alexametrics
29.4 C
Kudus
Monday, June 27, 2022

Diwarnai Penolakan, Aparat Hukum Terpaksa Cokel Pintu saat Eksekusi Rumah Mewah di Kudus

KUDUS – Proses eksekusi lahan dan bangunan seluas 1.490 meter persegi di Desa Tanjungrejo, Jekulo, yang dilakukan Pengadilan Negeri (PN) Kudus diwarnai aksi penolakan. Sejumlah warga tak dikenal sempat menghalangi proses eksekusi. Menghadang di balik pagar. Sehingga dilakukan proses paksa. Bahkan tim eksekusi terpaksa mencokel pintu rumah agar bisa masuk.

Tim eksekusi dari PN Kudus didampingi pihak kepolisian, TNI, Satpol PP yang datang sejak pukul 10.00 harus berdebat dan cekcok dengan sejumlah oknum tak dikenal. Sebelum akhirnya secara paksa dapat memasuki rumah sekitar pukul 11.30. Dengan mencongkel paksa gerbang dan pintu rumah.

Panitera PN Kudus Burhanuddin menyebut eksekusi itu sesuai keputusan Nomor 8/Pen.Pdt.Eks/2022/PN Kds Jo Nomor 8/Pdt.Eks/2022/PN Kds Jo Grosee Risalah Lelang Nomor 602/2015.


Menurutnya perkara tersebut sudah berlangsung sejak 2015. Atau sekitar tujuh tahun. Selama proses tersebut sudah ada putusan. Namun terdapat perlawanan dari termohon. Hingga akhirnya putusan akhir tetap memenangkan pemohon.

Baca Juga :  Tunjang Ekonomi Warga, Dinas Perdagangan Kudus Buka Pasar Baru

Menurutnya pemohon eksekusi yakni Herry Prayitno, warga RT 3/RW V, Desa Golantepus, telah secara sah memilik tanah dan bangunan seluas 1.490 meter persegi itu melalui mekanisme lelang yang diadakan Bank CNB.

Pada proses lelang yang berlangsung sejak 2015 lalu, Herry mendapatkan tanah dan bangunan seharga Rp 275 juta.

”Kalau termohon yakni atas nama Nuryanto warga RT 3/RW IV, Desa Tanjungrejo. Yang bersangkutan semula memiliki utang di bank dan menunggak,” katanya.

Atas tunggakan itulah Bank CNB kemudian melelang tanah dan rumah milik Nuryanto. Dan hasil lelang memenangkan Herry Prayitno.

”Perkara ini sudah berkekuatan hukum tetap sehingga harus dilaksanakan,” imbuhnya.

Herry Prayitno menambahkan jika proses lelang berlangsung lama. Sejak 2015. Namun demikian meski secara sah tanah dan bangunan telah menjadi miliknya, bangunan masih ditempati termohon. Sehingga eksekusi sempat molor.

”Ini saya mendapatkan dari proses lelang bank CNB,” jelasnya. (tos/zen)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Proses eksekusi lahan dan bangunan seluas 1.490 meter persegi di Desa Tanjungrejo, Jekulo, yang dilakukan Pengadilan Negeri (PN) Kudus diwarnai aksi penolakan. Sejumlah warga tak dikenal sempat menghalangi proses eksekusi. Menghadang di balik pagar. Sehingga dilakukan proses paksa. Bahkan tim eksekusi terpaksa mencokel pintu rumah agar bisa masuk.

Tim eksekusi dari PN Kudus didampingi pihak kepolisian, TNI, Satpol PP yang datang sejak pukul 10.00 harus berdebat dan cekcok dengan sejumlah oknum tak dikenal. Sebelum akhirnya secara paksa dapat memasuki rumah sekitar pukul 11.30. Dengan mencongkel paksa gerbang dan pintu rumah.

Panitera PN Kudus Burhanuddin menyebut eksekusi itu sesuai keputusan Nomor 8/Pen.Pdt.Eks/2022/PN Kds Jo Nomor 8/Pdt.Eks/2022/PN Kds Jo Grosee Risalah Lelang Nomor 602/2015.

Menurutnya perkara tersebut sudah berlangsung sejak 2015. Atau sekitar tujuh tahun. Selama proses tersebut sudah ada putusan. Namun terdapat perlawanan dari termohon. Hingga akhirnya putusan akhir tetap memenangkan pemohon.

Baca Juga :  Waspada Penyebaran PMK, Komisi B DPRD Kudus Imbau Perketat Pengawasan Ternak

Menurutnya pemohon eksekusi yakni Herry Prayitno, warga RT 3/RW V, Desa Golantepus, telah secara sah memilik tanah dan bangunan seluas 1.490 meter persegi itu melalui mekanisme lelang yang diadakan Bank CNB.

Pada proses lelang yang berlangsung sejak 2015 lalu, Herry mendapatkan tanah dan bangunan seharga Rp 275 juta.

”Kalau termohon yakni atas nama Nuryanto warga RT 3/RW IV, Desa Tanjungrejo. Yang bersangkutan semula memiliki utang di bank dan menunggak,” katanya.

Atas tunggakan itulah Bank CNB kemudian melelang tanah dan rumah milik Nuryanto. Dan hasil lelang memenangkan Herry Prayitno.

”Perkara ini sudah berkekuatan hukum tetap sehingga harus dilaksanakan,” imbuhnya.

Herry Prayitno menambahkan jika proses lelang berlangsung lama. Sejak 2015. Namun demikian meski secara sah tanah dan bangunan telah menjadi miliknya, bangunan masih ditempati termohon. Sehingga eksekusi sempat molor.

”Ini saya mendapatkan dari proses lelang bank CNB,” jelasnya. (tos/zen)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/