alexametrics
29.6 C
Kudus
Wednesday, May 18, 2022

Status PPKM Turun ke Level I, Bupati Kudus Minta Warganya Disiplin Prokes

KUDUS – Level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kabupaten Kudus saat ini berstatus level I. Berhasil turun dari semula level II. Capaian ini, di antaranya karena vaksinasi Covid-19 dosis I telah melebihi target 50 persen secara umum serta 40 persen untuk lansia.

Bupati Kudus Hartopo mengatakan, secara umum capaian vaksinasi Covid-19 di Kudus memang sudah mencukupi untuk bisa turun level PPKM menjadi level I. Termasuk vaksinasi lansia juga cukup tinggi capaiannya.

”Demikian halnya, untuk tingkat mobilitas masyarakat yang menjadi faktor penentu juga terus diupayakan untuk bisa ditekan. Hal ini memang masih menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi kami, karena tingkat mobilitas masyarakat di Kudus termasuk masih tinggi,” ujarnya.


Meskipun PPKM sudah turun level, masyarakat tetap diminta disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes), agar tidak muncul klaster penularan virus Covid-19. Ia meminta masyarakat tetap disiplin memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

Sementara capaian vaksinasi Covid-19 yang cukup tinggi, tetap akan ditingkatkan. Terutama vaksinasi untuk lansia dan anak yang saat ini sudah memasuki dosis kedua.

Baca Juga :  Polres Kudus Ungkap Kasus Peredaran Sabu Dikendalikan dari Lapas

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) dr Andini Aridewi menambahkan, status PPKM level I di Kabupaten Kudus berlaku mulai 25 Januari 2022 hingga 31 Januari mendatang.

”Selain vaksinasi juga ada syarat dari pusat kalau mau turun level. di antaranya, harus harus ada tracing dan screening minimal 100-150 orang per hari. Kalau di sekolah sebagai upaya mendukung kegiatan PTM (pembelajaran tatap muka) dan pencegahan terjadinya kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Dan, melakukan tracing miniman 20 orang yang kontak erat dengan orang yang postif Covid-19,” jelasnya.

Ia mengatakan, pihaknya sudah dilaksanakan tracing di 39 sekolah. Tim dari pukesmas secara terjadwal juga melakukan screening di wilayah kerjanya. ”Masing-masing puskesmas sudah ada jadwal screening ke sekolah yang berada di wilayah kerjanya,” terangnya.

Ia menambahkan, tiap hari harus dapat sasaran tracing dan screening 100-150 orang serta dilaporkan ke Dinas Kesehatan Provinsi dan Kemenkes. ”Jadi, untuk turun level PPKM itu tidak mudah,” imbuhnya. (lin)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kabupaten Kudus saat ini berstatus level I. Berhasil turun dari semula level II. Capaian ini, di antaranya karena vaksinasi Covid-19 dosis I telah melebihi target 50 persen secara umum serta 40 persen untuk lansia.

Bupati Kudus Hartopo mengatakan, secara umum capaian vaksinasi Covid-19 di Kudus memang sudah mencukupi untuk bisa turun level PPKM menjadi level I. Termasuk vaksinasi lansia juga cukup tinggi capaiannya.

”Demikian halnya, untuk tingkat mobilitas masyarakat yang menjadi faktor penentu juga terus diupayakan untuk bisa ditekan. Hal ini memang masih menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi kami, karena tingkat mobilitas masyarakat di Kudus termasuk masih tinggi,” ujarnya.

Meskipun PPKM sudah turun level, masyarakat tetap diminta disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes), agar tidak muncul klaster penularan virus Covid-19. Ia meminta masyarakat tetap disiplin memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

Sementara capaian vaksinasi Covid-19 yang cukup tinggi, tetap akan ditingkatkan. Terutama vaksinasi untuk lansia dan anak yang saat ini sudah memasuki dosis kedua.

Baca Juga :  Akses Jalan ke Wonosoco Kudus Rusak Sebabkan Wisata Desa Mangkrak

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) dr Andini Aridewi menambahkan, status PPKM level I di Kabupaten Kudus berlaku mulai 25 Januari 2022 hingga 31 Januari mendatang.

”Selain vaksinasi juga ada syarat dari pusat kalau mau turun level. di antaranya, harus harus ada tracing dan screening minimal 100-150 orang per hari. Kalau di sekolah sebagai upaya mendukung kegiatan PTM (pembelajaran tatap muka) dan pencegahan terjadinya kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Dan, melakukan tracing miniman 20 orang yang kontak erat dengan orang yang postif Covid-19,” jelasnya.

Ia mengatakan, pihaknya sudah dilaksanakan tracing di 39 sekolah. Tim dari pukesmas secara terjadwal juga melakukan screening di wilayah kerjanya. ”Masing-masing puskesmas sudah ada jadwal screening ke sekolah yang berada di wilayah kerjanya,” terangnya.

Ia menambahkan, tiap hari harus dapat sasaran tracing dan screening 100-150 orang serta dilaporkan ke Dinas Kesehatan Provinsi dan Kemenkes. ”Jadi, untuk turun level PPKM itu tidak mudah,” imbuhnya. (lin)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/