alexametrics
23.7 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Digelar Sederhana, Peringatan Kenaikan Isa Almasih di Gereja Kudus Tanpa Pergelaran Drama dan Musik

KUDUS – Acara peringatan Kenaikan Isa Almasih di Gereja Jemaat Kristen Indonesia (JKI) Kudus digelar sederhana. Walaupun Kudus masuk PPKM level I.

”Tidak ada pergelaran drama maupun musik. Tetapi murni hanya ibadah,” jelas Pendeta Pralukas Henny Adriaan Gereja JKI Immanuel Kudus.

Acara diawali pujian, setelah itu doa, lalu melantunkan lagu-lagu rohani untuk pengagungan kepada Tuhan. Ibadah tersebut dimulai pada pukul 06.30.


”Peserta kurang lebih ada 300 jemaat, lebih banyak daripada tahun kemarin yang hanya 170 jemaat,” ujarnya.

Sebelum terjadi pandemi, kapasitas justru bisa mencapai 600 jemaat.

Kemarin, di gereja itu tampak membagi-bagikan bingkisan kepada beberapa warga. 45 bingkisan yang terbungkus oleh plastik hitam dan karung putih itu ternyata diberikan khusus untuk keluarga pendeta. Pas, bertepatan sehari sebelum pergelaran ibadah Kenaikan al-Masih yang dilaksanakan hari ini.

Pendeta Pralukas Henny Adriaan Gereja JKI Immanuel Kudus menyebut kebiasaan membagikan sembako untuk keluarga pendeta itu sudah berjalan dua tahun. Dengan latar belakang untuk membantu keluarga pendeta yang terkena dampak Covid-19.

Baca Juga :  Waisak di Kutuk Kudus digelar Lebih Leluasa, Umat Muslim Nyumbang Pasang Pelita Kebajikan

”Seperti karena kehilangan pekerjaan, income nyaris berkurang, jadi butuh di supply, karena keadaan perekonomian mereka yang belum stabil,” katanya.

Ia menjelaskan, jika 45 keluarga pendeta itu datang dari beberapa wilayah. Di antaranya Jepara, Demak, Purwodadi, Kudus, dan Rembang. Pihaknya sendiri menjelaskan, jika pembagian itu memang dikhususkan untuk keluarga pendeta saja.

Pada saat wartawan ini mengunjung gereja tersebut pada pukl 10.00. Dilaksanakan kegiatan bersih-bersih sudah selesai dilakukan. Pintu gereja pun ditutup rapat kembali dan tidak bisa dimasuki tamu. Di sana juga terlihat ada satu anggota polisi dari Polsek Kota yang berjaga.

Persiapan protokol kesehatan sendiri juga masih tetap dijalankan, meski Kabupaten Kudus kini sudah memasuki level I. Sebelum memasuki gereja sudah tersedia dua alat pengecek suhu badan. Satu buah bilik penyemprotan desinfektan dan tempat cuci tangan. (ark/zen)

KUDUS – Acara peringatan Kenaikan Isa Almasih di Gereja Jemaat Kristen Indonesia (JKI) Kudus digelar sederhana. Walaupun Kudus masuk PPKM level I.

”Tidak ada pergelaran drama maupun musik. Tetapi murni hanya ibadah,” jelas Pendeta Pralukas Henny Adriaan Gereja JKI Immanuel Kudus.

Acara diawali pujian, setelah itu doa, lalu melantunkan lagu-lagu rohani untuk pengagungan kepada Tuhan. Ibadah tersebut dimulai pada pukul 06.30.

”Peserta kurang lebih ada 300 jemaat, lebih banyak daripada tahun kemarin yang hanya 170 jemaat,” ujarnya.

Sebelum terjadi pandemi, kapasitas justru bisa mencapai 600 jemaat.

Kemarin, di gereja itu tampak membagi-bagikan bingkisan kepada beberapa warga. 45 bingkisan yang terbungkus oleh plastik hitam dan karung putih itu ternyata diberikan khusus untuk keluarga pendeta. Pas, bertepatan sehari sebelum pergelaran ibadah Kenaikan al-Masih yang dilaksanakan hari ini.

Pendeta Pralukas Henny Adriaan Gereja JKI Immanuel Kudus menyebut kebiasaan membagikan sembako untuk keluarga pendeta itu sudah berjalan dua tahun. Dengan latar belakang untuk membantu keluarga pendeta yang terkena dampak Covid-19.

Baca Juga :  Air Selokan Menggenang di Pasar Jekulo Kudus Akibat Tersumbat Lumpur

”Seperti karena kehilangan pekerjaan, income nyaris berkurang, jadi butuh di supply, karena keadaan perekonomian mereka yang belum stabil,” katanya.

Ia menjelaskan, jika 45 keluarga pendeta itu datang dari beberapa wilayah. Di antaranya Jepara, Demak, Purwodadi, Kudus, dan Rembang. Pihaknya sendiri menjelaskan, jika pembagian itu memang dikhususkan untuk keluarga pendeta saja.

Pada saat wartawan ini mengunjung gereja tersebut pada pukl 10.00. Dilaksanakan kegiatan bersih-bersih sudah selesai dilakukan. Pintu gereja pun ditutup rapat kembali dan tidak bisa dimasuki tamu. Di sana juga terlihat ada satu anggota polisi dari Polsek Kota yang berjaga.

Persiapan protokol kesehatan sendiri juga masih tetap dijalankan, meski Kabupaten Kudus kini sudah memasuki level I. Sebelum memasuki gereja sudah tersedia dua alat pengecek suhu badan. Satu buah bilik penyemprotan desinfektan dan tempat cuci tangan. (ark/zen)

Most Read

Artikel Terbaru

/