.

“Pasca hujan delapan sampai sembilan hari, jalan di Kabupaten Kudus banyak yang berlubang. Saat ini sudah dikerjakan sekitar 1.500 titik, dan masih ada 2.000-an titik yang harus diselesaikan. Kita beri semangat kepada para pekerja agar penambalan bisa segera tuntas,” katanya.

Menurut Sam’ani, saat ini terdapat empat tim yang diterjunkan dan bekerja secara serentak di berbagai lokasi.

Jalan kabupaten menjadi prioritas utama karena langsung berdampak pada aktivitas harian masyarakat, sementara untuk jalan provinsi dan nasional dilakukan koordinasi lintas instansi.

“Untuk jalan provinsi kita koordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah, sedangkan jalan nasional kita berkoordinasi dengan Balai Jalan Nasional,” jelasnya.

Ia juga mengakui bahwa faktor cuaca menjadi tantangan tersendiri dalam proses perbaikan.

Penambalan aspal tidak bisa dilakukan secara maksimal saat kondisi hujan karena permukaan jalan yang basah.

“Kalau hujan tidak bisa maksimal. Tapi saat cuaca cerah seperti ini, kita manfaatkan sebaik mungkin. Penambalan dilakukan sampai selesai,” tegasnya.

Untuk mendukung percepatan perbaikan, Pemkab Kudus mengalokasikan anggaran sekitar Rp 9 miliar yang bersumber dari dana rutin.

Anggaran tersebut difokuskan untuk penanganan jalan kabupaten yang mengalami kerusakan paling parah.

Selain jalan, Sam’ani juga memaparkan dampak banjir terhadap infrastruktur lainnya.

Berdasarkan perhitungan sementara, nilai kerusakan infrastruktur akibat banjir di Kabupaten Kudus diperkirakan hampir mencapai Rp 250 miliar.

“Penanganannya ada yang bersifat sementara dan permanen. Untuk talut dan kerusakan ringan dilakukan perbaikan sementara, sedangkan tanggul dan parapet kita koordinasikan dengan Balai Besar Wilayah Sungai,” terangnya. (dik)

Advertisement

Artikel Terkait

KHDTK UGM: Beri Izin Perbaikan Jalan Terbatas, Sudah Ingatkan Pemdes Nglebak, Sekdes Tetap Lanjutkan Perbaikan Jalan di Luar Jalur hingga Berujung Kasus Hukum

KHDTK UGM: Beri Izin Perbaikan Jalan Terbatas, Sudah Ingatkan Pemdes Nglebak, Sekdes Tetap Lanjutkan Perbaikan Jalan di Luar Jalur hingga Berujung Kasus Hukum

Pengelola Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Universitas Gadjah Mada (UGM) menegaskan tidak pernah berniat mempidanakan Sekretaris Desa Nglebak Kecamatan Kradenan Mariyono, yang kini menjadi tersangka.

Perbaiki Jalan di Wilayah KHDTK UGM Agar Akses Warga Mudah, Sekdes Nglebak Malah Jadi Tersangka

Perbaiki Jalan di Wilayah KHDTK UGM Agar Akses Warga Mudah, Sekdes Nglebak Malah Jadi Tersangka

Miris, Sekretaris Desa Nglebak Kecamatan Kradenan Mariyono ditetapkan sebagai tersangka setelah berupaya memperbaiki jalan. Jalan yang diperbaiki itu berada di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) di bawah UGM

Hingga Akhir Pemerintahan, Targetkan 80-90 Persen Jalan Kabupaten di Blora Mantap

Hingga Akhir Pemerintahan, Targetkan 80-90 Persen Jalan Kabupaten di Blora Mantap

Bupati Blora Arief Rohman bersama wakil Bupati Blora Sri Setyorini targetkan kondisi jalan Kabupaten di Blora 80-90 persen mantap. Target ini akan diupayakan hingga masa akhir periode nanti.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer