Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bupati Kudus Gencarkan Aksi Bersih-bersih Drainase, Ini Tujuannya!

A
LANCAR: Bupati Kudus memimpin aksi gotong royong bersihkan saluran di Jati Wetan, Jumat (21/11). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
LANCAR: Bupati Kudus memimpin aksi gotong royong bersihkan saluran di Jati Wetan, Jumat (21/11). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KUDUS – Upaya pencegahan banjir di Kabupaten Kudus kembali digenjot menjelang puncak musim penghujan.


Advertisement

Jumat (21/11), Bupati Kudus Sam’ani Intakoris memimpin langsung kerja bakti pembersihan gorong-gorong dan drainase di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati.

Aksi kolaboratif itu melibatkan unsur TNI, Polri, relawan BSN dan Panji Bangsa, perangkat desa, serta jajaran Kecamatan Jati.

Advertisement

Bupati Sam’ani menegaskan bahwa pembersihan jalur air di titik perbatasan Kudus–Demak ini merupakan langkah penting untuk memastikan aliran dari kawasan permukiman menuju kolam retensi Tanggulangin berjalan tanpa hambatan.

Upaya ini juga terintegrasi dengan normalisasi Sungai Wulan yang sebelumnya dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tampungan air.

“Semua turun untuk memastikan saluran benar-benar bersih. Dengan kondisi aliran yang lancar, potensi genangan dapat ditekan. Normalisasi sudah membawa dampak positif, dan kami mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat,” ujarnya.

Advertisement

Ia meminta seluruh instansi tetap siaga penuh, mulai dari BPBD hingga relawan Kencana.

Pembersihan saluran, katanya, adalah bentuk mitigasi dini agar air hujan tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun arus lalu lintas.

Koordinasi lintas sektor disebut menjadi kunci agar penanganan banjir dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kudus, Harry Wibowo, menjelaskan bahwa peningkatan kualitas drainase tahun ini dilakukan dengan menyesuaikan dimensi saluran sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

Titik-titik yang menjadi hilir aliran kini dibangun dengan ukuran lebih besar, sebagian mencapai 1,2 meter, dua kali lipat dibanding saluran lama berukuran 60–80 sentimeter.

“Dengan kapasitas lebih besar, saluran mampu menampung dan mengalirkan air lebih cepat saat hujan deras,” tuturnya.

Harry mengungkapkan bahwa curah hujan pada awal November sempat membuat volume air naik hingga hampir menyentuh badan jalan.

Kondisi tersebut memicu instruksi Bupati untuk mempercepat pembersihan gorong-gorong.

Ia menambahkan bahwa sejumlah kolam alami di sekitar aliran juga kehilangan fungsi resapan karena terisi material hasil normalisasi Sungai Wulan.

Pembersihan pada Jumat itu dilakukan sepanjang sekitar 600–700 meter.

Berbagai jenis hambatan, mulai dari rumput, enceng gondok, sedimen, hingga sampah rumah tangga, diangkat menggunakan alat berat dan pompa.

“Saluran harus dikembalikan ke kapasitas optimal, terutama di sisi barat jalan yang rawan tergenang,” jelasnya.

Dalam paket perubahan 2025, terdapat 62 titik drainase yang sedang dikerjakan dan progresnya telah mencapai sekitar 60 persen.

Sejumlah pengerjaan masih akan berlangsung hingga 28 Desember 2025.

Harry menyampaikan permohonan maaf atas potensi kemacetan akibat pembongkaran dan pembangunan saluran.

“Mohon pengertian masyarakat, karena ini untuk kepentingan bersama,” katanya.

Untuk mendukung pembersihan, Dinas PUPR mengerahkan ekskavator, dua truk PKPLH, kendaraan pickup dari PT Pura, serta pompa yang dioperasikan relawan.

Mengingat sebagian aliran air yang masuk ke drainase berasal dari kawasan industri, Pemkab juga meminta dukungan PT Pura melalui program CSR agar kebersihan saluran dapat terjaga secara berkelanjutan. (dik)

Advertisement

Artikel Terkait

Gotong Royong di Tengah Modernisasi, Tradisi Kebersamaan yang Perlu Terus Dijaga

Gotong Royong di Tengah Modernisasi, Tradisi Kebersamaan yang Perlu Terus Dijaga

Gotong royong tetap relevan di tengah modernisasi. Tradisi ini memperkuat solidaritas, kepedulian, dan hubungan sosial masyarakat.

Warga Kesambi Gelar Kerja Bakti Bareng, Bakal Digelar Rutin Bergilir Setiap Bulan

Warga Kesambi Gelar Kerja Bakti Bareng, Bakal Digelar Rutin Bergilir Setiap Bulan

Warga Desa Kesambi, Kudus, menggelar kerja bakti bersama di Makam Kranggan. Kegiatan ini akan rutin digelar setiap bulan dengan lokasi bergilir untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan asri.

BPJS Ketenagakerjaan Kudus Dorong Perusahaan Manfaatkan Garwo Surgo dan MLT untuk Masa Depan Pekerja

BPJS Ketenagakerjaan Kudus Dorong Perusahaan Manfaatkan Garwo Surgo dan MLT untuk Masa Depan Pekerja

BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Kudus menggelar Sarasehan bertema “Kerja Tenang, Hunian Nyaman: Lindungi Orang Tersayang, dan Wujudkan Hunian Impian” di D’Savory Resto n Cafe, Kamis (20/8).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer