alexametrics
25.6 C
Kudus
Saturday, May 28, 2022

Berikan Rasa Aman, Polres Kudus Sisir Gereja Jelang Natal

KUDUS – Mengantisipasi ancaman teror saat Natal dan demi menjaga keamanan, aparat kepolisian di Kudus menyisir sejumlah gereja. Mereka menggunakan anjing pelacak hingga metal detector.

Saat wartawan koran ini di lokasi sekitar pukul 13.00, beberapa orang petugas mulai menyisir di sekitar Gereja Santo Yohanes Evangelista yang berada di Jalan Sunan Muria. Kemudian berlanjut ke Gereja JKI Immanuel Kudus di Jalan Jenderal Sudirman nomor 73 A Kudus.

Sejumlah polisi memeriksa bagian luar hingga dalam gereja. Mereka terlihat memeriksa satu persatu kursi, mimbar, hingga altar. Bahkan, bunga-bunga yang ada di altar tak luput dari pemeriksaan. Di ruang utama maupun luar bangunan juga diperiksa.


Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma melalui Kabag Ops Kompol Catur Kusuma Adi menyebut sterilisasi gereja dilakukan demi memberikan rasa aman dan nyaman pada umat Katolik dan Kristen. Pihaknya mengamankan seluruh gereja di Kudus.

Selain di dua gereja itu penyisiran dan sterilisasi juga berlangsung di beberapa tempat. Seperti gereja di Jalan Diponegoro, gereja di Jalan Sunan Muria, gereja di jalan Kenari, dan gereja di Jalan Wahid Hasyim.

Baca Juga :  Ini Besaran Anggaran yang Diterima Parpol di Kudus, Total Rp 1,2 M

Sementara dari komposisi personel, selain dari gabungan Polres Kudus turut terlibat juga Brimob Polda Jateng dibantu dengan polsek yang ada di jajaran Polres Kudus. “Sejauh ini tidak ada temuan benda-benda berbahaya. Untuk saat ini kondusif,” terangnya.

Sementara itu, Pasteur Penjaga Gereja JKI Immanuel Kudus, Yuli Rahadianto mengatakan jika di gerejanya tidak ada perayaan Natal. Sebab, perayaan Natal sudah lebih awal dilakukan pada pekan lalu. “Supaya tidak ada kerumunan jadi kami antisipasi perayaan Natal lebih awal,” katanya,

Dia mengapresiasi sterilisasi yang dilakukan oleh Polres Kudus. Sebab, pihaknya merasa aman. “Pastinya bagus dan saya berterima kasih. Karena dengan adanya sterilisasi ini bisa memberikan rasa aman,” ungkapnya. (war)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Mengantisipasi ancaman teror saat Natal dan demi menjaga keamanan, aparat kepolisian di Kudus menyisir sejumlah gereja. Mereka menggunakan anjing pelacak hingga metal detector.

Saat wartawan koran ini di lokasi sekitar pukul 13.00, beberapa orang petugas mulai menyisir di sekitar Gereja Santo Yohanes Evangelista yang berada di Jalan Sunan Muria. Kemudian berlanjut ke Gereja JKI Immanuel Kudus di Jalan Jenderal Sudirman nomor 73 A Kudus.

Sejumlah polisi memeriksa bagian luar hingga dalam gereja. Mereka terlihat memeriksa satu persatu kursi, mimbar, hingga altar. Bahkan, bunga-bunga yang ada di altar tak luput dari pemeriksaan. Di ruang utama maupun luar bangunan juga diperiksa.

Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma melalui Kabag Ops Kompol Catur Kusuma Adi menyebut sterilisasi gereja dilakukan demi memberikan rasa aman dan nyaman pada umat Katolik dan Kristen. Pihaknya mengamankan seluruh gereja di Kudus.

Selain di dua gereja itu penyisiran dan sterilisasi juga berlangsung di beberapa tempat. Seperti gereja di Jalan Diponegoro, gereja di Jalan Sunan Muria, gereja di jalan Kenari, dan gereja di Jalan Wahid Hasyim.

Baca Juga :  Niatnya Ngerem malah Keliru Ngegas, Mobil Seruduk Mapolsek Kota Kudus

Sementara dari komposisi personel, selain dari gabungan Polres Kudus turut terlibat juga Brimob Polda Jateng dibantu dengan polsek yang ada di jajaran Polres Kudus. “Sejauh ini tidak ada temuan benda-benda berbahaya. Untuk saat ini kondusif,” terangnya.

Sementara itu, Pasteur Penjaga Gereja JKI Immanuel Kudus, Yuli Rahadianto mengatakan jika di gerejanya tidak ada perayaan Natal. Sebab, perayaan Natal sudah lebih awal dilakukan pada pekan lalu. “Supaya tidak ada kerumunan jadi kami antisipasi perayaan Natal lebih awal,” katanya,

Dia mengapresiasi sterilisasi yang dilakukan oleh Polres Kudus. Sebab, pihaknya merasa aman. “Pastinya bagus dan saya berterima kasih. Karena dengan adanya sterilisasi ini bisa memberikan rasa aman,” ungkapnya. (war)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/