Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jelang Liburan Akhir Tahun, Kunjungan Outing Class Edukasi Museum Jenang Makin Ramai

R
ANTUSIAS: Kunjungan Outing Class dari LBP MA TBS  di Museum Jenang dan Gusjigang baru-baru ini.
ANTUSIAS: Kunjungan Outing Class dari LBP MA TBS  di Museum Jenang dan Gusjigang baru-baru ini.

KUDUS - Liburan sekolah dan momentum Natal serta Tahun Baru (Nataru) telah tiba, dan destinasi edukatif kembali menjadi magnet.


Advertisement

Museum Jenang dan Gusjigang mencatat lonjakan drastis. Data menunjukkan peningkatan signifikan didominasi oleh rombongan outing class dari berbagai sekolah di awal pekan dan kini siap diserbu wisatawan keluarga.

Museum Jenang menjadi pilihan ideal bagi wisatawan yang mencari tempat menarik, terjangkau, dan bebas dari kekhawatiran cuaca buruk di musim hujan.

Lonjakan kunjungan bukan hanya sekadar peningkatan turis musiman dari outing class, tetapi juga persiapan menyambut puncak liburan Nataru dan juga berbarengan dengan liburan sekolah yang akan dimulai pada 21 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

Advertisement

Yang menarik, meskipun memasuki periode puncak, harga tiket di Museum Jenang tetap sama seperti tarif biasa.

Dengan harga tiket sebesar Rp 15.000 per pengunjung, wisatawan sudah bisa menjelajahi seluruh isi museum dan menikmati liburan yang menyenangkan.

"Kami melihat peningkatan signifikan. Dengan harga tiket yang tetap terjangkau, kami ingin memastikan semua kalangan bisa menikmati liburan edukatif tanpa khawatir kenaikan harga," ujar Hesti Tri Hartanto selaku kepala Museum Jenang Kudus.

Advertisement

Dengan Lokasi yang sepenuhnya indoor, pengunjung tidak perlu khawatir dengan perubahan cuaca maupun musim hujan.

Selain itu, fasilitas parkir yang disediakan mampu menampung kunjungan dari biro travel maupun bus wisata besar.

Lokasi Museum Jenang dan Gusjigang terbilang strategis karena terletak di pusat kota Kudus, tepatnya di utara Alun-Alun Simpang Tujuh. Buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 21.00 WIB.

Museum Jenang dan Gusjigang menawarkan koleksi yang dapat dinikmati oleh semua kalangan, baik anak-anak maupun dewasa.

Koleksi dan spot unggulan yang disuguhkan antara lain Rumah Adat Kudus (Joglo Pencu), miniatur Menara Kudus, ruang Al Quds Galeri Kaligrafi Indonesia, Galeri Alqur’an, Kaligrafi 3 Dimensi, replika Omah Kembar dan Omah Kapal.

Di dalam museum juga menceritakan para tokoh fenomenal dari Kudus, mulai dari filosofi Gusjigang dari Sunan Kudus, kisah Raja Kretek Nitisemito, hingga ulasan tentang Haji Djamhari Penemu Kretek.

Setelah puas menjelajahi museum, pengunjung dimanjakan dengan wisata belanja oleh-oleh khas Kudus dan berbagai kuliner khas Jawa Tengah lainnya.

Dengan demikian, liburan akan semakin lengkap karena selain mendapatkan wisata edukasi dan budaya, pengunjung juga sekaligus menikmati wisata belanja dalam satu destinasi.

Museum Jenang dan Gusjigang membuktikan diri sebagai destinasi wajib kunjung di libur Nataru 2025.

Fenomena ini menunjukkan adanya kesadaran kolektif bahwa liburan akhir tahun dapat dimanfaatkan sebagai waktu untuk rekreasi sambil memperkaya pengetahuan dan melestarikan warisan budaya Indonesia.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Murah, Nyaman, dan Edukatif! Museum Jenang Jadi Alternatif Liburan Keluarga di Kudus

Murah, Nyaman, dan Edukatif! Museum Jenang Jadi Alternatif Liburan Keluarga di Kudus

BINGUNG mencari destinasi liburan yang menarik, edukatif, sekaligus terjangkau di Kabupaten Kudus? Museum Jenang dan Gusjigang Mubarok bisa menjadi pilihan ideal.

Museum Jenang dan Gusjigang Mubarok Dapat Apresiasi Tokoh Nasional hingga Mancanegara

Museum Jenang dan Gusjigang Mubarok Dapat Apresiasi Tokoh Nasional hingga Mancanegara

MUSEUM Jenang dan Gusjigang Mubarok terus mendapat perhatian dan apresiasi dari berbagai kalangan. Baik tokoh nasional maupun tamu dari luar negeri.

Muhammad Hilmy, Pelestari Kearifan Lokal yang Hidupkan Wisata Edukasi Museum Jenang dan Gusjigang

Muhammad Hilmy, Pelestari Kearifan Lokal yang Hidupkan Wisata Edukasi Museum Jenang dan Gusjigang

MUSEUM Jenang dan Gusjigang Mubarok tidak hanya hadir sebagai destinasi wisata edukasi, tetapi juga terus mengambil peran dalam mendukung dunia pendidikan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer