alexametrics
27.3 C
Kudus
Sunday, May 29, 2022

Level PPKM Turun, Pabrik di Kudus Simulasi 100 Persen Masuk Kerja

KUDUS – Seiring turunnya level PPKM di Kabupaten Kudus, empat perusahaan besar mulai simulasi pelaksanaan masuk kerja alias kerja di kantor 100 persen. Empat perusahaan itu, PT Djarum, PT Nojorono, dan dua pabrik milik PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) yang berada di Desa Bakalan Krapyak dan Desa Sidorekso, Kaliwungu.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi UKM (Disnaker Perinkop dan UKM ) Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawati menyebut, simulasi itu akan berlangsung selama dua pekan. Dimulai Senin (23/8) lalu.

Terkait penerapan kerja di kantor 100 persen di empat pabrik itu, berdasarkan penunjukkan dari Kementerian Perindustrian. Dengan pertimbangan kemampuan dan kesiapan di empat perusahaan ternama itu. Tujuannya, sebagai langkah awal dan persiapan dunia industri menuju new normal.


”Untuk saat ini yang bagian produksi dulu yang 100 persen kerja di kantor. Dari semula yang biasanya hanya 50 persen. Untuk yang bagian lain belum,” katanya.

Dengan berlangsungnya simulasi itu, Rini menyebut, Disnaker Perinkop dan UKM Kudus akan melakukan pengawasan dan memantau ketat penerapan protokol kesehatan (prokes) di empat pabrik tersebut. Pemantauan sendiri akan turut melibatkan serikat pekerja.

Baca Juga :  Anggota Polres Kudus Dibegal Dini Hari Tadi di Jalan Kudus-Pati

”Akan kami pantau bersama Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kudus dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Kudus,” katanya.

Ada beberapa aspek yang menjadi fokus pemantauan. Di antaranya, pengaturan karyawan masuk ke area kantor, penerapan prokes selama bekerja, dan penerapan prokes saat makan di kantin.

”Kami dari Disnaker Kudus memantau ketaatan prokesnya dulu sebagai uji coba 100 persen karyawan masuk. Ke depan nanti, dari Kementerian Perindustrian juga berencana datang ke Kudus melihat langsung prokesnya. Tetapi untuk waktunya belum tahu,” ujarnya.

Rini berharap, keempat perusahaan ini dapat menjalankan prokes dengan baik. Harapannya, tidak muncul klaster Covid-19 di tempat kerja. Selain itu, jika berjalan dengan baik akan menjadi kebanggan tersendiri. Sebab, akan menjadi percontohan pabrik-pabrik lain di skala nasional.

”Harapannya, keempat perusahaan itu bisa menjalankan prokes dengan disiplin. Karena nantinya juga akan jadi pertimbangan untuk upaya kerja di kantor ke depan. Sekaligus menjadi bahan pertimbangan untuk diterapkan di perusahaan-perusahaan lain,” imbuhnya. (tos)

KUDUS – Seiring turunnya level PPKM di Kabupaten Kudus, empat perusahaan besar mulai simulasi pelaksanaan masuk kerja alias kerja di kantor 100 persen. Empat perusahaan itu, PT Djarum, PT Nojorono, dan dua pabrik milik PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) yang berada di Desa Bakalan Krapyak dan Desa Sidorekso, Kaliwungu.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi UKM (Disnaker Perinkop dan UKM ) Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawati menyebut, simulasi itu akan berlangsung selama dua pekan. Dimulai Senin (23/8) lalu.

Terkait penerapan kerja di kantor 100 persen di empat pabrik itu, berdasarkan penunjukkan dari Kementerian Perindustrian. Dengan pertimbangan kemampuan dan kesiapan di empat perusahaan ternama itu. Tujuannya, sebagai langkah awal dan persiapan dunia industri menuju new normal.

”Untuk saat ini yang bagian produksi dulu yang 100 persen kerja di kantor. Dari semula yang biasanya hanya 50 persen. Untuk yang bagian lain belum,” katanya.

Dengan berlangsungnya simulasi itu, Rini menyebut, Disnaker Perinkop dan UKM Kudus akan melakukan pengawasan dan memantau ketat penerapan protokol kesehatan (prokes) di empat pabrik tersebut. Pemantauan sendiri akan turut melibatkan serikat pekerja.

Baca Juga :  Anggota Polres Kudus Dibegal Dini Hari Tadi di Jalan Kudus-Pati

”Akan kami pantau bersama Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kudus dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Kudus,” katanya.

Ada beberapa aspek yang menjadi fokus pemantauan. Di antaranya, pengaturan karyawan masuk ke area kantor, penerapan prokes selama bekerja, dan penerapan prokes saat makan di kantin.

”Kami dari Disnaker Kudus memantau ketaatan prokesnya dulu sebagai uji coba 100 persen karyawan masuk. Ke depan nanti, dari Kementerian Perindustrian juga berencana datang ke Kudus melihat langsung prokesnya. Tetapi untuk waktunya belum tahu,” ujarnya.

Rini berharap, keempat perusahaan ini dapat menjalankan prokes dengan baik. Harapannya, tidak muncul klaster Covid-19 di tempat kerja. Selain itu, jika berjalan dengan baik akan menjadi kebanggan tersendiri. Sebab, akan menjadi percontohan pabrik-pabrik lain di skala nasional.

”Harapannya, keempat perusahaan itu bisa menjalankan prokes dengan disiplin. Karena nantinya juga akan jadi pertimbangan untuk upaya kerja di kantor ke depan. Sekaligus menjadi bahan pertimbangan untuk diterapkan di perusahaan-perusahaan lain,” imbuhnya. (tos)

Most Read

Artikel Terbaru

/