alexametrics
24 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Kurangi Mobilitas, Kendaraan Wisatawan luar Kudus Diminta Putar Balik

KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus memberlakukan pemutarbalikan kendaraan dari luar kota yang hendak berwisata hari ini. Titiknya pemutarbalikan ini, berada di empat lokasi.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya pada Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Adji Setiawan menyatakan, pemutarbalikan ini berlangsung pada Sabtu sampai Minggu (2-26/12). Sekaligus pada Sabtu sampai Minggu (1-2/1/2022) mendatang.

Adji menjelaskan, lokasi pemutarbalikan ini ada di empat titik. Meliputi, Sempalan atau perempatan dekat RS Mardi Rahayu, perempatan Jalur Lingkar Jetak, perempatan Jalur Lingkar Ngembal, dan di Dawe.


”Setiap pos ada dua orang petugas Dishub, satu personel Satpol PP, dan anggota Polres Kudus,” katanya.

Pembalikan arah ini, akan digelar pada pukul 07.00. Petugas dibagi menjadi tiga sif untuk menjaga pos.

Fokus utama pemutarbalikan kendaraan ini, armada bus maupun elf dari luar kota. Untuk mengantisipasi penumpukan lalu lintas pihaknya akan bekerja sama dengan Polres Kudus. ”Saya berharap nanti tak terjadi penumpukan dan kerumunan di lokasi wisata. Agar tak terjadi ledakan kasus Covid-19,” jelasnya.

Baca Juga :  Siap-Siap, Bioskop Buka, Tapi Harus Sudah Vaksin Ya..

Terpisah, Koordinator Terminal Bakalankrapyak Kudus Rosikan menyatakan, untuk mencegah penularan Covid-19 apalagi muncul varian baru omicron terminal akan ditutup terlebih dahulu. Penutupan terminal itu, dilaksanakan pada Sabtu sampai Minggu (25-26/12). Sekaligus pada Sabtu sampai Minggu (1-2/1/2022) mendatang.

”Aktivitas kami hentikan terlebih dahulu. Tujuannya, untuk mencegah penularan Covid-19,” terangnya.

Sebelumnya, Bupati Kudus Hartopo telah menginstruksikan adanya pembatasan mobilitas masyarakat saat libur Natal dan Tahun baru. Salah satunya dengan pemutarbalikan kendaraan dari luar kota yang hendak berwisata di Kota Kretek.

Selain itu, pembatasan di lokasi wisata juga diterapkan. Pengunjung ke lokasi wisata dibatasi. Maksimal hanya 25 persen dari kapasitas normal. Keterlibatan Satgas Covid-19 di lokasi wisata untuk pengawasan protokol kesehatan (prokes) juga perlu diintensifkan. (lin)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus memberlakukan pemutarbalikan kendaraan dari luar kota yang hendak berwisata hari ini. Titiknya pemutarbalikan ini, berada di empat lokasi.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya pada Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Adji Setiawan menyatakan, pemutarbalikan ini berlangsung pada Sabtu sampai Minggu (2-26/12). Sekaligus pada Sabtu sampai Minggu (1-2/1/2022) mendatang.

Adji menjelaskan, lokasi pemutarbalikan ini ada di empat titik. Meliputi, Sempalan atau perempatan dekat RS Mardi Rahayu, perempatan Jalur Lingkar Jetak, perempatan Jalur Lingkar Ngembal, dan di Dawe.

”Setiap pos ada dua orang petugas Dishub, satu personel Satpol PP, dan anggota Polres Kudus,” katanya.

Pembalikan arah ini, akan digelar pada pukul 07.00. Petugas dibagi menjadi tiga sif untuk menjaga pos.

Fokus utama pemutarbalikan kendaraan ini, armada bus maupun elf dari luar kota. Untuk mengantisipasi penumpukan lalu lintas pihaknya akan bekerja sama dengan Polres Kudus. ”Saya berharap nanti tak terjadi penumpukan dan kerumunan di lokasi wisata. Agar tak terjadi ledakan kasus Covid-19,” jelasnya.

Baca Juga :  Libur Nataru, Pemkab Kudus Perketat Wisatawan Luar Kota

Terpisah, Koordinator Terminal Bakalankrapyak Kudus Rosikan menyatakan, untuk mencegah penularan Covid-19 apalagi muncul varian baru omicron terminal akan ditutup terlebih dahulu. Penutupan terminal itu, dilaksanakan pada Sabtu sampai Minggu (25-26/12). Sekaligus pada Sabtu sampai Minggu (1-2/1/2022) mendatang.

”Aktivitas kami hentikan terlebih dahulu. Tujuannya, untuk mencegah penularan Covid-19,” terangnya.

Sebelumnya, Bupati Kudus Hartopo telah menginstruksikan adanya pembatasan mobilitas masyarakat saat libur Natal dan Tahun baru. Salah satunya dengan pemutarbalikan kendaraan dari luar kota yang hendak berwisata di Kota Kretek.

Selain itu, pembatasan di lokasi wisata juga diterapkan. Pengunjung ke lokasi wisata dibatasi. Maksimal hanya 25 persen dari kapasitas normal. Keterlibatan Satgas Covid-19 di lokasi wisata untuk pengawasan protokol kesehatan (prokes) juga perlu diintensifkan. (lin)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/