27.2 C
Kudus
Tuesday, February 7, 2023

Meriah, Kirab Pager Mangkok di Piji Wetan Kudus Arak Gunungan dan 400 Nasi Tomplingan

KUDUS – Pukul 14.00, warga Dukuh Piji Wetan, Desa Lau bersiap mengarak satu gunungan buah dan sayur-sayuran. Tak hanya itu dalam acara kirab pager mangkok itu, diarak juga 400 nasi tomplingan.

Dari pantauan kemarin siang, warga mengarak gunungan beserta hidangan pager mangkok dari lokasi panggung ngepringan Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW), keluar gang berjalan menuju jalan raya Kudus – Colo, lalu menyebrang masuk gang menuju lokasi finish di Punden Depok, punden, tepatnya di area SMA Hidayatul Mustafidin.

DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS

Koordinator KBPW Muchammad Zaini mengatakan, nasi tomplingan sendiri yakni nasi yang dibungkus dengan daun pisang. Isinya nasi dengan sambal goreng, mie, dan tahu tempe. Sedangkan pager mangkok sebagai simbol warga yang suka bersedekah kepada tetangga dengan membawa mangkok.

Baca Juga :  Tahun Ini Kudus Masuk Sekolah Penggerak Tahap Dua Program Merdeka Belajar

Tradisi pager mangkok sudah dilaksanakan dua kali ini, tepatnya pada 2021. Pager mangkok sendiri sebagai bentuk nguri-nguri pengajaran dari Sunan Muria. “Pada pergelaran kali ini per RT masing-masing membawa implementasi dari pager mangkok. Nasi tomplingan sebagai kebiasaan weweh-weweh, biasanya dengan mangkokan,” ucapnya. Nasi tomplingan dibagikan kepada masyarakat. Tidak dengan rebutan. (ark/mal)






Reporter: Arika Khoiriya

KUDUS – Pukul 14.00, warga Dukuh Piji Wetan, Desa Lau bersiap mengarak satu gunungan buah dan sayur-sayuran. Tak hanya itu dalam acara kirab pager mangkok itu, diarak juga 400 nasi tomplingan.

Dari pantauan kemarin siang, warga mengarak gunungan beserta hidangan pager mangkok dari lokasi panggung ngepringan Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW), keluar gang berjalan menuju jalan raya Kudus – Colo, lalu menyebrang masuk gang menuju lokasi finish di Punden Depok, punden, tepatnya di area SMA Hidayatul Mustafidin.

DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS

Koordinator KBPW Muchammad Zaini mengatakan, nasi tomplingan sendiri yakni nasi yang dibungkus dengan daun pisang. Isinya nasi dengan sambal goreng, mie, dan tahu tempe. Sedangkan pager mangkok sebagai simbol warga yang suka bersedekah kepada tetangga dengan membawa mangkok.

Baca Juga :  Rayakan HAB ke-76, Kemenag Kudus Usung Tema 'Transformasi Layanan Umat'

Tradisi pager mangkok sudah dilaksanakan dua kali ini, tepatnya pada 2021. Pager mangkok sendiri sebagai bentuk nguri-nguri pengajaran dari Sunan Muria. “Pada pergelaran kali ini per RT masing-masing membawa implementasi dari pager mangkok. Nasi tomplingan sebagai kebiasaan weweh-weweh, biasanya dengan mangkokan,” ucapnya. Nasi tomplingan dibagikan kepada masyarakat. Tidak dengan rebutan. (ark/mal)






Reporter: Arika Khoiriya

Most Read

Artikel Terbaru